
***Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S***
Arka tidak terima dengan kata-kata Elsa pada istri nya.
"Eh ibu kalau berbicara tolong fikir-fikir dulu yah, istri saya dengan niat nya baik-baik datang ke sini dan mendapat kata-kata dari ibu yang menuduhnya," ucap Arka Marah.
Elsa pun diam.
"Saya minta Bapak bawa istri nya dari sini," ucap Arka.
Suami Elsa pun membujuk nya agar pergi dari sana karena dia juga kasihan melihat Tari.
Elsa lagi-lagi harus meninggalkan anak nya dengan emosi.
di sana pun sudah bubar dan hanya tinggal mereka berempat saja.
"Saya akan mencarikan tempat tinggal yang lebih layak untuk kalian berdua! Daniel bawa adik mu ke dalam mobil!" ucap Arka.
"Tidak perlu pak, saya tidak mau merepotkan Bapak!X ucap Daniel menolak dengan lembut.
"Saya tidak menerima penolakan, ini itung-itung kamu sudah mau bantuin saya waktu mabuk! walau pun Tampa sepengetahuan saya kamu mengirimkan video waktu saya mabuk pada Alena!" ucap Arka.
"Maaf kan saya pak!" Hanya itu yang keluar dari dalam mulut Daniel.
"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi, sekarang ikut lah dengan kami!" ucap Arka.
"Tapi!" ucap Daniel.
"Sudah lah mas, tidak perlu di tolak lagi niat mas Arka juga baik Tari juga butuh tempat yang baik, kasihan dia!" ucap Alena.
Alena Pun mendekati tari yang dari tadi terisak-isak.
"Tari! kamu yang sabar yah!" ucap Alena mengelus pundak Tari namun tiba-tiba tangan nya di tepis oleh tari.
"Kami tidak butuh bantuan dari kamu, mendingan sekarang kalian pergi dari sini!" ucap Tari dengan lantang nya.
Alena, Daniel dan juga Arka kaget sikap tari pada Alena.
Arka segera menarik tangan Alena dan pergi dari tempat itu dengan wajah marah.
Daniel Sudah Sangat tidak enak dengan Arka dan Alena dia melihat tajam ke arah adik nya itu.
"Kenapa sih Tari sifat buruk kamu itu tidak bisa di ubah, Abang heran sama kamu!" ucap Daniel.
"Abang sudah tau kan dari Dulu aku gak suka sama Alena z dan mengapa Abang membawa dia ke sini!" ucap Tari.
__ADS_1
"Jaga sikap dan tau diri lah Tari!" ucap Daniel karena dia sudah sangat tidak sabar dengan adik nya itu.
Di dalam mobil Arka diam saja.
"Mas kamu kok ninggalin mereka begitu saja sih!" ucap Alena.
"Tampa aku jelaskan kamu pasti sudah tahu alasan nya, aku paling tidak suka sama orang yang tidak tau diri, wajar saja jika dia dapat musibah seperti itu!" ucap Arka karena sudah terlanjur emosi.
"Tapi mas walaupun seperti itu mereka adalah keluarga ku!" ucap Alena.
"Aku gak suka kamu di gituin sayang," ucap Arka.
"Tapi aku mau kamu tetap bantu mas Daniel yah, kasihan dia mas!" ucap Alena.
"Iyah aku akan minta seseorang untuk membantu nya!" ucap Arka.
"Terimakasih mas, aku yakin kamu adalah orang baik!" ucap Alena tersenyum.
"Sungguh wanita yang baik hati! bahkan mereka sudah menuduh kamu yang enggak-enggak namun kamu masih mau membantu nya!" batin Arka sambil melihat ke arah Alena.
Tidak beberapa lama kemudian mereka sampai di rumah.
Alena langsung masuk ke kamar mandi karena dia sangat gerah.
Namun Arka mengetuk pintu kamar mandi saat Alena masih di dalam.
"Tok.. tok.. tok.." ketukan pintu.
"Mau ikut juga!" ucap arka.
"Hah! kamu ngomong apa mas?" tanya Alena karena suara Arka terlalu kecil.
"Mau ikut mandi juga, boleh gak?" tanya Arka.
"Sabar yah mas, aku sebentar lagi siap kok!" jawab Alena karena dia fikir arka meminta dia cepetan mandi.
"Aku mau ikut mandi juga sayang!" Ucap Arka dengan suara sedikit keras.
Alena membuka pintu kamar mandi sedikit.
"Ada apa mas, aku tidak mendengar nya di dalam air hidup jadi gak kedengaran!" ucap Alena dari balik pintu.
Namun tiba-tiba Arka mendorong pintu sehingga Alena panik. Arka memandangi tubuh Alena yang di tutup dengan tangan saja.
"Kamu mau ngapain mas? aku belum selesai mendingan kamu keluar!" ucap Alena.
Arka tidak perduli, arka membuka baju nya dan membasahi dengan air.
Alena bingung dengan suami nya itu.
Perlahan Alena mendekati Arka dengan tubuh telanjang nya.
__ADS_1
"Kenapa? gak malu lagi?" tanya arka sambil menyampoi rambut nya.
"Bukan gitu mas tapi kan aku lagi mandi!" Ucap Alena.
Arka mendekati Alena sehingga Alena berjalan mundur sambil ke dinding.
Arka menatap tajam mata Alena sehingga menatap bibir seksi milik Alena.
Namun entah angin apa Alena memeluk pinggang Arka yang hanya mengunakan celana boxcer.
Arka tersenyum dia pun memeluk tubuh Alena dan meraba-raba tubuh Alena.
Alena sangat menikmati sentuhan Arka perlahan Bibir mereka pun sudah menyatu sudah membalas satu sama lain.
Arka menghidupkan air agar sabun yang di tubuh nya hilang, Arka meminta Alena agar memandikan nya walaupun malu-malu Alena harus melakukan itu.
Mereka berdua sudah selesai mandi, tiba-tiba Arka mengangkat tubuh Alena keluar dari kamar mandi dan membaringkan di kasur.
"Aku ingin malam ini kamu melakukan tugas mu!" bisik arka.
Perlahan Arka melepaskan handuk yang ada di badan Alena.
Arka menciumi seluruh lekuk tubuh milik Alena Tampa ada yang tidak tersentuh dengan mulut nya.
Alena sangat lah menikmati nya sehingga Tangannya menarik rambut Arka.
Arka kembali lagi mencium bibir Alena dan tangan nya di kedua gunung kembar milik Alena.
"Badan mu sangat menggoda sayang!" bisik Arka.
"Sudah lama aku menginginkan ini, dan aku yakin malam ini adalah malam terbaik yang aku jalani!" ucap Arka.
"Tapi aku takut mas!" ucap Alena.
"Kamu takut kenapa?" tanya arka heran.
"Sakit!" ucap Alena malu-malu.
"Tenang saja aku akan melakukan nya dengan lembut karena aku tidak ingin wanita ku kesakitan!" ucap Arka.
Arka melanjutkan aksi nya lagi sekarang pandangan nya sudah pada barang milik Alena ya itu mahkota nya.
"Aku ingin memiliki mu seutuhnya!" ucap Arka sambil tersenyum pada Alena.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1