Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 140


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi


Selamat membaca 🙂


Arka dan Alena duduk di kursi tepat di depan ruangan Tari.


Tidak beberapa lama Dokter dan juga perawat keluar.


"Pak Arka!" sapa Dokter itu dengan sopan.


Arka dan Alena membalas dengan senyuman.


"Selamat atas pernikahan nya yah pak, saya ikut turut bahagia juga, kalau boleh tau ada keperluan apa yah ke sini?" tanya dokter itu.


"Terimakasih Dok, Kami tadi nya menjenguk Teman saya, tapi tidak sengaja melihat pasien yang di dalam ada Sepupu Istri saya!" ucap Arka.


"Oohh! Dia pendarahan hebat sehingga mengakibat kami memutuskan untuk mengangkat Rahim Pasien karena kalau tidak di angkat bisa berbahaya pada Tubuh nya." jelas dokter itu.


"Tapi apa yang mengakibatkan Sepupu saya pendarahan dok?" tanya Alena.


"Aborsi yang di lakukan pada dukun!" ucap dokter itu.


Arka dan Alena terkejut.


"Ya sudah kalau begitu saya mohon diri!" ucap dokter itu dan pergi meninggalkan Alena dan Arka.


Daniel tiba-tiba keluar dan melihat Arka dan istri nya di luar.


dia kelihatan sangat Lesu dan sangat Lemas.


"Bagaimana keadaan Tari mas?" tanya Alena langsung.


Daniel pun ikut duduk di kursi panjang.


"Tari akan segera di operasi, namun sekarang mas bingung harus mencari Biaya dari mana!" ucap Daniel lesu.


Arka dan Alena terdiam.


"Aku akan bantu biaya nya mas! Yang penting Tari cepat sembuh!" ucap Alena langsung.


"Gak usah Alena! Mas akan mencari biaya nya sendiri kamu pasti juga butuh uang itu!" ucap Daniel.


"Kamu tidak perlu khawatir dengan itu Daniel! Alena Sudah berniat baik pada mu jangan di tolak." Ucap Arka langsung.


Daniel pun diam.


"Lalu kenapa adik mu belum di operasi?" tanya Arka.


"Dokter tidak Akan melakukan tindakan operasi kalau belum membayar Administrasi!" ucap Daniel.


"Emang berapa biayanya mas?" tanya Alena.

__ADS_1


"Tiga puluh juta!" jawab Daniel.


"Segera lah operasi saya akan bayar administrasi nya!" ucap Arka Langsung karena bagi nya uang segitu hanya sedikit saja.


Daniel Terkejut mendengar itu.


"Tidak perlu pak, saya hanya bisa merepotkan kalian saja saya jadi tidak enak, Kalian datang ke sini saja saya sudah sangat senang!" ucap Daniel.


"Saya tidak menerima penolakan!" ucap Arka Dan dia segera ke Kasir meminta semua data-data administrasi Tari.


Daniel Melihat Arka yang pergi.


"Sudah mas tidak perlu khawatir seperti itu lagi, sekarang mas harus mengambil tindakan!" ucap Alena.


"Tapi mas tidak enak Alena, Keluarga mas sudah banyak menghina keluarga kamu!" ucap Daniel.


"Sudah lah mas tidak perlu di bahas lagi, sekarang kita masuk Melihat ke adaan Tari seperti nya sebentar lagi dokter Akan datang!" ucap Alena.


Mereka pun masuk dan melihat Elsa yang sedang menangis sambil memegang tangan Tari yang terbaring Lemas sambil menahan Sakit.


Daniel menjelaskan kepada Ayah dan Ibu nya itu.


Elsa menoleh ke arah Alena.


Alena Sudah duga dia akan di usir namun tiba-tiba Elsa memegang tangan Alena.


"Terimakasih banyak Nak, Terimakasih!" ucap Elsa sambil mengucapkan terimakasih pada Alena.


"Iyah Bik, yang terpenting sekarang Tari di operasi!" ucap Alena.


Dokter menjelaskan jadwal operasi Tari dan juga semua yang akan di lakukan nya.


Tepat Jam Tiga sore Tari Sudah masuk ke ruangan Operasi, Arka dan Alena pun Ijin pulang.


Setelah sampai di rumah Ternyata Wijaya Baru juga pulang.


"Eh Ayah baru pulang juga?" tanya Alena pada Wijaya yang baru saja turun dari mobil.


"Iyah! Kalian dari mana?" tanya Wijaya.


"Sepupu Alena ada yang sakit Ayah, jadi sedikit lama!" ucap Alena.


Mereka masuk ke dalam rumah sama-sama.


Keesokan harinya Arka sudah berangkat ke kantor.


Sementara Alena harus kuliah pagi.


Namun tiba-tiba handphone nya Berdering dan itu dari Daniel.


Daniel mengabari kalau Operasi Tari lancar, dan sekarang Tari masih di ruangan ICU lagi.


Alena pun ikut senang.

__ADS_1


Dua hari kemudian Arka baru saja pulang kerja, seperti biasa dia akan menyambut suami nya itu.


"Ayah mana Sayang?" tanya Arka pada Alena yang baru saja masuk ke kamar karena dari tadi dia tidak melihat nya.


"Ayah ada urusan keluar, kata nya sih penting!" Ucap Alena.


"Tumben-tumbenan Ayah keluar tidak mengabari aku kalau dia ada urusan!" ucap Arka.


"Mungkin dia tidak mau mengganggu kamu!" ucap Alena.


"Hmm, mungkin! Nanti kamu Siap-siap yah, Kita Akan kembali ke rumah!" ucap Arka.


"Loh kenapa mas?" tanya Alena bingung.


"Aku tidak enak jika berlama-lama di sini, Lagian jauh dari kantor!" ucap Arka.


"Nanti Ayah pasti melarang nya mas!" ucap Alena.


"Aku sudah ngomong kok, Ayah juga tidak melarang nya hanya dia ingin kita kalau ada waktu main ke sini!" ucap Arka.


"Hmm, Ya udah mas!" ucap Alena.


Karena dia juga Besok harus kuliah tatap Muka.


Hari sudah jam lima Wijaya baru saja pulang sementara Arka dan Alena Hendak berangkat


"Ayah! Kami berangkat dulu yah!" ucap Arka pada ayah nya yang duduk di ruang tamu.


"Baik lah, kalian hati-hati sering-sering lah main ke sini!" ucap Wijaya. Alena menginyakan dan menyalim tangan mertua nya itu bergantian dengan Arka.


Supir segera melajukan mobilnya pulang ke arah rumah Arka.


Di dalam mobil Arka terus saja menggenggam tangan Alena sambil mencium nya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai Sudah magrib Arka dan Alena sholat berjamaah.


Setelah selesai Alena memasak yang simpel untuk suaminya karena Arka yang meminta nya.


Mereka berdua kelihatan sangat romantis, Alena yang menyuapi Arka makan karena di rumah nya sendiri lah dia bisa seperti itu, karena di rumah Wijaya dia sangat malu.


Setelah selesai makan Arka Terlebih dahulu ke ruang tamu memeriksa laptop nya, Alena masuk ke kamar untuk mandi.


setelah selesai mandi dia memilih baju yang sedikit Seksi dari biasanya niat ingin menggoda Arka, dia melihat tampilan tubuh nya di cermin itu.


"Seutuhnya aku sudah milik mas Arka, aku sama sekali tidak pernah bermimpi akan menikah di masa muda seperti ini!" Batin Alena. Namun tiba-tiba pintu kamar terbuka.


... ...


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2