Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 104


__ADS_3

***Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S***


Arka merasa penasaran dengan perempuan itu karena tumben-tumbenan orang datang mencari nya dan datang ke rumah nya Tampa membuat janji terlebih dahulu.


"Berapa lama dia di sini!" tanya Arka lagi.


"Nona itu tidak lama Tuan, dia hanya bertanya Tuan ada di rumah atau tidak, bahkan dia tidak pernah keluar dari mobil nya!" ucap Pelayan itu.


Arka masuk ke ruangan CCTV dan memanggil penjaga nya memeriksa cctv depan rumah.


Arka dengan seksama Melihat rekaman cctv itu, namun sama saia Wajah perempuan itu tidak kelihatan karena hanya di dalam mobil saja.


Namun Arka selalu fokus pada Plat mobil nya.


"Kenapa aku tidak asing dengan plat nomor itu, dan juga warna mobil itu!" batin Arka.


Arka melihat jam tangannya sudah jam sepuluh lewat, dia harus segera ke kantor.


Di tempat lain, Alena sedang duduk di ruang tamu menunggu pak Wijaya yang kata para pelayan sedang mandi.


Akhirnya pak Wijaya turun juga menyusul Alena ke bawah.


"Selamat pagi pak!" sapa Alena berdiri dari duduknya.


"Maaf sudah membuat mu menunggu, duduk lah!" ucap Wijaya.


"Maaf bapak merepotkan mu untuk datang ke sini!" ucap Wijaya.


"Tidak apa-apa pak, kebetulan Alena udah ambil libur hari ini!" ucap Alena.


"Makasih banyak yah, karena kamu akhirnya Arka mulai memperdulikan bapak!" ucap Wijaya.


Alena bingung.


"Maksud bapak apa?' tanya Alena.


"Bapak yakin ini semua pasti karena nasehat kamu pada Arka agar bisa memaafkan dan menerima bapak kembali jadi ayah nya, Bapak Sangat senang ketika Arka memperdulikan kesehatan Bapak!" ucap Wijaya dengan wajah tersenyum.


"Oohh ternyata ini yang di maksud pak Wijaya mengucapkan terimakasih, karena mas Arka mulai pada nya, tapi aku sama sekali tidak ada menasehati mas Arka," Batin Alena.

__ADS_1


"Tapi pak, bapak tidak perlu berterima kasih seperti ini, saya tidak ada menasehati Tuan muda, mungkin dia sendiri yang ingin berubah!" ucap Alena.


"Tidak! Bapak percaya ini semua karena kami, semenjak kedatangan kamu, Arka Sudah banyak berubah, dan Bapak mau kamu jadi anak angkat Bapak jadi adik untuk Arka!" ucap Wijaya.


Alena terdiam.


"Aku harus Jawab apa yang Allah!" Batin Alena.


"Bapak juga ingin kamu tinggal di sini bersama Bapak," ucap Wijaya.


"Bapak mohon! ini permintaan Bapak pada mu, jangan di tolak yah nak." ucap Wijaya dengan serius.


Alena memerhatikan wajah Wijaya yang sangat berharap, Alena juga tidak enak menolak nya, takut seperti kemarin pak Wijaya kecewa lagi dan merajuk.


"Ya udah Pak, Alena mau! tapi Alena masih bisa kan tinggal di rumah Alena?" tanya Alena.


"Terimakasih nak, tentu saja kamu bisa tinggal di sana, tapi jadikan lah ini rumah utama kamu!" ucap Wijaya terlihat senang.


Alena pun tersenyum.


Malam hari Alena baru saja selesai masak karena permintaan pak Wijaya.


"Wah! ternyata masakan kamu makin hari makin enak yah!" puji pak Wijaya.


Alena tersenyum dan lanjut menyuapi nasi ke mulut nya, sebenarnya dia sangat lah canggung namun dia harus terbiasa.


"Kenapa malam ini? besok saja kamu pulang! Bibi tadi udah nyiapin kamar kamu!" ucap Wijaya.


"Masih banyak yang harus Alena Ambil dari rumah pak!" jawab Alena.


"Oh ya sudah, tapi besok kamu Segera lah ke sini!" ucap Wijaya pasrah. Alena pun menginyakan.


Namun sebelum pergi Wijaya meminta Alena untuk melihat kamar nya, yang di lantai dua tepat di samping kamar Wijaya dan kamar Arka dulu.


Alena tau dari penjelasan Bibi yang mengantar nya.


Alena terpenganga Melihat kamar nya, Sangat cantik mewah dan rapi serta sangat luas.


"Pak Wijaya juga sudah banyak membelikan baju untuk nona jadi kalau nona tinggal di sini tidak perlu repot-repot bawa baju lagi!" ucap Bibi itu.


Alena membuka lemari lagi-lagi dia sangat takjub karena banyak nya baju-baju mewah di lemari kamar nya.


"Ini serius untuk aku bik?" tanya Alena.


Bibi itu tersenyum.

__ADS_1


"Pak Wijaya baik banget sih, bagaimana kalau sebenernya dia tau hubungan kami, apa dia akan seperti ini terus, aku semakin tidak enak," Batin Alena.


Setelah selesai melihat-lihat kamar nya, hari pun semakin gelap alena mencari Wijaya untuk pamit pulang.


Ternyata pak Wijaya Sudah istirahat ke kamar nya.


Alena tidak enak pulang kalau tidak ijin dulu dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Wijaya.


"Masuk!" ucap Wijaya dari dalam.


"Eh kamu Alena! bagaimana dengan kamar kamu? suka!" tanya Wijaya yang membenarkan duduk nya karena dia sedang membaca buku sambil bersandar.


Alena berjalan mendekati Wijaya.


"Apa kamar dan barang-barang yang bapak belikan tidak berlebihan! Alena gak pantes untuk mendapatkan itu pak!" ucap Alena.


Wijaya terkekeh.


"Kamu ngomong apa sih, itu adalah pemberian bapak untuk kamu, bapak sudah lama merencanakan itu, karena bapak Sangat ingin mempunyai anak perempuan!" ucap Wijaya.


"Gak usah banyak fikiran seperti itu, kata nya hari ini kamu mau pulang, segera lah pulang, entar keburu larut malam!" ucap Wijaya dengan lembut.


Alena pun menyalim tangan Wijaya.


"Mari non saya antar!" ucap Supir yang di suruh oleh pak Wijaya Mengantar Alena.


"Tidak perlu pak, saya pakai taksi saja!" ucap Alena.


"Ini perintah Pak Wijaya non!" ucap Supir itu lagi.


Akhirnya dengan perasaan tidak enak hati, Alena pun mau.


"Pak Wijaya Sangat berlebihan, aku semakin tidak enak hati!" Batin Alena.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di depan rumah nya namun mata nya langsung tertuju pada mobil Arka yang terparkir di halaman rumah nya.


"Gawat nih kalau sempat supir tau kalau mas Arka di sini!" Batin Alena.


"Sampai di sini saja pak, bapak langsung pulang saja!" ucap Alena memberhentikan mobil masih jauh dari gerbang karena belum sampai di halaman rumah saja mobil Arka Sudah kelihatan.


Untung nya supir itu tidak curiga dia pun Memberhentikan mobil, dan Alena memastikan kalau supir itu telah pergi baru Alena masuk ke halaman rumah nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2