Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 54


__ADS_3

Alena pun menyusul Arka sambil memandangi Pekarangan dan bangunan Rumah itu.


Di antara rumah dan Bangunan Yang dari tadi di lihat dan di lewati nya, Rumah ini lah yang sangat mencuri perhatian Alena.


Rumah ber cat Orens, Halaman yang ditumbuhi rumput hijau terpangkas rapi, dan juga Bunga-bunga yang tumbuh dengan subur dan kelihatan sangat lah di rawat.


Dan Juga Ada pohon Rimbun di depan rumah itu, serta pekarangan yang sangat bersih dan juga kelihatan sangat sejuk.


"Terimakasih Pak selama ini telah menjaga rumah peninggalan Nenek saya," ucap Arka pada Suprapto.


Suprapto adalah orang kepercayaan Nenek Rati untuk menjaga dan Merawat semua peninggalan nya, seperti Ladang Kopi, Coklat, sawah, serta Usaha Peternakan nya.


Dia mempunyai adik nama Nya Supriyanto, Itu adalah kembaran nya, dan Supriyanto lah yang selalu membantu nya, karena mereka sama sekali belum menikah walau sudah berumur.


"Ini semua sudah tugas saya Tuan, Tapi kalau boleh kami tau kenapa Tuan datang ke sini, tidak mengabari dulu, karena kalau kami tau, kami bisa mempersiapkan semuanya," ucap Suprapto.


"Tidak perlu! Kedatangan saya ke sini, ingin berjiarah!" ucap Arka.


"Oohh seperti itu, Kalau begitu Besok saya dan adik saya akan mengantarkan nya, Untuk malam ini Tuan istirahat lah, karena pasti Tuan pasti sangat lelah di perjalanan," ucap Suprapto lagi.


Arka pun mengiyakan.


"Istri Tuan tidak di ajak?" tanya Supriyanto pada Arka yang hendak mengikuti langkah Suprapto.


"Istri?" ucap Arka sedikit bingung.


"Perempuan Cantik yang ikut bersama tuan!" ucap Supriyanto itu itu menunjuk ke arah Alena.


Arka menoleh ke arah Alena yang sangat asik memerhatikan tanaman. Karena dari tadi dia sangat lupa dia membawa Alena, karena di dalam fikiran nya sekarang, dia sangat ingin segera berjiarah ke makan ibu nya itu.


"Alena! Apa kamu akan di luar bersama bunga-bunga itu?" tanya Arka.


Alena Melihat ke Arka.


Alena pun mengikuti mereka masuk.


Alena memerhatikan di dalam rumah itu, sangat bersih dan barang-barang pun sangat lengkap.

__ADS_1


"Sebenarnya ini rumah siapa sih, Pasti yang punya sangat lah rajin," puji Alena.


Lalu ketiga pria itu menatap ke arah Alena. Alena yang merasa di plototin pun bingung.


"Aku minta maaf jika ada salah ngomong!" ucap Alena sambil memasang wajah Khawatir.


"Ini kamar Kalian Tuan!" ucap Suprapto.


"Baik lah terimakasih, Kalau Begitu kalian boleh pulang keluar!" ucap Arka.


"Baik lah Tuan, kalau Masalah masak, adik saya sendiri yang akan masak untuk kalian!" ucap Suprapto yang di maksud adalah kembaran nya.


"Tidak perlu! Terimakasih banyak. Dia yang akan masak, Semasa kami di sini, kalian tidak perlu repot-repot untuk mengurus rumah ini, urus lah yang lain nya!" ucap Arka sambil menunjuk Alena yang akan Masak.


Alena yang mendengar nya pun Tak masalah, namun dia bingung, karena dia Fikir awal nya laki-laki yang sangat mirip itu lah pemilik rumah ini.


"Baik lah Tuan, semoga Tuan dan istri nya bisa nyaman tinggal di sini, Kami mohon diri!" ucap Pria kembar itu dan segera keluar.


"Lagi-lagi di kira istri kamu! kamu kenapa gak jelasin sih, kan mereka jadi salah paham!" ucap Alena.


"Sudah lah kamu tidak perlu banyak protes, ini di desa! kamu sudah tau kan bagaimana peraturan di desa, Tidak boleh yang bukan suami istri tinggal di atap yang sama hanya dua orang saja!" ucap Arka.


"Yah bukan gitu, Tapi pemilik rumah ini kan ada, dan tidak mungkin kita di kira aneh-aneh!" ucap Alena.


"Ini rumah peninggalan Almarhum Kakek dan Nenek, Dan ini di rawat sama Pria kembar tadi, Rumah ini tidak ada penghuni nya," jelas Arka.


Alena melotot Ketika dia mendengar Arka mengucapkan jika Rumah ini tidak ada penghuni nya.


"Apa kita akan tidur di sini malam ini?" tanya Alena.


Arka mengangguk.


"Gak mau! Aku tidak akan tidur satu atap dengan kamu!" ucap Alena.


"Lalu kamu mau tidur di mana? Penginapan sangat jauh dari sini!" ucap Arka.


"Kamu dari tadi gak paham yah, karena hanya Kita berdua di sini, Maka nya aku tidak menjelaskan apa-apa pada pria tadi, karena aku tidak ingin warga di sini salah paham, dan aku minta sama kamu selama kita di sini, berpura-pura lah jadi istri ku," ucap Arka.

__ADS_1


"Kita akan berapa lama di sini?" tanya Alena.


"Dua Minggu atau tiga Minggu!" ucap Arka dengan enteng nya.


"Tidak mungkin, Kamu bercanda kan. Bagaimana dengan kuliah ku, bagaimana dengan pekerjaan ku, bisa-bisa aku di pecat dan juga pak Wijaya akan curiga!" ucap Alena.


"Aku bos kamu! Jadi kamu harus ngikutin perintah aku, Masalah kuliah, kamu bisa online. Dan urusan Ayah, aku sudah ijin, dan dia tidak banyak protes mau pun menaruh curiga," Jelas Arka.


Alena tiba-tiba terdiam, dia seperti jadi merasa bersalah, Ketika memikirkan dalam dua Minggu dia akan tinggal satu atap dengan Arka.


"Aku tidak bisa berpura-pura seperti apa yang kamu minta!" ucap Alena.


"Kalau kamu tidak mau berpura-pura, menikah lah dengan ku secepat nya!" ucap Arka.


Seketika mata Alena membulat sempurna,


"Jangan bercanda Arka! aku serius!" ucap Alena Menghela nafas panjang.


Arka memegang tangan Alena.


"Hanya dengan cara ini kita bisa bersama Alena, aku percaya dengan kata pernikahan yang akan mengikat kita selamanya!" ucap Arka.


"Tapi!" ucap Alena.


"Aku gak mau kita seperti ini akan menambah dosa dan aib Alena! jika kamu tidak ingin di publik kan, aku akan menikahi kamu secara tertutup, Dan jika kamu sudah siap, aku akan mengumumkan ke publik ini semua," ucap Arka dengan serius menatap Alena.


Jujur saja Alena sebenarnya sangat senang dengan niat Arka, dan dia juga tidak ingin selamanya seperti ini dengan Arka, Alena juga ingin terus bisa bersama dengan Arka.


"Aku tidak ingin Banyak penolakan dari kamu, data-data kamu dan aku akan aku suruh orang kepercayaan aku mengurus nya, dan kita akan menikah di sini!" ucap Arka langsung.


"Tapi!" ucap Alena lagi, belum selesai bicara Arka langsung mengehentikan kata-kata Alena dengan ciuman di bibir Alena.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2