Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 128


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Di kediaman Alena rumah Arka.


Hari semakin malam mereka semua baru saja selesai Makan malam, keluarga Alena Sangat lah di manjakan di Jakarta.


Alena dan keluarga nya memilih untuk nonton di ruang tamu setelah selesai makan, dan ad Elsa sementara yang lain nya banyak yang keluar ada juga yang istirahat.


"Kenapa Daniel tidak di undang saja ke sini?" tanya Faisal.


Alena menoleh ke arah Elsa dan Juga ayah nya.


"Mas Daniel masih sangat sibuk Ayah!" jawab Alena.


Semua nya diam Faisal pun mengerti.


Keesokan harinya, semua nya sudah sangat sibuk dengan urusan masing-masing sementara Alena Sudah Mulai perawatan, Arka sengaja mengirimkan orang-orang untuk membantu Alena.


Alena tidak bisa kemana-mana lagi. Begitu juga dengan Arka mereka berdua sudah di pasangkan hena agar Besok Sudah kering.


Malam ini Alena akan berangkat ke rumah pak Wijaya namun Tampa sepengetahuan Arka.


Alena sengaja di letakkan di lantai satu sementara Arka di lantai atas.


Karena acara akan di laksanakan Besok.


Semua baju sudah tersedia, surat undangan sudah tersebar dan rumah Wijaya Sudah Sangat Ramai.


Alena sendiri di kamar nya.


Dia memerhatikan diri nya di Pantulan cermin di kamar nya.


"Kenapa aku deg-degan begini yah," Batin Alena.


Karena dia tidak bisa tenang rasanya sangat gugup, Alena menghubungi Sarah agar datang menemani.


Tidak butuh beberapa lama akhirnya Sarah datang.


"Kamu abis dari mana?" tanya Alena pada Sarah karena penampilan Sarah yang sangat rapi.


"Sebenernya aku harus pergi sebentar, aku ada urusan!" ucap Sarah.


"Yah kok pergi lagi sih, aku ingin curhat sama kamu," ucap Alena. Dengan tatapan kesal pada Sarah.


"Nanti aja curhat nya setelah aku datang lagi aku tidak lama kok!" ucap Sarah lagi.


"Ya udah deh, tapi tumben-tumbenan kamu berpenampilan terbuka seperti ini!" ucap Alena mengomentari penampilan teman nya itu yang berbeda.

__ADS_1


"Biasa lah, aku tidak boleh kalah sama teman-teman aku yang cantik!" ucap Sarah.


"Huff ya sudah, kalau begitu kamu pergi tapi jangan lama-lama yah!" ucap Alena.


"Siap tuan putri, tapi kelihatannya kamu makin cantik dan makin berisi deh!" ucap Sarah.


"Maklumlah suami aku orang kaya!" ucap Alena sambil tertawa, Sarah pun ikut tertawa.


"Aku senang kamu bahagia, kalau gitu aku pamit yah!" ucap Sarah, Alena Pun menginyakan.


"Seperti nya Sarah menyembunyikan sesuatu dari aku!" Batin Alena.


"Tapi ya udah lah, itu urusan dia dan tidak ada hak untuk aku ikut campur!" ucap Alena, dia memilih untuk membuka handphone nya ternyata sudah beberapa kali panggilan dari Aris.


"Aris!" Ucap Alena.


"Ada apa Aris menelpon ku!" Batin Alena. Karena penasaran Alena ingin menghubungi balik namun tiba-tiba handphone nya Berdering lagi.


Dan itu bukan dari Aris melainkan dari Arka.


"Assalamualaikum Mas!" sapa Alena.


"Walaikumsalam," jawab Arka.


"Kami Lagi apa? Apa kamu belum tidur?" tanya Arka.


"Nih aku baru saja mau tidur!" ucap Alena.


"Sudah mas, kalau kamu gimana?" tanya Alena.


"Aku baru saja selesai makan, aku sangat bosan di sini, aku sangat rindu kamu!" ucap Arka.


Alena kali ini harus tidak jujur karena orang tua nya bilang Arka dan Alena belum boleh bertemu.


"Besok kita akan bertemu, kamu sabar lah dulu," ucap Alena.


"Hmm," hanya itu yang keluar dari mulut Richo.


"Ya udah kamu istirahat yah, aku juga mau istirahat nih!" ucap Arka, Alena pun menginyakan dan panggilan telepon pun terputus.


Alena terdiam.


"Semua nya sangat di luar dugaan aku, terimakasih ya Allah aku percaya Rahmat mu, engkau telah memberikan laki-laki yang mencintai hamba mu ini," Batin Alena bersyukur.


Jam sudah menunjukkan pukul Dua belas malam, Alena sudah tidur namun handphone nya berdering sehingga dapat terbangun ternyata itu adalah Sarah.


Sarah Sudah di depan dan minta di jemput oleh Alena.


namun Alena tidak di ijinkan keluar akhirnya Bibi yang mengantar kan Sarah seperti tadi.


"Kamu baru bangun yah?" tanya Sarah pada Alena yang duduk di kasur.

__ADS_1


Seketika mata Alena melek ketika mencium bau alkohol dan juga penampilan Sarah yang sedikit tidak rapi lagi, riasan yang di wajah nya sudah hilang.


"Kamu habis minum yah?" tanya Alena.


Sarah duduk di dekat Alena.


"Sedikit saja!" jawab Sarah


"Tidak mungkin! mata kamu saja sudah merah gitu, dan bau nya sangat menyengat!" ucap Alena sambil menutup hidungnya.


Sarah hanya diam saja.


"Mendingan kamu mandi dulu sana, itu ada baju tidur untuk kamu Pakai!" ucap Alena.


Sarah pun segera mandi agar dia lebih segar dan mabuk nya sedikit hilang.


Sarah Sudah selesai mandi dai kelihatan lebih segar.


"Aku gak nyangka kamu minum-minuman keras!" ucap Alena.


"Aku hanya minum sedikit saja, lagian jarang banget kok!" ucap Sarah sedikit gugup.


"Tapi Sarah yang aku kenal dulu beda sama yang sekarang, Sarah dulu tidak mau berpakaian terbuka dan sangat benci yang namanya minuman beralkohol!" ucap Alena.


"Aku yakin kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari aku, karena belakangan ini kamu sangat sering menghindar dari aku bahkan kalau malam kamu sangat sering keluar sehingga kuliah kamu sedikit terganggu!" ucap Alena.


"Kamu ngomong apa sih, hanya saja aku kurang paham mata pelajaran nya!" ucap Sarah mencari alasan lagi.


"Hmm terserah kamu saja, tapi kalau aku saranin apa pun kegiatan kamu sekarang kamu jangan menyesal di kemudian hari!" ucap Alena.


"Sudah lah lupakan saja, aku ke sini ingin menemani kamu curhat!" ucap Sarah.


"Aku tidak Mood lagi untuk curhat kamu sendiri tidak ada cerita Apa-apa sama aku!" ucap Alena.


"Huff, kamu pengantin baru jangan mikir yang macem-macem dulu, kamu harus fokus sama pernikahan kamu dulu!" ucap Sarah.


"Iyah aku tau, Cuman aku merasa kamu itu menyembunyikan sesuatu dari aku!" ucap Alena.


"Tidak ada yang aku sembunyikan dari kamu, kamu adalah teman baik ku, dan apa pun yang terjadi sama aku akan Akan cerita sama kamu!" ucap Sarah dan memeluk tubuh Alena.


Alena pun membalas pelukan teman nya itu.


Sepanjang malam mereka tidak ada berhenti bercerita-cerita.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2