
Alena segera mandi untuk membersihkan seluruh tubuh nya agar nantinya dia sudah bisa sholat.
Setelah selesai dia melihat Arka dan Tania masih tidur dengan nyenyak nya.
"Mas! Mas!" Alena menggoyang kan bahu Arka agar dia bangun.
"Hmm!! Ada apa sayang?" tanya Arka sambil bergeliat namun mata nya tidak di buka.
"Kamu gak ke kantor? Ini sudah jam tujuh lewat!" ucap Alena.
Arka perlahan membuka matanya dan melihat Alena yang sudah mandi dan rambut nya di lilit dengan handuk.
Arka duduk dan memandangi wajah dan tubuh istri nya itu.
"Maaf yah sayang aku harus membuat mu pagi-pagi harus mandi seperti ini!" ucap Arka dengan tatapan nakal.
"Ah sudahlah kamu tidak perlu basa-basi bukan kah itu hobi kamu! Mendingan kamu sekarang mandi dan setelah itu kita sarapan entar kamu telat ke kantor!" ucap Alena.
"Cium dulu!" ucap Arka dengan nada Manja sambil menunjuk Bibir nya.
Tiba-tiba Alena memukul nya.
"Auh! Kenapa kamu malah memukul ku?" tanya Arka sambil memegang lengan nya.
"Kamu mendingan mandi deh mas, kamu bau!" ucap Alena.
Seketika Arka cemberut.
"Dosa loh kalau nolak permintaan suami!" ucap Arka.
"Nanti habis mandi aku cium, sekarang mendingan kamu mandi dulu! aku mau pesan makanan ke bawah!" ucap Alena.
Namun tiba-tiba Arka menarik tubuh Alena ke arah nya dan mencium bibir Alena dan ******* nya dengan lembut.
Alena tidak bisa menolak akhirnya dia pun membalas nya sambil menutup mata.
"Kamu pakai apa sih sayang? Kenapa Wangi kamu ini selalu menggoda ku!" ucap Arka mencium aroma leher Alena.
Namun Tania bergeliat sehingga Alena mendorong Arka.
"Kamu mandi gih mas, Tania seperti nya mau bangun!" ucap Alena.
"Hmm ya udah! kamu jangan keluar dari kamar suruh aja Bodyguard yang pesan sarapan!" ucap Arka.
Alena mengiyakan.
Dia mengambil Arka handuk dan Arka Masuk ke kamar mandi.
"Eh Tania udah bangun!" ucap Alena.
Tania tersenyum dia turun dari kasur.
"Ayo ikut Tante mesan makanan di bawah yok!" ucap Alena.
Mereka pun keluar ke dari kamar.
__ADS_1
Namun body Guard Arka tetap mengikuti Alena.
Sebenernya hanya kebawah saja dia tidak perlu di temani namun itu adalah peraturan dari Arka Alena hanya bisa menerima nya.
Sementara Arka baru saja selesai mandi.
"Sayang! Sayang!" Panggil Arka dia melihat ke sekeliling kamar tidak ada Alena dan Tania.
"Pasti dia turun ke bawah!" batin Arka.
Dia mengambil handphone dan menelpon Alena.
"Halo!" ucap Arka.
"Iyah mas! ada apa?" tanya Alena.
"Kamu gak dengar kata-kata aku yah, aku bilang kamu tidak perlu keluar dari kamar hanya memesan makanan saja, sekarang kamu balik ke kamar!" ucap Arka dan mematikan sambungan telepon.
Alena Sangat kesal.
"Huff dia semakin lama semakin aneh saja, emang aku anak kecil yang gak bisa jaga diri, sudah di ikutin Bodyguard tambah suami yang seperti ini, lengkap lah sudah penderitaan ku!" batin Alena Kesal.
Akhirnya dia pun kembali ke kamar.
Dia melihat Arka yang sedang memasang baju nya.
