
Arka Melihat wajah Alena yang membuang pandangan nya ke arah lain.
Arka Melihat Alena yang sambil memegang perut nya.
"Aku mohon maafkan aku Alena! Aku janji tidak akan melakukan hal yang sama, kalau kamu tidak mau memaafkan aku tapi ingat lah anak kita yang di dalam perut kamu!" ucap Arka.
Namun Alena hanya diam saja.
"Kamu tau mas rasa sakit yang di hati aku, mungkin aku tidak pantas untuk kamu yang terlalu tinggi derajatnya!" batin Alena.
Tiba-tiba Arka bersikulutut di depan Alena sambil memegang tangan Alena.
Alena kaget melihat Arka yang bersikulutut di depan nya.
"Berdiri mas! Berdiri! Malu di lihat orang!" ucap Alena.
"Aku tidak akan berdiri kalau kamu gak mau memaafkan aku," ucap Arka.
"Berdiri mas!" ucap Alena lagi.
"Aku mohon Alena Maaf kan aku, dan pulang lah dengan ku!" ucap Arka dengan tulus pada Alena.
Alena diam perlahan air mata nya keluar.
Arka Melihat Alena menangis dia segera berdiri.
"Jangan nangis!" ucap Arka sambil menghapus air mata Alena.
"Bukan seperti ini yang aku mau mas, kamu bersikulutut di kaki atau mencium kaki aku, bukan itu mas!" ucap Alena.
"Aku tau kamu Butuh pembuktian, tapi kasih aku kesempatan satu kali lagi agar bisa membuktikan ucapan aku!" ucap Arka.
Alena tidak bisa berkata apa-apa lagi, di sisi lain dia Masih marah pada Arka namun melihat pengorbanan Arka dan ketulusan Arka meminta maaf pada nya dia pun tidak bisa mengeraskan hati nya.
Dia juga merasa tidak menghargai Suami nya, mau tidak mau Alena harus memberikan Arka kesempatan lagi.
Alena juga tidak ingin rumah tangga nya hancur begitu saja hanya karena salah paham karena semua nya bisa di bicarakan baik-baik.
Alena diam sambil menangis tanpa suara.
"Plis Alena! Aku butuh kamu aku juga ingin baik-baik demi anak kita!" ucap Arka sambil mengarahkan Wajah Alena agar Melihat ke arah nya.
"Kamu jahat mas! Kamu jahat!" ucap Alena Seketika nangis nya pecah dia memukul dada Arka.
"Demi apa pun akan aku lakukan asal aku bisa mendapatkan maaf dari kamu dan pulang lah dengan ku!" ucap Arka memeluk Alena agar berhenti memukul dada nya yang sudah sakit.
Karena badan nya juga sudah sangat Lemas, kepala nya sudah sangat berat mata nya sudah merah.
Alena menangis di dada Arka.
Arka Sangat merasa bersalah Melihat dan mendengar Alena menangis sejadi-jadinya karena kelakuan nya.
__ADS_1
"Ya Allah sungguh berat ujian yang kau berikan padaku, tapi berilah petunjuk dan jalan keluar nya!" batin Alena.
Alena yang dapat peluk Arka dengan ketulusan dia sangat merasa nyaman bahkan seperti tidak merasa kan nya satu tahun saja.
Cukup lama Arka memeluk Alena tanpa berbicara sehingga tangis Alena selesai.
Alena melepaskan pelukan Arka dari nya.
"Kamu maafin aku kan?" tanya Arka.
Alena mengangguk.
"Mungkin dengan cara aku memberikan kesempatan pada nya semua nya bisa berubah dan akan datang kebahagiaan kedepannya!" Batin Alena.
Namun tiba-tiba Arka pusing dia bersandar ke dinding hotel itu.
"Kamu kenapa mas?" tanya Alena.
"Aku pusing Banget badan aku dingin!" ucap Arka dengan suara lemas.
Alena panik dia pun membantu Arka berjalan masuk ke kamar hotel nya.
Alena membaringkan tubuh Arka di kasur dan menyelimuti nya dengan selimut tebal.
Alena langsung mencari obat mengurangi panas badan dan juga obat sakit kepala.
Alena mengompres badan Arka agar panas nya turun.
Alena memesan bubur untuk Arka dan setelah selesai makan Arka minum obat dan tidur.
Alena memandangi wajah Arka yang sangat pucet.
Namun tiba-tiba handphone nya Berdering itu dari Daniel.
"Bagaimana keadaan kamu Alena?" tanya Daniel.
"Sudah lumayan membaik mas cuman mual nya gak berhenti-henti," ucap Alena.
"Hmm itu biasa kalau lagi hamil muda, Tari waktu itu juga seperti itu, mas cuman mau ngabarin kalau malam ini mas jadi berangkat ke Bogor!" ucap Daniel.
"Iyah mas, hati-hati yah!" ucap Alena.
Karena sebelum nya Alena Sudah bilang juga kalau dia tidak jadi pulang karena tidak dapat Ijin kuliah online dari kampus.
"Ya udah mas tutup dulu yah telpon nya, Assalamualaikum!" ucap Daniel. Panggilan pun terputus.
"Gimana keadaan nya kak?" tanya Sarah.
"Alhamdulillah sudah lumayan membaik!" ucap Daniel.
Mereka sedang ada di rumah Daniel karena Sarah juga mau ikut ke kampung Daniel awalnya Daniel melarang namun Sarah terlalu memaksa akhirnya dia pun pasrah.
__ADS_1
Dia bingung harus jelasin apa sama keluarga dan juga warga kampung karena pasti semua nya beranggapan aneh-aneh apalagi penampilan Sarah yang Terlalu terbuka.
Di kamar hotel Alena.
Alena juga sangat lemas dia tidak bisa lama-lama duduk dia juga ikut berbaring di samping Arka.
Alena perlahan mengambil tangan Arka yang panas dan meletakkan nya di atas perut nya.
"Udah yah nak, kali ini kamu gak boleh ganggu mamah lagi yah tidur, nih udah ada tangan papah yang nemenin kamu!" ucap Alena sambil tersenyum.
Arka pun terbangun saat mendengar Alena berbicara.
Dia melihat ke arah Alena.
"Eh kamu kok bangun mas, aku ganggu yah!" ucap Alena Seketika mengawas kan tangan Arka dari perut nya.
Arka tersenyum, dia memaksa badan nya sedikit bergerak dan mencium kening Alena. Arka meletakkan lagi tangan nya di perut Alena.
"Berarti selama gak ada papah kamu nakal yah sama Mamah, kamu gak dengarin kata-kata papah, awas aja kamu!" ucap Arka dengan suara serak berbicara pada perut Alena.
Alena tersenyum.
"Masih sakit yah?" tanya Arka pada Alena.
"Sikit mas kalau kecapean," jawab Alena.
"Masih mual?" tanya Arka.
"Masih mas! Udah mas kamu tidur aja lagi biar badan kamu cepat sembuh kamu Demam Tinggi!" ucap Alena.
Arka tersenyum dia pun lanjut lagi berbaring.
"Kalau tangan nya pegal gak apa-apa kok kalau di lepas!" ucap Alena.
Namun Arka diam.
Alena pun ikut terdiam akhirnya mereka berdua tertidur di sore hari.
Di tempat lain Ajeng baru saja keluar dari ruangan nya dan kebetulan Aris juga.
"Gue mau ngomong sama Lo deh!" ucap Ajeng sambil menarik tangan Aris Masuk lagi ke ruangan nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1