Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 188


__ADS_3

Alena menitipkan Tania Kepada para pelayan. Setelah itu dia keluar dari rumah.


Namun tiba-tiba dia cegah oleh para anak buah suruhan Arka sebelum keluar dari teras rumah.


"Ada Apa?" tanya Alena Heran.


"Maaf buk kami hanya melaksanakan tugas saja, selama kami belum dapat perintah kalau IBu boleh keluar kami tidak akan mengijinkan nya!" ucap salah satu Bodyguard.


"Tapi saya mau ke kampus!" ucap Alena.


Body Guard itu diam karena mereka hanya melakukan tugas saja.


Alena tidak perduli dia pun menerobos saja namun body Guard tak kunjung mengijinkan nya.


Alena terus saja berontak sehingga Tania keluar karena mendengar suara ribut-ribut.


"Maaf Buk, bukan nya kami lancang tapi dia ini juga kebaikan untuk ibu sendiri!" ucap body Guard itu.


"Awas saja kalian yah, saya akan melaporkan ke suami saya!" ucap Alena dia pun menelpon nomor Arka namun tak juga di jawab.


Alena Semakin emosi, bahkan yang tadi nya dia mau ke kampus dengan semangat sekarang tidak lagi dia masuk ke dalam rumah dengan keadaan hati yang kurang baik.


Tania memerhatikan Alena.


Di tempat lain Wijaya menemui intan Sebelum di mintai keterangan sebagai korban penculikan oleh intan.


Intan Melihat ke arah Wijaya.


Namun dia langsung menunduk.


"Duduk!" ucap Wijaya pada intan yang berdiri.


Intan mengikuti kata-kata Wijaya.


"Bagaimana kabar kamu nak?" tanya Wijaya dengan lembut sambil memegang tangan intan yang di borgol.


Intan hanya diam saja.


"Maafkan Bapak yah tidak bisa mengeluarkan kamu dari sini, Bapak tau kamu tidak ingin di sini tapi bukti terlalu kuat!" ucap Wijaya.


"Saya tidak butuh bekas kasihan anda! bukan kah ini yang anda mau!" ucap intan.


Wijaya terdiam.


Sebenarnya Wijaya tidak tega melihat intan di jeruji besi itu, karena dia juga tau betul betapa sakit nya di dalam penjara, dia sudah menganggap Intan seperti Anak nya sendiri karena intan Sudah Sangat baik pada nya.

__ADS_1


"Baiklah jika tidak ada yang mau di bicarakan lagi, saya akan kembali kedalam!" ucap intan Berdiri dari Duduk nya.


Namun tiba-tiba Wijaya ikut juga berdiri.


"Tatap wajah Bapak intan! Bapak tau kamu pasti kuat!" ucap Wijaya sambil tersenyum.


"Kenapa senyum itu sangat hangat bagi ku," Batin intan.


Namun intan segera menepis pikiran nya dia langsung masuk ke dalam jeruji karena sudah di buka oleh pengawas itu.


Wijaya pun pergi sambil berjalan Air mata nya keluar.


"Ayah kenapa menangis?" tanya Arka yang tidak sengaja melihat Wijaya.


"Ah tidak!" ucap Wijaya langsung menghapus air mata nya.


"Sudah giliran Ayah untuk di wawancarai!" ucap Arka tidak terlalu mengambil pikiran masalah Wijaya menangis tanpa di kasih tau pun Arka Sudah tau jika Wijaya menangis karena intan.


Arka tau jelas bagaimana jika ayah sudah menyanyangi seseorang yang sudah di anggap nya anak sendiri apalagi perempuan seperti intan dan Alena.


"Hmm Ayah mau ngomong nak!" ucap Wijaya.


"Ngomong apa Ayah?" tanya Arka.


"Ayah mau laporan ini di cabut dan keluar kan intan dari penjara Sebelum sidang!" ucap Wijaya.


"Apa maksud Ayah! Bagaimana bisa Arka mencabut laporan sementara yang dia lakukan saja sudah fatal dan Jika dia tidak di kasih pelajaran dia semakin merajalela!" ucap Arka.


"Tapi Arka! Ayah tau persis apa yang dia rasakan saat ini," ucap Wijaya.


"Maaf Ayah, Arka tidak bisa karena banyak yang bisa bahaya karena dia!" ucap Arka meninggalkan Wijaya.


Wijaya terdiam dia duduk di kursi panjang itu sehingga dia sampai di panggil oleh petugas.


Dan ternyata dia sana juga sudah ada Sam dan juga ibu intan.


Di dalam jeruji intan menangis dia meratapi nasibnya,


"Ayah! Aku tidak ingin dia penjara!" Batin intan.


"Kenapa sekarang aku sangat merasa bersalah telah melakukan semua ini dan telah membahayakan kesehatan pak Wijaya sementara dia sangat baik pada ku!" Batin intan.


"Ayah! aku rindu Bantu lah aku ayah, aku bingung harus berbuat apa sekarang, aku ingin pulang Ketemu sama Tania dan juga pulang ke rumah, sementara sekarang ibu sama sekali tidak datang dan menemani aku di sini!" batin intan lagi.


Sementara Dirga dia datang menemui intan.

__ADS_1


Intan di perbolehkan keluar dari jeruji intan Fikir kalau itu adalah ibu nya namun seketika dia mau masuk lagi.


"Intan!" Panggil Dirga.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Intan.


"Duduk lah dulu aku mau bicara!" ucap Dirga.


Intan ngikutin kata-kata mantan suami nya itu.


"Kamu habis Nangis?" tanya Dirga.


"Cepat apa yang mau kamu katakan!" ucap intan sambil menyembunyikan wajahnya.


"Maaf kan aku yang selama ini telah meninggal kan dan mengabaikan Kalian tapi kali ini aku sangat ingin bertemu dengan anak aku!" ucap Dirga.


Intan terdiam dia memikirkan Kenapa Dirga yang minta maaf kepada nya sementara dia yang telah meninggal kan Dirga dan juga menjauh dari Dirga.


"Pasti anak kita sudah besar kan, bahkan aku tidak tahu dia laki-laki atau perempuan, pasti nya dia kalau perempuan dia pasti cantik seperti kamu dan kalau laki-laki dia pasti berbadan kekar!" ucap Dirga.


Entah mengapa tiba-tiba Intan merasa bersalah telah memisahkan mereka bahkan Melihat Dirga menceritakan anak yang belum pernah dia Gendong itu sangat ceria.


Dirga Melihat ke arah intan yang menundukkan.


"Maaf kan aku yang tidak bisa seperti laki-laki yang kamu inginkan, dan juga karena aku kamu harus menjaga anak kita sendiri!" ucap Dirga lagi.


Intan Mengangkat kepala nya Menatap Dirga dan ternyata air mata nya sudah keluar.


"Kok jadi nangis sih, kata-kata aku ada yang salah yah!" ucap Dirga dengan lembut dia berbicara pada intan.


Dirga juga mengeluarkan sapu tangan dari kantong nya dan memberi kan pada intan.


"Aku tau kamu adalah perempuan kuat, kamu hanya cukup sabar dan mengiklaskan semua nya aku yakin kamu akan intan yang dulu, intan yang mempunyai hati lembut baik peduli dan juga wanita kuat!" ucap Dirga.


"Maafkan aku! Aku minta maaf, aku udah banyak salah sama kamu," ucap intan seketika nangis nya pecah.


Dirga yang mendengar tangisan intan Sangat pilu terdengar jelas oleh nya kalau intan Sangat hancur.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2