
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
selamat membaca 🙂
Alena Sangat ingin langsung bertanya pada Teman nya itu apa yang terjadi karena dia di antara percaya dan tidak percaya apa yang dia ketahui saat ini.
"Apakah selama ini kamu tau apa yang di lakukan teman kamu ini di luar, dan jika kamu tau kenapa kamu tidak ada melapor ke pihak kampus!" ucap Dosen itu.
"Tunggu dulu deh pak. Saya sama sekali tidak tau sebenarnya apa yang terjadi dan saya tidak yakin kalau teman saya seperti itu!" ucap Alena.
"Ini buktinya!" ucap Dosen memberikan rekaman Sarah bermesraan dengan pria jauh lebih tua dengan nya dan juga surat open Bo.
"Apa kah selama ini kamu tidak tau apa yang di lakukan oleh Sarah?" tanya Dosen perempuan.
"Tidak Buk, saya sama sekali tidak tau ini!" ucap Alena dia sudah sangat Sedih melihat kelakuan Teman yang selama ini dia percaya dan sangat dekat dengan nya.
"Maaf kan kamu yang menggangu waktu mu kami kira kamu tau dan kami akan mewancarai kamu!" ucap Dosen.
"Kalau begitu kamu bisa keluar!" ucap Dosen.
Alena Berdiri dia melihat ke arah Sarah.
Lalu dia keluar dengan Air mata di pipi nya.
Entah mengapa dia merasa sedih teman nya itu melakukan hal keji seperti itu.
Alena masuk ke kelas nya, dia sangat tidak fokus terus saja teringat masalah Teman nya itu dia terus melihat bangku yang kosong di samping nya milik Sarah.
Jam sudah menunjukkan pukul dua Siang, mata kuliah Alena sudah usai dia sangat lapar dia pun masuk ke kantin membeli makanan yang bisa di makan untuk mengganjal perut nya yang lapar.
"Alena!" Panggil Sarah sebelum Alena masuk ke kantin.
Alena yang merasa di panggil pun langsung menoleh ke arah Sarah.
Sarah mendekati Alena.
"Kamu mau ke kantin?" tanya Alena dengan Ramah pada Sarah seakan tidak terjadi apa-apa karena dia tidak ingin dia marah pada Sarah apalagi saat ini Sarah sedang ada masalah.
"Kamu mau ikut aku ke Cafe dekat sini!" ucap Sarah.
__ADS_1
Alena menginyakan mereka pun berangkat meninggalkan kampus ke Cafe yang terlihat sederhana.
Mereka berdua memesan makanan dan juga minum masing-masing.
"Mungkin sedikit banyak nya kamu sudah tau kasus yang menimpa aku kan?" tanya Sarah.
Alena melihat ke arah Sarah.
"Aku butuh penjelasan Sarah!" ucap Alena menatap serius mata Sarah.
"Oke baik aku akan jujur dan cerita sama kamu, sehabis aku cerita ini terserah kamu masih mau berteman atau tidak dengan aku!" ucap Sarah.
Alena diam.
"Mungkin kamu antara percaya dan tidak percaya sama semua gosib itu, dan nyata itu adalah fakta," ucap Sarah.
"Apa alasan nya?" tanya Alena dengan wajah datar.
"Alasannya sangat lah pribadi dan intinya aku melakukan itu karena aku sendiri!" ucap Sarah.
"Tidak mungkin! Sarah yang aku kenal tidak seperti ini, tidak mungkin kamu melakukan hal bodoh seperti itu sementara kamu berasal dari keluarga Berada!" ucap Alena.
Sarah menceritakan semuanya sehingga Alena tidak habis Fikir jalan hidup Sarah.
"Tapi bukan ini jalan keluar nya Sarah!" ucap Alena.
"Tidak ada jalan lain lagi Alena! Aku tidak sepintar kamu aku tidak sesabar kamu," ucap Sarah lagi.
Alena terdiam.
"Maaf kalau sudah membuat kamu kecewa Dengan sifat aku Alena! Cuman beginilah jalan hidup ku!" ucap Sarah Seketika air mata nya keluar.
Alena melihat air mata teman nya itu keluar dia pun tidak tega dai Berdiri dan memeluk Sarah.
"Sabar yah Sarah! Aku tau kamu kuat kok, Maaf kan aku juga yang udah buat kamu sedih kaya gini!" ucap Alena.
"Aku kecewa sama diriku sendiri Sarah! Selama ini aku selalu menyusahkan mu dan kamu selalu menolong aku, namun aku sama sekali tidak bisa menolong mu!" ucap Alena seketika air mata nya keluar namun langsung di hapus oleh nya.
Alena melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Sarah.
"Kamu gak boleh sedih, aku yakin kok perlahan kamu bisa meninggalkan itu!" ucap Alena.
__ADS_1
Sarah tersenyum.
"Semoga saja Alena! Namun untuk sementara ini sangat sulit untuk ku meninggal kan itu aku sudah nyaman di dunia itu!" ucap Sarah.
Alena tidak bisa berkata-kata apa lagi dia hanya menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.
"Hmm baik lah itu adalah pilihan mu namun kamu harus ingat di saat kamu butuh aku dan butuh bantuan jika aku bisa aku akan selalu ada!" ucap Alena sambil tersenyum.
"Ya udah gak usah sedih lagi sekarang keputusan dari Kampus apa?" tanya Alena.
"Pihak kampus mengeluarkan aku, dan aku tidak bisa kuliah lagi dan di denda senilai empat puluh juta!" ucap Sarah.
"Loh kok seperti itu, kok jadi ada denda! gak bisa di biarin ini!" ucap Alena.
"sudah tidak perlu di perpanjang lagi aku tidak ingin bahas itu saat ini aku hanya ingin menenangkan diri!" ucap Sarah.
Alena pun mengerti dengan perasaan teman nya itu dia pun mencoba untuk menghibur teman nya dengan canda dan gurauan nya.
Sudah hampir tiga jam mereka di Cafe itu, Alena memutuskan untuk pulang sementara Sarah seperti biasa dia ada job.
Sepanjang perjalanan pulang Alena tidak habis Fikir dengan sahabat nya itu.
Sebenarnya dia tidak setuju dengan apa yang di lakukan oleh Sarah namun dia tidak berhak untuk mengatur Sarah selain hanya bisa mengarahkan nya ke jalan yang benar.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah.
Seperti biasa jam segini Arka Belum pulang dia pasti akan pulang malam.
Dia masuk dan ternyata pak Wijaya Sudah ada di rumah nya.
"Eh Ayah! Kapan Ayah datang ke sini? Kenapa tidak kasih kabar dulu!" ucap Alena sambil menyalin tangan mertua nya itu.
"Ayah hanya ingin main-main ke sini saja, sudah lama ayah tidak dari sini!" ucap Wijaya sambil tersenyum.
...----------------...
***Assalamualaikumkakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1