Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 81


__ADS_3

Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca


Sesampainya di kamar mandi Alena tiba-tiba saja jadi malu.


"Eits kamu mau ngapain mas?" tanya Alena menahan tangan Arka yang hendak membuka baju nya.


"Yah mau buka baju lah, nama nya juga mau mandi!" ucap Arka memasang wajah bingung pada Alena.


"Tapi!" ucap Alena.


"Gak ada tapi-tapian sekarang kamu buka baju dan mandi lah!" ucap Arka sambil mengunci pintu kamar mandi.


"Kan aku udah bilang aku bakalan pakai basahan!" ucap Alena.


"Entar gak bersih mandi nya sayang! aku janji aku gak ngapa-ngapain kamu kok!" ucap Arka menyakinkan Alena sambil membuka baju nya.


Setelah Arka membuka baju nya dan juga celana nya dia menoleh ke arah Alena.


Ternyata Alena Sudah membelakangi nya dan menutup mata nya rapat-rapat.


Tiba-tiba Arka mendekati Alena dan membuka piyama Alena.


"Aaaah!" jerit Alena saat Sadar sekarang baju nya sudah terbuka karena di paksa oleh Arka.


"Kamu apa-apaan sih mas!" ucap Alena membuka mata nya memasang wajah Marah dan Untung saja dia masih pakai Tentop.


"Kamu gak percaya yah sama aku, aku gak akan ngapa-ngapain kamu, aku hanya butuh kamu untuk membantu aku membersihkan punggung ku!" ucap Arka.


Alena memerhatikan Arka yang sudah telanjang Entah mengapa Seketika dia merinding ketika melihat Badan Arka sangat kekar.


"Ku mohon cepat lah, kamu bilang akan ngajak aku ke sesuatu tempat!" ucap Arka.


Alena dengan malu-malu membuka Tentop nya dan juga semua pakaian nya selain Pakaian dalam nya.


Arka memerhatikan tubuh Alena yang nyaris sempurna di mata nya, air liur nya Seketika mau keluar.


Entah mengapa si Joni nya tiba-tiba ingin berontak kelur dan tidak nyaman di sarang nya.


Arka segera mengalihkan pandangan nya dan mengguyur tubuh nya dengan Air.


Alena pun membantu Arka untuk menggosok badan Arka dengan sabun, Arka Sangat menikmati nya.


Arka pun gantian dengan Alena, awalnya Alena tidak ingin namun Arka memaksa nya.


Arka pun mulai menyentuh punggung mulus dan lembut milik Alena.


Mata nya langsung tertuju pada Leher Alena dan juga rambut nya sedikit basah.


"Nih kamu sabunan lah sendiri, badan mu sangat menguji diri ku!" ucap Arka tidak kuat dan memberikan sabun pada Alena dia pun segera membersihkan tubuhnya dan menyudahi mandi nya.

__ADS_1


Alena Menatap bingung pada Arka yang keluar langsung.


"Huff kenapa lagi dia!" batin Alena dia pun segera mandi dengan benar dan juga setelah selesai mandi dia segera keluar dengan balutan Handuk di dadanya.


Dia melihat Arka yang baru saja selesai Memasang baju namun masih mengunakan handuk di pinggang.


"Cariin aku celana biasa!" ucap Arka pada Alena.


Alena yang mendengar itu pun segera menuju ke arah lemari yang khusus untuk baju Arka dia buat.


Dia pun memberikan Arka celana lepis warna Dongker dia pun juga langsung memasang baju.


Tiba-tiba Arka mendekati Alena dan memeluk dari belakang sehingga dia bisa mencium aroma Handbody yang baru saja di pakai oleh Alena.


Arka mencium leher Alena.


"Aku sangat tidak sabar menjadi suami kamu yang sesungguhnya!" bisik Arka sehingga Alena bisa merasakan hembusan nafas Arka di leher nya.


Tiba-tiba Alena berbalik badan dan melihat ke arah Arka.


"Rambut kamu masih basah, keringing dulu!" ucap Alena sambil m memberikan Hair dryer.


"Huff aku Fikir kamu akan memeluk ku!" ucap Arka sedikit kesal dan mengambil Hair dryer.


Alena hanya tersenyum saja karena suami nya itu sangat lah banyak ingin di belay oleh nya.


Akhirnya mereka siap dan Sudah rapi.


Sementara Arka mengunakan Levis dan juga baju kaos warna putih sangat sederhana namun sangat cocok pada nya.


Mereka pun segera berangkat.


Kali ini Mereka di supirin oleh supir pribadi Arka.


Alena dan Arka duduk di belakang.


"Sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Arka bingung karena dari tadi mereka belum juga sampai.


"Udah ikut aja!" ucap Alena.


"Hmm!" ucap Arka.


Tidak beberapa lama mereka singgah ke Supermarket Alena segera belanja.


Beras, minyak, sabun dan juga masih banyak yang lainnya untuk keperluan dapur.


Arka Sangat bingung namun Alena selalu melarang Arka kepo.


Supir membawa belanjaan itu ke dalam mobil sampai bagasi mobil penuh.


"Mas aku pakai dulu yah, aku belum ada uang!" ucap Alena sambil menunjuk kartu ATM milik Arka karena Alena yang memegang dompet Arka.


Arka hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Mereka pun segera berangkat lagi tidak beberapa lama mobil pun berhenti di sebuah bangunan yang tidak terlalu besar dan bisa di bilang sederhana dan tertulis di depan nya.


Panti asuhan Farma.


"Panti asuhan? kita ngapain ke sini?" tanya Arka bingung.


"Udah deh kamu ikut aja!" ucap Alena dan turun dari mobil.


Alena pun menyuruh supir agar menurunkan semua barang-barang dari mobil.


Saat Alena dan Arka memasuki yayasan itu tiba-tiba datang ibu-ibu yang berseragam Rapi menyusul mereka.


"Alena!" ucap Salah satu ibu itu.


Alena hanya tersenyum sambil menjabat kedua tangan ibu itu.


"Kenapa datang ke sini gak ngabarin dulu Alena!" ucap ibu Sinta ketua yayasan.


"Aduh buk maaf yah gak kefikiran, lagian saya juga sudah lama tidak dari sini!" ucap Alena sambil tersenyum.


Ibu itu pun menoleh ke arah Arka yang hanya diam saja.


"Bukan kah ini Pak Arkanja sakan?" tanya ketua yayasan itu.


"Oh iya buk," ucap Arka sambil tersenyum.


"Tidak nyangka banget seorang Pengusaha mau singgah di yayasan kami ini!" ucap ketua yayasan itu sangat senang.


"Oh iya buk ini kami ada bawa makanan dan juga sembako harap di Terima!" ucap Alena.


"Ya ampun kok repot-repot sih Alena, kamu sudah sangat banyak berdonasi ke yayasan ini dan sekarang kamu sangat banyak membawa barang-barang sembako!" ucap ibu itu.


Alena hanya tersenyum.


"Ya udah kalau gitu kita masuk dulu, akan kami buat kan teh!" ucap Ibu Tina Guru yayasan itu.


Alena dan Arka pun masuk.


"Ih iya buk Tasya mana?" tanya Alena setelah sampai di ruang tamu.


"Tasya sedang tidur! Apa kamu mau kami membawa nya ke sini?" tanya Ketua yayasan.


"Tidak perlu buk, biar kami saja yang ke kamar nya nanti!" ucap Alena.


"Oohh kalau begitu Ibu mohon diri sebentar yah memeriksa anak yang baru saja keluar dari kelas!" ucap ketua yayasan itu.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2