
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
"Bukan kamu yang salah!" ucap Wijaya.
Aris pun datang membawa teh tiga gelas.
"Kamu tidak perlu susah-susah untuk memikirkan uang yang saya kasih, itu saya anggap sebagai tanda minta maaf saya, kamu tidak perlu membayar nya." ucap Wijaya.
"Utang-utang tetap utang pak, saya akan membayar nya, dan jika saya tidak di terima lagi di perusahaan bapak saya juga akan mencari pekerjaan di luar!" ucap Alena.
"Jika kamu menolak nya berarti kamu tidak memaafkan saya, dan juga saya tidak mau kamu keluar dari perusahaan saya!" ucap Wijaya.
Alena Tersenyum. karena pak Wijaya sangat baik pada nya.
"Terimakasih pak, namun kalau kerja sebagai pembantu Tuan muda, saya gak bisa lagi pak!" ucap Alena.
Wijaya terdiam. karena kedatangan nya ke sini adalah untuk membujuk Alena kembali lagi kerja dengan Arka.
Wijaya benar-benar melihat perubahan Arka Ketika dengan Alena, Arka sudah bisa lebih tanggap pada perusahaan.
"Bapak masih sangat Butuh kamu! Bapak Butuh kamu untuk merubah anak saya, saya mau sifat buruk Arka itu hilang, dan saya yakin kamu lah yang bisa," ucap Wijaya.
Alena pun terdiam.
Karena dia tidak ada Niat lagi untuk kembali kerja dengan Arka.
"Saya tau kamu pasti berat untuk memikirkan ini, tapi Saya sangat meminta pada kamu untuk kembali lagi kerja dengan Arka, Saya akan menjamin jika kejadian ini tidak terulang lagi, dan Aris akan selalu memantau nya," ucap Wijaya.
"Dan jika ini terjadi lagi kamu bisa pergi dan mengundurkan diri Begitu saja, saya tidak akan keberatan!" ucap Wijaya. Dengan sungguh-sungguh sementara Alena hanya diam saja.
"Saya akan membantu kamu di mana kamu butuhkan, Namum kali ini saya minta bantuan pada kamu, saya tau kamu adalah gadis yang baik!" ucap Wijaya.
"Maafkan saya pak, saya belum bisa jawab saat ini ijinkan saya memikirkan nya dulu!" ucap Alena.
Wijaya pun mengerti. dia pun menginyakan.
"Saya mengerti ini berat untuk kamu, tapi setelah ini kamu bisa Sabar sedikit lagi untuk bekerja dengan anak saya!" ucap Wijaya.
"Kalau begitu kami pulang dulu yah, udah sore! permisi," ucap Wijaya setelah menghabiskan minun nya.
entah mengapa dia sangat Yakin Alena lah yang bisa membuat anak nya itu berubah.
Dia pun mehela nafas panjang dan keluar dari rumah itu.
__ADS_1
"Kami pamit yah!" ucap Aris, Alena hanya membalas dengan senyuman.
"Cepat sembuh!" ucap Aris.
Dan segera menyusul Wijaya yang pergi Terlebih dahulu.
Alena menatap kosong ke arah Berkas-berkas yang ada di atas meja nya.
"Argh!!" Alena menghempaskan kertas itu semua.
"Ibu! Ayah! Alena bingung!" teriak Alena.
Lagi-lagi dia harus menangis.
terduduk di lantai dia mengingat semua yang di lakukan oleh Arka pada nya.
Di tempat lain Arka sedang duduk termenung di ruang tamu dia terus memerhatikan pintu rumah nya itu.
Dia berharap Alena datang.
Ada rasa bersalah di hati nya, karena dia sudah tau jelas kenapa Alena pergi dari rumah nya.
Entah mengapa rasanya sangat hampa ketika Alena pergi begitu saja tampa pamit pada nya.
Hari pun semakin malam, Sarah sudah ada di rumah Alena untuk merawat nya.
Sarah memang sistim orang tidak ingin banyak tanya dan juga pengertian dia pun tidak bisa apa ketika Alena memilih untuk minum obat dari apotik itu.
Di kamar Arka dia tak kunjung bisa tidur dia sangat kefikiran Alena yang dia dengar kurang enak badan.
Dia melihat gitar yang di sudut kamar nya, dia memainkan nya menghilangkan rasa tidak enak hati nya.
Dia melihat jam sudah jam sepuluh malam Namun mata nya tak kunjung ngantuk dia sangat Kefikiran Alena, dan juga dia tau jika Alena hanya tinggal sendiri.
Sarah malam ini menginap di rumah Alena, karena itu adalah permintaan teman nya itu.
Tiba-tiba Bel rumah Alena berbunyi lagi, Alena yang tidak bisa tidur Nyenyak pun terbangun, dia melihat ke arah jam ternyata sudah jam sepuluh lewat.
Dia melihat ke arah Sarah yang tertidur nyenyak di samping nya, mau tidak mau dia yang harus turun ke bawah.
Dia juga penasaran siapa yang datang.
Alena membuka pintu nya.
Dia melihat Arka yang berdiri di depan pintu nya, tiba-tiba dia langsung menutup namun Arka menahan nya.
"Aku mau bicara!" ucap Arka.
__ADS_1
"Saya minta maaf Tuan, hari sudah malam, mendingan tuan pulang!" ucap Alena.
"Kenapa kamu tidak ke kantor?" tanya Arka.
"Mungkin Tuan sudah tau alasan nya," ucap Alena dari balik pintu.
"Kata Aris kamu kurang enak badan! tapi kenapa kamu pergi dari rumah saya Tampa Pamit apa pun, kamu tidak ada punya etika!" ucap Arka lagi.
Alena terdiam.
"Saya ingin bicara sama kamu, buka pintu nya!" ucap Arka, Alena pun membuka nya namun tak mempersilahkan masuk.
"Nih!" ucap Arka. dia memberikan bungkusan CFC pada Alena.
Alena mengambil nya.
"Saya minta maaf perbuatan saya kemarin! jujur saja saya tidak sadar kan diri!" ucap Arka.
"Bagaimana tuan tidak sadar kan diri, Tuan ingat saya, tuan mengatai-ngatai saya, apa tuan bilang masih tidak sadar kan diri?" tanya Alena dengan nada marah walau tidak menguatkan suara nya.
Arka pun terdiam. Dia memerhatikan Alena yang sangat pucet dan sangat lemas.
"Sekarang Tuan bisa pergi!" ucap Alena menutup pintu nya. namun lagi-lagi Arka menahan nya.
"Saya tidak mau kamu mengundurkan diri!" ucap Arka karena Wijaya sudah mengirimkan Gmail pengunduran diri Alena ke pada Arka.
Yah wajar saja jika Wijaya marah pada Arka, Namum Arka tetap saja. tidak mau mendengar kan kata-kata Ayah nya itu.
"Saya tidak sanggup kerja dengan tuan jika Tuan tidak bisa menghargai orang lain!" ucap Alena.
"Saya mohon!" ucap Arka menatap serius ke wajah Alena.
"Saya akan memikirkan nya lagi Tuan!" ucap Alena dan menutup rapat-rapat pintu nya.
dia meletakkan CFC yang di berikan oleh Arka di atas meja, karena dia tidak ada nafsu untuk mengisi perut nya.
Dia kembali lagi ke kamar nya, sementara Arka Berdiri termenung di depan pintu rumah Alena.
Hari mulai dingin dia pun pulang dengan keadaan masih merasa bersalah.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
terimakasih 🙏***.
__ADS_1