Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 162


__ADS_3

"Kamu mau cari makan ke mana?" tanya Aris.


"Yang mana aja asal yang bersih!" ucap Alena.


"Oohh ya udah kalau gitu sama aku aja yah, kebetulan aku juga belum makan siang!" ucap Aris.


"Gak usah kak, Aku bisa sendiri kok Lagian udah mesan ojek tadi!" ucap Alena.


"Kali ini kamu gak bisa nolak, wajah kamu sangat pucet aku yakin kamu lagi kurang sehat! Sekarang kamu ikut aku cari makan!" ucap Aris.


Namun ternyata gojek yang Alena pesan sudah datang, Aris menyusul gojek itu dan memberi uang gojek itu pun pergi.


"Loh kok malah pergi kak?" tanya Alena Heran.


"Aku yang minta! Karena aku gak yakin kamu bisa sendiri kamu harus ikut sama aku dan kita periksa sama dokter!" ucap Aris.


"Masuk yah!" ucap Aris memasang wajah lembut.


Akhirnya Alena pun mau dalam hati nya semoga dia tidak bertemu dengan Arka bisa-bisa Arka salah paham lagi.


Di Perusahaan Shengu Ajeng baru saja kembali dari perusahaan kerajaan Finansial karena dia ada kerjaan di sana.


Dia masuk ke ruangan Arka memberikan laporan pada bos nya itu.


Ternyata Arka tidak di sana.


"Loh pak Arka di mana yah!" Batin Ajeng dia pun bertanya pada karyawan yang lain ternyata Arka Sudah keluar dari jam sepuluh tadi dia hanya sebentar saja di kantor.


Ajeng pun meletakkan laporan di atas meja namun dia penasaran dengan laci meja Arka yang sedikit terbuka dan ada satu lembar kertas yang jatuh Ajeng berniat ingin merapikan dan memasukkan ke dalam laci meja.


Ajeng Membuka laci dan dia sangat kaget melihat foto pernikahan yang ada di dalam laci itu.


Dia mengeluarkan nya dari laci dan melihat nya dengan jelas sambil menutup mulutnya.


"Bu Alena ternyata adalah Istri pak Arka!" ucap Ajeng.


"Kenapa aku sangat bodoh! Kenapa aku baru tau!" Batin Ajeng.


"Pantesan saja Waktu itu Bu Alena memasang wajah beda saat di Cafe itu!" Batin Ajeng.


"Aku harus ketemu Bu Alena agar dia tidak salah paham!" ucap Ajeng dia segera keluar dari ruangan Arka.

__ADS_1


Namun seketika langkah nya terhenti dia melihat jam dan ternyata masih jam satu lewat.


"Bagaimana bisa aku mencari Bu Alena sedangkan aku saja tidak tau alamat nya di mana, nomor telepon nya saja tidak punya!" ucap Ajeng.


Dia sudah tidak nyaman lagi dia takut Alena mikir macem-macem tentang dia dan Arka.


Ajeng masuk ke ruangan nya.


"Tapi yang aku heranin kenapa pak Arka Sangat bersifat manis pada ku, sementara dia udah punya istri baik dan cantik seperti Bu Alena!" Batin Ajeng.


Di Sebuah restoran Alena turun dari mobil Aris, dia memilih menu makanan namun satu pun tidak ada yang sesuai selera nya.


Dia hanya memesan Teh aja, sementara Aris makan.


"Aku pulang duluan aja yah kak, seperti nya badan aku kurang enak!" ucap Alena menahan mual nya karena takut Aris tidak selera makan.


"Aku akan antar kamu!" ucap Aris segera menyudahi makan nya yang baru habis setengah.


"Gak usah kak," ucap Alena langsung.


"Kenapa? Bukan nya kamu kurang enak badan! Nanti kamu terjadi apa-apa di jalan gimana!" ucap Aris.


"Enggak kok kak, kakak tenang aja, Alena Masih kuat kok!" ucap Alena.


"Plis kak kali ini bukan nya menolak kebaikan kakak, tapi kakak harus ingat kalau Aku Sudah punya suami!" ucap Alena. Aris pun diam.


"Aku tau Kakak khawatir sama Alena! Tapi kalau Kakak nganterin aku pulang, mas Arka lihat dia bisa salah paham!" ucap Alena.


"Kenapa kamu terlalu memikirkan dia, sementara dia tidak memikirkan kamu, jujur saja Kakak tidak bisa melihat kamu tersakiti dan sakit seperti ini!" ucap Aris.


Alena diam.


"Apa kamu dengan Pak Arka Sudah baikan?" tanya Aris.


Alena mengangguk, dia berbohong karena tidak ingin Aris sibuk mengurus diri nya.


Aris mengusap wajah nya kasar. Entah mengapa dia tidak rela Alena memaafkan Arka.


"Kalau gitu Alena pulang yah kak, makasih udah mau peduli sama Alena! Aku harap Kakak jangan melakukan dan bersifat pada ku berlebihan lagi yah takut ada yang lihat!" ucap Alena sambil tersenyum.


Namun tiba-tiba Aris untuk pertama kalinya menarik tangan Alena agar tidak pergi. Alena menoleh ke arah Aris.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Alena! Kakak bingung harus apa!" ucap Aris.


Alena terkejut dengan ungkapan Aris, sudah dua kali Aris mengungkapkan perasaannya.


"Gak mungkin kak, Kakak bercanda kan, Kakak tau sendiri kalau Aku Sudah menikah!" ucap Alena.


"Aku bisa memberikan lebih dari pada yang diberikan Arka smaa kamu Alena! Asal kamu bahagia sama aku, aku yakin Arka tidak serius dengan kamu!" ucap Aris seketika kata-kata itu keluar saja dari mulut nya.


Tiba-tiba Alena menghempaskan tangan Arka.


"Alena mohon sama Kakak mulai dari hari ini jangan terlalu ikut campur lagi dengan rumah tangga ku. Asal Kakak tau Sekarang Alena mengandung anak mas Arka!" ucap Alena dengan lantang.


Aris kaget dia melihat ke arah perut rata Alena.


Alena Sangat Marah dia pun meninggalkan Aris namun lagi-lagi Aris menahan nya lagi.


"Maaf Alena!" ucap Aris dan memeluk erat tubuh Alena, Alena kaget dan semua yang di cafe pun heboh dan ada paparazi yang mengambil gambar mereka.


Alena langsung mendorong tubuh Aris dari nya dan menampar nya.


"Aku gak nyangka kakak mempunyai sifat egos!" ucap Alena dia segera pergi.


Aris pun sudah bingung harus apa dia sangat hancur ketika mengetahui Alena hamil.


Dia keluar dari Restoran itu mengejar Alena namun ternyata Alena Sudah pergi dengan Taksi.


Aris masuk ke dalam mobil dengan perasaan hancur dan Air mata di pipi nya dia singgah ke sebuah masjid meminta pengampunan di sana karena telah terlalu egois.


Alena tidak lagi balik ke kampus dia langsung pulang ke rumah nya setelah sampai di rumah dia langsung sholat.


Dia mengingat terus pelukan Aris yang bagaikan tusukan bagi nya dia tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya karena Alena melihat orang mengambil foto mereka.


Alena merendam diri nya di kamar mandi sambil menangis.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Selamat membaca 🙂***


__ADS_2