
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Arka Melihat ke arah Alena yang hanya menunduk.
"Tunggu semua nya, kalian tidak bisa main hakim sendiri dari mana kalian tau jika mereka tidak suami istri," ucap Pak RT yang baru saja datang.
Seketika warga yang tadi sangat ribut sekarang sudah mulai diam.
"Kami sangat kenal jelas Siapa Pria ini, Dan setau kami dia belum mempunyai istri," ucap pria itu.
Karena kedatangan Arka dan Alena sudah di perhatikan oleh warga dari tadi sore.
Flash back to...
Suprapto dan Supriyanto baru saja keluar dari rumah Yang di tempati oleh Arka dan Alena.
Tiba-tiba saja dia terkejut karena sudah melihat warga berkumpul di depan gerbang rumah itu.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu kenapa berkumpul di sini?" tanya Suprapto.
"Tidak apa-apa! Hanya saja penasaran Siapa yang datang dengan mobil mewah itu, apa itu adalah Pak Wijaya?" tanya Salah satu Ibu-ibu.
"Bukan! itu Pak Arka Anka pak Wijaya! dia datang bersama istri nya!" ucap Suprapto.
"Mereka akan Tinggal di rumah nenek nya, karena besok mereka Akan jiarah!" ucap Supriyanto lagi.
"Istri? Bukan nya Anak pak Wijaya belum menikah, bahkan kabar nya saja dia batal menikah," ucap salah satu bapak-bapak itu lagi.
"Apa kah seperti itu? tapi Pak Arka bilang dia bersama istri nya, dan mereka akan tinggal satu rumah di sini!" ucap Suprapto.
"Ini tidak benar! kita harus lurus kan ini, kita boleh biar kan kampung kita ini kelak karena perlakuan mereka," ucap warga.
"Tenang dulu pak, buk. Kita bisa seperti ini, mereka bukan orang sembarangan, bisa-bisa kita terkena masalah nanti!" ucap Suprapto.
"Jangan mentang-mentang dia orang terpandang, kaya dan tidak orang sembarangan, dan melakukan hal yang sembarang di sini!" ucap warga lagi.
"Betul, Betul sekali, kita harus memastikan langsung dan jika benar mereka harus kita usir dari sini!" ucap Warga lain nya sudah heboh.
Mereka semakin ramai Walau pun sudah malam mereka tidak perduli.
__ADS_1
Suprapto dan Supriyanto mencoba menahan mereka untuk masuk mengganggu Arka dan Alena.
namun mereka tidak bisa melarang mereka.
Warga pun masuk begitu saja ke rumah itu karena kebetulan pintu tidak di tutup, karena Arka lupa menutup saat mengambil barang-barang dari mobil.
Flash back off....
"Sabar pak, sabar buk, Kalau seperti ini kita sama saja tidak memberikan ketenangan pada tamu kampung kita ini," ucap pak RT.
"Sebelum nya saya Minta maaf atas ketidak nyamanan Bapak di sini, namun sebagai kenyamanan dan juga nama baik Kampung ini, kami ingin tau apa kah benar perempuan yang saat ini bersama Anda Bukan istri Bapak?" tanya pak RT itu dengan sopan.
Arka pun mulai membuka mulut.
"Memang dia bukan istri saya, tapi dia adalah tunangan saya, kami akan menikah di sini!" ucap Arka langsung.
Terpaksa dia berbohong karena tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya jika Alena hanya pacar nya saja.
Bisa-bisa orang berfikir jika Alena adalah simpanan nya.
"Tapi kalau boleh Saya kasih saran! Sebelum kalian menikah seharusnya kalian tidak boleh tinggal satu rumah hanya berdua saja," ucap Pak RT lagi.
"Benar, Itu sama saja kalian berji*ah!" teriak warga lagi.
Arka sama sekali tidak meladeni kata-kata warga yang menyalah kan nya karena percuma menanggapi orang bodoh bagi nya.
"Sebelum kalian menikah Kami mohon untuk tinggal lah berpisah Atau ada anggota keluarga yang lain tinggal di sini?" tanya Pak RT lagi.
"Tidak ada Pak!" jawab Arka.
"Baik lah kalau begitu, Bapak bisa ikut saya untuk sementara tidur di rumah saya, dan mbak ini akan di temani oleh putri saya!" ucap pak RT.
Tidak ingin banyak masalah lagi, Arka dan Alena pun menyetujui nya.
Pak RT yang melihat warga hanya diam saja pun langsung menyuruh nya untuk minta maaf.
Semua warga pun minta maaf dan semua nya pun bubar.
Tinggal lah Pak RT, Arka dan Alena.
"Terimakasih yah pak Telah bantu kami!" ucap Alena.
sementara Arka hanya diam saja.
__ADS_1
Sebenarnya dia sangat kesal namun dia mencoba menjaga Etika agar nama nya tidak semakin jelek.
"Ini sudah tugas bapak, Kalau boleh tau nama kamu Siapa?" tanya Pak RT pada Alena.
"Oh iya pak kenalin nama saya Alena!" ucap Alena sambil tersenyum.
"Kalau begitu kami langsung pergi yah!" ucap pak RT.
"Mari Pak!" ajak Pak RT pada Arka yang hanya diam memasang wajah datar nya.
"Bagaimana dengan Calon istri saya pak? saya tidak akan pergi kalau dia belum ada yang menemani di sini!" ucap Arka dengan tegas sangat beda waktu di depan warga banyak.
"Saya sudah meminta putri saya untuk datang ke sini, sebentar lagi dia akan sampai, Dan juga Bapak harus melapor diri dulu ke Kantor pos," ucap Pak RT.
"Ya ampun, ribet banget sih mau tinggal di sini, biasa nya juga tidak seperti ini," batin Arka.
"Tapi tunggu betul-betul putri bapak sampai di sini, baru kita pergi!" ucap Arka.
Bapak RT itu menghela nafas panjang dia pun hanya bisa diam.
"Kamu pergi lah! aku tidak apa-apa sendiri di sini, aku tidak ingin ada salah paham lagi!" ucap Alena lembut.
"Tapi!" ucap Arka.
"Udah! gak usah khawatir, lagian putri bapak ini bentar lagi sampai!" ucap Alena.
"Hmm, ya sudah kami pergi dulu! ingat lah jaga diri ku baik-baik!" ucap Arka lesu.
Alena pun tersenyum mereka pun segera keluar dari rumah itu meninggal Alena.
Namun setelah sampai di halaman rumah ternyata putri pak RT sudah tiba di sana.
"Assalamualaikum Ayah! Maaf Tia telat tadi Tia singgah dulu ke toko untuk membeli sesuatu!" ucap Tia sambil tersenyum.
"walaikumsalam, kamu langsung masuk lah Jangan lupa kunci rumah ini sudah malam!" ucap pak RT.
Tia pun tersenyum dan sambil memandangi Arka yang sangat tampan namun berwajah datar bahkan sama sekali Arka tidak menoleh nya.
"Mari pak kita Segera Pergi!" ucap pak RT berjalan terlebih dahulu.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏 S S S S S***