Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 107


__ADS_3

***Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


selamat membaca 🙂


S S S S S S S S S***


Setelah sampai di kampus Alena bertemu dengan Sarah.


"Hey Alena! kamu kenapa kelihatan nya kamu habis menangis!" ucap Sarah.


"Ah tidak! aku hanya kelilipan saja." ucap Alena bohong.


Sarah pun tak ingin banyak tanya walau dia penasaran.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang Alena terlebih dahulu makan siang di kantin tapi tidak dengan Sarah, karena Sarah mengajak nya makan di Cafe namun Alena tidak mau.


"Fufff, aku rasanya tidak sanggup jika bertemu dengan Mas Arka, apalagi hari ini ada miting Innovation yang akan merancang rencana baru!" ucap Alena.


Namun dengan perasaan campur aduk dan tidak enak masih kefikiran Alena tetap harus berangkat bekerja kalau tidak masuk bisa-bisa nilai nya jelek.


Alena pun berangkat dengan Taksi. karena supir bayaran dan mobil Arka sengaja Alena tolak.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di perusahaan semua nya terlihat sangat normal namun sekarang Alena yang tidak enak.


"Selamat siang Buk!" sapa Aris yang datang dari belakang Alena.


"Ah Iyah. Selamat siang pak!" jawab Alena.


"Hari ini kita harus merancang dan merencanakan baru untuk perusahaan dan kemajuan perusahaan!" ucap Aris.


"Baik pak, kira-kira mitting nya jam berapa?" tanya Alena.


"Mitting telah di batalkan, dan terpaksa harus kita sebagai pertanggung jawab yang menyelesaikan nya!" ucap Aris. .


Alena menatap serius ke arah Aris.


"Batal Pak? kenapa bisa?" tanya Alena.


"Pak Arka yang membatalkan semua nya, bahkan bertemu dengan rekan kerja saja di undur tiga hari kemudian!" ucap Aris.


"Ya Allah aku yakin mas Arka pasti sangat marah, kalau seperti ini aku harus menguras fikiran dan tenaga aku mengerjakan ini!" Batin Alena.


"Ya udah pak, kalau gitu kita mulai saja!" ucap Alena dengan nada lemas.

__ADS_1


"Oh iya nih buat ibu!" ucap Aris memberikan satu botol minuman pada Alena.


Alena segera menerima nya dan mengucap kan terima kasih.


Setelah sampai di depan ruangan nya Alena memerhatikan pintu ruangan Arka yang tertutup.


"Dari tadi pagi Pak Arka belum ada keluar dari ruangan nya," ucap Aris yang melihat Alena memerhatikan ruangan Arka.


Alena segera mengalihkan pandangan nya dan masuk ke ruangan nya, Aris dan Alena segera mendiskusikan pekerjaan nya namun Alena tidak bisa fokus sehingga Aris yang harus berfikir sendiri.


Tidak terasa jam sudah jam lima sore, Aris dan Alena masih sibuk dengan kertas-kertas dan laptop.


tiba-tiba Pintu ruangan ada yang mengetuk, Alena mengijinkan masuk.


"Selamat sore Buk Alena! maaf saya mengganggu, tapi di luar ada pak Wijaya yang mencari keberadaan anda!" ucap Karyawan perempuan itu.


"Pak Wijaya! oh ya sudah kamu boleh keluar saya akan segera turun!' ucap Alena.


"Ini saya bawa pulang saja yah pak, saya akan mencoba menyiapkan nya di rumah!" ucap Alena.


"Tidak perlu, biar saya saja!" ucap Aris.


"Masih banyak yang harus bapak siapkan biarkan ini saya yang bertanggung jawab!" ucap Alena.


Lagi-lagi mata Alena Melihat ke arah ruangan Arka.


"Mas Arka udah pulang belum yah, kenapa aku sangat ingin melihat wajah nya!" batin Alena.


Aris dan Alena mendekati mobil pak Wijaya.


"Selamat sore pak, bapak masih kurang sehat kenapa bapak ke sini?" tanya Alena.


"Bapak hanya menjemput mu saja, karena sudah jam lima kamu belum pulang!" ucap Wijaya.


Alena langsung menatap ke arah Aris yang memasang wajah bingung.


"Masuk lah! ini sudah sore!" ucap Wijaya pada Alena.


dia pun menuruti nya meninggal kan Aris yang kebingungan.


"Apa maksud dari semua nya ini, apa sekarang Alena tinggal bersama pak Wijaya!" ucap Aris.


Di tempat lain Arka terduduk sendiri di Cafe Dirga. Sudah hampir setengah jam dia duduk di sana dan di depan nya satu gelas jus.


"Hey bro! apa kabar? sudah lama kau tidak pernah ke sini!" ucap Dirga menyadarkan Arka dari lamunannya.

__ADS_1


"Abang ngagetin aja! Abang dari mana saja, tumben-tumbenan lama meninggal kan cafe!" ucap Arka.


"Hanya keluar sebentar saja!" ucap Dirga.


"Gue pasti bisa nebak nih, kau lagi ada masalah yah?" tanya Dirga. Arka pun menghela nafas panjang.


"Cerita lah Bro, siapa tau gue bisa bantu!" ucap Dirga.


"Aku hanya ingin bersenang-senang saja terlebih dahulu bang!" jawab Arka.


"Yakin Lo? Bukan nya istri mu melarang!" ucap Dirga.


"Sudah lah aku lagi tidak ingin bahas dia!" ucap Arka sedikit kesal.


Seketika Dirga paham kalau Arka sedang ada masalah dengan Alena yang dia tau istri sirih Arka.


"Kalau aku saranin yah Bro, setiap hubungan itu pasti ada konflik dan salah paham, kamu sebagai suami harus bisa jantelmen, bicarakan baik-baik pasti ada jalan keluar nya!" ucap Dirga.


"Abang juga laki-laki kan? Abang pernah jadi suami kan, kenapa Abang Lebih memilih berpisah dari pada membicarakan baik-baik!" ucap Arka.


"Kalau aku lain Arka! kalau aku bukan nya Abang yang tidak mau mempertahankan pernikahan kami, namun dia lah yang memilih laki-laki lain dan minta cerai dari Abang, sudah seperti apa Abang mempertahankan nya, namun dia juga yang minta di lepas!" ucap Dirga.


Arka pun mulai menjelaskan masalah nya pada Dirga.


"Ini masalah sepele namun bisa besar! Niat istri lo baik! namun lo salah paham! coba Lo Fikir kan, renungkan dalam hati mu, aku tau pasti dia sedikit berat hati untuk tinggal bersama ayah mu, namun karena istri mu ingin kamu semakin dekat dengan Ayah mu, dia pun rela dan tentu kalau dia di sana Lo akan sering datang dengan alasan apa pun karena Lo merindukan nya!" ucap Dirga. Arka Menatap Dirga.


karena sama sekali tidak kefikiran ke sana.


Di tempat lain Alena Sudah membaringkan tubuhnya di kasur baru yang sangat empuk dan nyaman.


Sambil berbaring dia juga sibuk dengan laptop nya.


Seketika Alena menghentikan aktivitas nya.


"Seperti nya aku harus bertemu dengan Mas Arka, aku tidak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut, dan aku akan mengikuti apa kata mas Arka!" ucap Alena pasrah.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏


Tungguin episode selanjutnya. Karena detik-detik hubungan Arka dan Alena terbongkar.

__ADS_1


__ADS_2