
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Alena tersenyum.
"Hati-hati!" ucap Alena.
"Iyah! nanti kalau dokter nya udah datang, kabarin aku yah," ucap Arka dan segera keluar dari kamar Alena.
Dia menenteng Kemeja, jas, dan juga handphone di tangan nya, entah mengapa tiba-tiba dia senang saja, bahkan dia lupa hari ini dia akan bertemu Siapa.
Dia langsung pulang ke rumah nya dan segera mandi, setelah rapi dia langsung ke rumah Ayah nya.
Setelah sampai di sana, dan benar saja, semua orang sudah berkumpul di rumah Wijaya dan menunggu kedatangan nya saja.
Sudah ada Clara, tiba-tiba Clara mendekati Arka.
"Kamu dari mana aja sih, kami sudah menunggu mu," ucap Clara.
Arka memerhatikan semua yang datang, dia mencari keberadaan paman nya.
"Paman sam mana?" tanya Arka.
"Paman sam tidak datang, baik lah kamu sudah di sini, pembicaraan kita pun di mulai," ucap Wijaya.
Padahal Clara sudah cemberut, karena merasa di cuekin, Arka melepaskan tangan Clara dari lengannya dan duduk.
"Maksud kedatangan kami di sini, kami ingin membicarakan hari pernikahan kalian," ucap Ayah Clara.
"Bukan nya kemarin sudah sepakat yah, kami buat sementara dekat dulu, saling mengenal, dan jika kami sudah siap, kami akan menikah," ucap Arka.
"Tapi aku udah siap sayang," sambung Clara.
"Kamu diam dulu!" ucap Arka dengan Nada kesal.
"Mau dekat sampai seperti apa, kalian sudah sama-sama dewasa, nunggu apa lagi, kami juga ingin di masa tua kamu ini, kami bisa menggendong Cucu dari anak-anak kami," ucap Ayah Clara.
"Saya belum siap Pak, Jika kalian ingin putri kalian cepat menikah, nikahkan saja dengan orang lain, saya tidak bisa!" ucap Arka.
"Ngomong apa kamu Arka! cabut kata-kata mu itu!" ucap Wijaya dengan nada marah.
"Bagaimana sih, kok jadi seperti ini, kami tidak ingin kami di permainkan seperti ini," ucap Ayah Clara.
__ADS_1
"Sekali lagi saya minta maaf Buk, pak, semua yang ada di sini, awal nya saya yakin akan menjalin hubungan dengan Clara, namun saya tidak mau menikah dengan perempuan yang mempunyai hubungan gelap dengan laki-laki lain di luar sana!" ucap Arka Langsung.
"Apa maksud kamu Arka!" ucap Clara, semua nya menatap heran pada Arka.
Sementara Wijaya sudah sangat emosi, dia sangat malu, Arka pun mengeluarkan handphone nya, dan menunjukkan foto yang di ambil nya tadi malam.
Orang tua Clara Melihat nya, mereka sangat terkejut.
di foto itu sangat jelas sekali, Clara yang di rangkul oleh laki-laki itu yang tak asing di mata Ibu nya, dan juga Clara yang memeluk pinggang laki-laki itu.
Clara Melihat foto itu.
Lalu ibu dan ayah nya menatap marah pada Clara.
Semua nya sudah sangat kaget dan tidak menyangka itu, Wijaya hanya bisa diam saja.
"Itu Bohong Ayah! itu hanya rekayasa saja!" ucap Clara.
"Ayah tidak bodoh Clara! Ayah sudah berapa kali peringatan kamu, jangan pernah lagi dekat dengan laki-laki kurang ajar itu," Ucap ayah Clara sangat emosi.
Karena laki-laki itu adalah mantan kekasih Clara, Nama nya Romi.
Dia pria yang sangat kasar, dan juga penjudi, dia bisa nya Minta uang pada Clara, dan Clara sangat cinta mati pada nya.
Kembali lagi pada Arka dan Clara.
Clara hanya bisa diam saja,
"Kalian sudah tau kan di mana salah nya sekarang, dan saya ingin Perjodohan ini di batalkan, dan pertunangan semua perjanjian dia batal kan, karena saya sudah punya calon sendiri," ucap Arka.
Wijaya Langsung Menatap ke arah Arka.
"Mungkin Ayah tidak akan terima, Namun jika Ayah tetap ingin menjadikan Clara sebagai menantu Ayah, Arka tidak bisa Ayah, Arka minta maaf," ucap Arka.
Keluarga Clara sudah sangat malu, karena perilaku anak nya itu.
Wijaya pun hanya bisa diam, dia juga Sangat kesal, karena semua nya bisa Batal begitu saja.
Dia sangat tidak mempermasalahkan Clara selingkuh dengan siapa, bahkan dia hanya ingin perusahaan nya Bekerjasama dengan perusahaan Clara, hanya itu lah yang diinginkan nya.
Tiba-tiba Handphone Arka Berdering dia segera keluar, dan menjawab telepon dari Alena.
"Halo! Gimana dokter nya udah datang?" tanya Arka.
"Udah!" jawab Alena.
__ADS_1
"Hasil pemeriksaan nya gimana?" tanya Arka.
"Aku hanya demam biasa aja kok, kata nya karena kecapean," ucap Alena.
"Ooh ya udah kamu istirahat dulu yah, aku lagi di rumah ayah, handphone nya aku matiin dulu," ucap Arka dan mematikan sambungan telepon.
Arka masuk lagi, dan Keluarga Clara sudah mau pulang.
Keluarga nya kelihatan sangat malu.
Wijaya dan Sepupu nya sedang duduk terdiam di Sofa.
"Kalau gitu, Arka Pulang dulu, masih ada urusan!" ucap Arka.
"Arka!" Panggil Wijaya, Arka pun menoleh kearah Wijaya.
"Ayah tidak mau tau, kamu harus tetap menikah dengan Clara," ucap Wijaya.
"Coba ayah Pikir-pikir lagi apa yang ayah ucap kan, Arka pamit," ucap Arka dan segera meninggalkan rumah Ayah nya itu.
Sementara di tempat Alena dokter baru saja pulang, namun ternyata Daniel datang berkunjung ke rumah nya.
Alena Terpaksa harus duduk di Sofa,
"Ngomong-ngomong kamu kok bisa sakit gini sih, tadi malam sehat-sehat aja tuh," ucap Daniel.
"Entah lah mas, kata dokter sih Demam biasa aja, karena kecapean, tapi rasanya badan nih remuk semua," ucap Alena.
"Hmm, pria yang semalam di mana?" tanya Daniel.
"Dia sudah pulang mas," jawab Alena,
Mereka berbincang-bincang asik, karena mereka juga sudah saling merindukan, dan kebetulan sekali bisa bertemu Tampa sengaja.
Alena memang sangat akrab dengan Daniel dari dulu, beda sekali dengan Alena dengan Tari.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,
terimakasih 🙏.
S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S***
__ADS_1