Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 121


__ADS_3

Arka melihat ke arah Tania.


Arka mendekati nya dan mengelus pucuk kepala Tania.


"Om tau kamu pasti merindukan Nenek dan ibu mu namun karena kamu takut kamu tidak bilang, tapi buat saat ini mereka harus tau akibatnya dan kamu akan aman bersama om nak, dan suatu saat nanti kamu akan bertemu Ayah mu!" ucap Arka dan a mencium kening Tania.


Tiba-tiba Tania terbangun.


"Nenek!" Panggil Tania.


Arka mencoba menenangkan Tania agar tidur lagi.


"Kenapa om mencium Tania?" tanya Tania.


"Tidak ada orang lain yang mencium Tania selain Nenek, kenapa Om mencium Tania?" tanya Tania.


Arka terdiam dia sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan gadis kecil itu.


"Itu adalah tanda jus dari om Arka untuk anak cantik dan baik seperti Tania," ucap Arka sambil tersenyum.


Tania Menatap Wajah Arka yang terlihat manis saat tersenyum.


"Sudah kamu tidur lagi yah!" ucap Arka.


Namun tiba-tiba Tania duduk.


Tania memerhatikan dada Arka.


"Kenapa? Kamu tidur lagi yah!" ucap Arka sambil membantu Tania berbaring lagi.


Tania segera menutup mata nya.


Dia sangat ingin memeluk Arka itu lah sebab nya dia memandangi dada Arka.


Arka menggosok-gosok punggung Tania agar cepat tidur, Tania yang di perlakukan seperti itu oleh Arka pun sangat senang.


Bahkan dia bisa melupakan Nenek nya yang selama ini dengan nya hanya karena kasih sayang Alena dan Arka yang sangat tulus pada nya.


dan juga keluarga Alena Sangat lah suka pada nya karena dia anak pintar dan baik dan tidak banyak tingkah seperti anak yang lain nya.


Alena yang baru saja masuk ke kamar dia melihat Arka yang berbaring di samping Tania.


"Mas!" Panggil Alena.


Arka menoleh ke arah Alena.


"Tidur lah ini sudah malam!" ucap Arka dia berbaring dengan benar dan menutup matanya.


"Huff seperti nya mas Arka Masih marah sama aku!" batin Alena.


Dia pun ikut tidur di kasur di samping Tania.


"Loh Tania kok bangun lagi!" ucap Alena karena di saat Alena berbaring tiba-tiba saja Tania membuka mata nya.


Tania Memeluk Alena dia menenggelamkan wajah nya di badan Alena dan dia tertidur.


Arka melihat ke arah Alena.

__ADS_1


"Dia tadi terbangun dan memanggil Nenek nya!" ucap Arka.


"Hmm, apa tidak sebaiknya kita mengantarkan nya ke rumah Nenek nya mas? Aku memerhatikan nya dia selalu saja diam, seperti nya dia sangat rindu dengan nenek nya!" ucap Alena.


"Sudah lah besok saja di bahas, ini sudah sangat malam!" ucap Arka dia menutup mata nya.


Alena hanya bisa Menghela nafas dia pun memejamkan mata nya.


Sementara di luar Sarah dan juga Tari serta Elsa sudah tidur.


Daniel dan juga Ayah nya tidur di ruang tamu.


Sudah hampir dua jam Alena berusaha memejamkan mata nya namun tak juga bisa tidur dia melihat jam sudah jam satu malam.


"Kenapa malam-malam seperti ini aku pengen nasi goreng!" Batin Alena.


Perlahan Alena Turun dari kasur dan keluar dari kamar.


Dia melihat suasana rumah sudah sangat sepi.


Namun mata nya tidak sengaja melihat foto Nenek nya yang terpajang di pintu kamar Tari.


Seketika Alena memalingkan pandangan nya.


"Aku tidak akan melihat nya lagi, kalau aku melihat nya aku bisa sedih berlarut-larut, aku sudah sangat susah untuk seperti saat ini, ku mohon pada diri ku sendiri jangan sedih dan ingat lah kesehatan mu!" ucap Alena pada diri nya sendiri.


Namun tidak bisa dia tetap ingin melihat foto itu.


Seketika air mata nya keluar.


Alena Melihat ke arah Arka yang sudah berdiri di belakang nya.


Arka langsung memeluk Arka.


"Aku rindu sama almarhum nenek mas!" ucap Alena.


"Hmm, sudah lah kamu harus iklas kita dari sini hanya bisa mengirim doa saja, percuma saja kamu menangis Nenek tidak akan hidup lagi!" ucap Arka langsung.


"Kamu ngapain tengah malam seperti ini di sini?" tanya Arka.


Alena menghapus air mata nya melepaskan pelukannya.


"Aku lapar mas, mau makan nasi goreng!" ucap Alena.


"Huff, apa aku bilang kan tadi kamu makan dulu! tapi kamu gak mau sekarang kamu malah kelaparan!" ucap Arka.


"Aku udah makan tadi mas, tapi aku lapar!" ucap Alena.


"Hmm malam-malam gini mau cari nasi goreng kemana! Kamu ada-ada sih!" ucap Arka.


"Aku bakalan masak mas, mendingan kamu tidur lagi deh dari pada makin Marah sama aku!" ucap Alena.


"Apa? Kamu mau masak! Gak boleh! nyium aroma dapur saja kamu sudah pusing," ucap Arka.


"Tapi aku lapar mas, aku gak bisa tidur!" ucap Alena.


"Biar aku aja yang masak!" ucap Arka.

__ADS_1


Alena Menatap Arka.


"Jangan bercanda deh mas, aku nih lapar beneran!" ucap Alena.


"Aku tidak bercanda, aku serius!" ucap Arka.


"Mendingan gak usah deh mas, kamu yang gak pernah megang pisau dapur aja soksoan mau masak nasi goreng!" ucap Alena.


"Kamu jangan remehkan aku yah, aku bisa masak!" ucap Arka dia masuk ke kamar dia mengambil handphone dan juga masker.


"Nih pakai! temenin aku masak!" ucap Arka sambil memberikan masker kepada Alena.


Alena tidak banyak protes dia mengikuti apa kata Arka.


Alena Sangat tidak percaya dengan Arka akhirnya dia pun membantu semua nya terlihat sangat kacau oleh Arka.


Arka menyerah karena sama sekali tidak mengerti akhirnya dia membiarkan saja Alena yang menyudahi nya.


Setelah masak Alena membawa ke Meja makan.


Arka melihat Alena yang makan dengan lahap nya.


"Enak gak?" tanya Arka.


Alena mengangguk dia mengambil satu sendok dan menjulurkan ke mulut Arka.


"Makasih yah mas!" ucap Alena.


"Makasih untuk apa?" tanya Arka.


"Makasih udah mau susah-susah masak nasi goreng untuk aku!" ucap Alena.


"Ini yang masak bukan aku, tapi kamu! Aku mah bisa nya berantakin dapur aja!" ucap Arka.


Alena tertawa kecil.


"Soal tadi aku minta Maaf yah mas!" ucap Alena.


"Hmm, mas yang harus minta maaf karena udah bentak kamu!" ucap Arka.


"Aturan nya aku harus lebih sabar sama sifat kamu yang lagi seperti ini!" ucap Arka.


Alena tersenyum.


"Aku janji gak akan ngambek-ngambek lagi dan buat kamu Marah!" ucap Alena sambil tersenyum.


"Huff, percuma saja kamu janji kalau selagi kamu hamil kata-kata kamu gak bisa aku pegang!" ucap Arka.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2