"Kan aku udah bilang sama kamu! Kalau kamu suruh aja Bodyguard yang mesan makanan!" ucap Arka melihat ke arah Alena.
"Iyah mas aku minta maaf, tadi aku hanya ingin melihat keluar saja!" ucap Alena.
"Hmm aku minta maaf mas, sini aku pasangin!" ucap Alena dengan lembut sambil memasang kancing kemeja Arka.
"Kamu jangan mencoba menggoda ku, kalau tidak kamu pasti nya hari ini akan kesusahan berjalan di tambah hari yang sangat dingin!" ucap Arka karena Alena sengaja menyentuh Dada Arka.
Alena tersenyum. Arka juga Sekalian minta di pasangin Dasi.
Setelah selesai Sarapan Arka berangkat ke kantor.
Tidak lupa dia pamit pada istri nya. Setelah selesai Pamit dengan Alena dia melihat Tania yang melihat ke luar dari jendela.
"Tania!" Panggil Arka.
Tania menoleh ke arah Arka.
"Om berangkat kerja yah! Kamu jagain Tante Alena sama dedek bayi nya, nanti kalau ke rumah kakek jagain Kakek juga yah!" ucap Arka sambil mendekati Tania.
Tania tersenyum.
"Iyah om, Tania akan jagain Kakek sama Tante!" ucap Tania karena dia merasa dia selalu bisa menjaga orang yang dia sayang.
Arka tersenyum dia mencium Pucuk kepala anak itu dan setelah itu dia berangkat kerja.
"Tania mandi dulu yah! Kita akan ke rumah kakek!" ucap Alena.
Tania pun di mandi kan oleh Alena dan segera pasang baju.
__ADS_1
Alena melihat Tas Sarah yang Masih di atas meja.
"Hmm seperti nya dia pulang tadi malam karena kerja nya!" batin Alena sedih.
"Apa sebaiknya aku pergi ke rumah ayah dengan dia saja yah!" batin Alena lagi.
Alena segera menghubungi Sarah.
Dan ternyata Sarah tidak keberatan dia juga mau bertemu dengan Wijaya dia pun menuju hotel menjemput teman nya itu.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di hotel.
"Suami kamu mana Len?" tanya Sarah sambil celingak-celinguk.
"Dah pergi kerja! Kamu tadi malam kok gak bilang-bilang sih mau pergi!" ucap Alena.
"Kamu sangat nyenyak, aku juga sudah segan ada kak Arka, dia yang membangun kan aku dan bilang dia akan tidur disini ber sama mu!" ucap Sarah.
"Hmm bilang saja kamu gak mau aku ngelarang kamu untuk kerja!" ucap Alena.
"Bukan gitu Alena!" ucap Sarah.
"Hmm Sudah lah Jangan di bahas lagi, ayo kita berangkat!" ucap Alena.
"Huff, aku hanya menuruti kata suami nya saja Malah dia berfikir yang aneh-aneh!" Batin Sarah sambil mengikuti langkah Alena.
Mereka meminta Bodyguard untuk membawa barang-barang mereka keluar dari kamar hotel.
Alena berangkat dengan mobil Sarah namun Masih tetap di buntu tin oleh Bodyguard di belakang.
"Hmm seperti nya istri CEO ini akan di kawal terus!" sindir Sarah sambil melihat ke kaca spion mobil.
"Kamu fokus nyetir saja! Kalau terjadi apa-apa pada istri CEO ini kamu tidak akan di Kasih ampun oleh tuan muda Arka!" ucap Alena.
Sarah tertawa karena Alena mengucap kan dengan serius namun memasang wajah lucu sehingga mereka berdua tertawa.
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya.
Author punya karya baru nih, jangan lupa mampir ke sana juga yah.
Judul nya*: Majikan Yang Kejam.
Author harap kalian mampir yah.
Walaupun masih satu episode sekiranya kalian baca dulu.
Di tunggu kedatangan nya**.
...----------------...
***Terimakasih sudah mau mampir jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***