
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Arka dan Wijaya pun berangkat ke Kantor.
Setelah mereka pergi Alena Masuk ke kamar nya untuk melanjutkan membuka kado-kado yang ada di sana mumpung dia belum ada jam kuliah.
Hari sudah siang Alena baru saja selesai kuliah namun tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk oleh pelayan kalau pak Wijaya dan Arka Sudah pulang.
"Mengapa mereka sangat cepat pulang!" batin Alena dia pun segera turun ke bawah dan ternyata benar Arka dan Wijaya Sudah Duduk di meja makan.
"Alena! mari kita makan Siang!" ajak Wijaya Alena pun mengiyakan namun dia tidak lupa untuk menyalim tangan Suaminya.
Alena pun ikut bergabung dengan Arka dan mertua nya makan siang.
Setelah selesai makan Arka ingin segera mandi dan dia terlebih dahulu naik ke atas untuk membersihkan tubuh nya.
"Ayah dengar kamu tidak mau berhenti bekerja di perusahaan yah?" tanya Wijaya pada Alena yang hendak menyinpan piring kotor.
"Hmm. Ini pasti dari mas Arka pak Wijaya tau!" Batin Alena.
"Alena hanya bosan saja di rumah dan hanya kuliah saja!" ucap Alena.
"Kata Arka benar, kamu berhenti lah Bekerja, sekarang kamu harus fokus sama Kuliah dan Pada Suami kamu!" ucap Wijaya.
"Tapi Ayah! Alena Masih ingin kerja!" ucap Alena masih ngotot mau bekerja.
"Ayah minta sama kamu, kali ini nurut lah ini juga demi kebaikan kamu dan Arka!" ucap Wijaya.
Alena tidak ingin lagi menolak karena tidak enak pada pak Wijaya.
"Baik lah Ayah!" ucap Alena dengan nada rendah.
Wijaya tersenyum.
"Mungkin kamu Fikir kalau Ayah memecat kamu, itu sama sekali tidak benar, Ayah Sangat menyukai kenerjamu namun tidak mungkin kamu bekerja sambil kuliah dan juga ngurus Suami mu!" ucap Wijaya.
Alena hanya diam saja.
"Ya sudah Ayah ke atas dulu yah, Ayah mau istirahat sebentar, nanti sore Ayah akan pergi Kontrol kesehatan!" ucap Wijaya. Alena pun mengangguk sambil tersenyum.
"Huff, Gak kebayang kalau sampai aku di rumah sendiri, pasti sangat sepi!" batin Alena.
Dia pun meninggalkan meja makan menghampiri suaminya.
"Mas! Kamu mau kemana?" tanya Alena karena Arka Pakai topi dan juga masker.
"Kamu siap-siap lah, kita akan menjenguk Bang Dirga!" ucap Arka.
__ADS_1
"Loh bukannya kamu sudah pergi tadi?" tanya Alena.
"Belum! Segera lah Siap-siap!" ucap Arka.
Alena pun segera Siap-siap.
Arka Sudah Terlebih dahulu ijin pada Wijaya mereka pun segera berangkat.
"Mas!" Panggil Alena.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Kamu kasih tau yah sama Ayah kamu kalau aku gak mau berhenti kerja?" tanya Alena.
"Hmm Emang kenapa?" Tanya Arka.
"Ayah meminta ku untuk berhenti bekerja!" ucap Alena dengan Lesu.
"Bagus dong Sayang, itu artinya kamu ayah minta kamu fokus sama aku dan kuliah kamu!" ucap Arka sambil tersenyum.
"Ih kamu kok gitu sih mas," ucap Alena Kesal.
"Hmm ya udah aku minta maaf, Ayah meminta kamu berhenti jadi sekretaris aku karena ayah menyarankan aku membawa kamu ke Amerika!" ucap Arka.
"Maksudnya?" tanya Alena.
"Kalau kamu jadi sekretaris aku, tentunya kamu tidak bisa ikut sama aku, Sangat besar tanggung jawab kamu di Perusahaan Shengu!" ucap Arka.
"Amin!" ucap Alena.
"Kamu gak marah lagi kan?" tanya Arka
Alena pun menggeleng.
"Berarti kamu udah mau berhenti kerja kan?" tanya Arka.
Alena mengangguk.
"Tapi aku mau kamu jangan terlalu melarang aku yah!" ucap Alena.
"Aku tidak akan melarang kamu, selagi masih wajar-wajar saja!" ucap Arka sambil mengelus kepala Alena dengan lembut.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit yang bilang sama Sekretaris Dirga itu.
Arka bertanya pada resepsionis, menanyakan Pasien yang bernama Dirga Sore kemarin datang ke rumah sakit, Ternyata benar ada.
Arka dan Alena langsung ke ruangan yang di tunjuk kan salah satu perawat.
Sebelum nya Arka Sudah membeli buah dan juga tisu serta minum untuk Dirga layak nya untuk menjenguk seseorang.
Dan benar saja Dirga terbaring lemas di Tempat tidur rumah sakit itu.
__ADS_1
"Eh Arka! Alena!" ucap Dirga sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
"Gimana bang keadaan nya?" tanya Arka.
"Yah beginilah, Maaf yah Abang gak datang waktu pernikahan kalian!" ucap Dirga.
"Gak apa-apa kak, yang penting Kakak cepat sembuh," ucap Alena.
"Terimakasih yah sudah mau datang jauh-jauh datang ke sini, dari mana kalian tau kalau aku di sini?" tanya Dirga.
"Dari sekretaris elu lah bang!" ucap Arka.
Mereka berbincang-bincang dan juga Arka membahas soal yang penting pada Dirga soal pekerjaan.
Tidak beberapa lama Alena dan Arka ijin pulang, Dirga lagi-lagi mengucap kan terima kasih pada mereka berdua Alena dan Arka keluar dari ruangan rawat Dirga.
Namun Mata Alena menangkap sesosok Daniel sepupu nya sedang mengikuti ranjang rumah sakit yang di dorong oleh perawat dan juga ada bibi dam paman nya.
Alena tidak bisa melihat siapa yang di tempat tidur itu seperti nya akan di pindahkan ke ruang rawat inap.
"Mas Daniel!" Panggil Alena.
Daniel yang mendengar itu pun menoleh ke arah Alena dan menghampiri nya sementara orang tua nya mengikuti tari masuk ke dalam.
"Siapa itu mas?" tanya Alena penasaran sementara Arka juga bingung kenapa ada Daniel dan Keluarga nya di sini.
"Itu Tari Alena! Dia sangat kritis!" ucap Daniel.
"Loh kok bisa mas?" tanya Alena panik.
"Panjang ceritanya Alena! Dia baru saja di keluarkan dari Ruangan ICU, karena nanti malam akan melakukan operasi angkat rahim!" ucap Daniel.
Arka dan Alena yang mendengar itu pun terkejut.
"Apa yang terjadi mas? kenapa bisa seperti itu?" tanya Alena bingung namun tiba-tiba Daniel di panggil oleh ibu nya.
Daniel meninggalkan Alena dan suaminya.
Alena Sangat panik dan juga khawatir.
Dia pun meminta ijin agar dia bisa menjenguk Tari sebentar pada Arka.
Awalnya Arka tidak mengijinkan namun Alena terus memohon dan akhirnya Arka pun mengijinkan namun harus ada dia.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya
Terimakasih 🙏***
__ADS_1