
Aisyah tinggal di apartemen milik Aris karena Aris tidak tega melihat Aisyah yang selalu pelampiasan orang tua nya, Aris juga mau Aisyah aman.
Karena keluarga Aisyah juga sudah mempercayakan Aisyah pada Aris. Aris merasa mempunyai tanggung jawab untuk melindungi Aisyah.
Walaupun satu orang lain yang tau Aisyah tinggal di apartemen Aris.
Karena kalau ada yang tau, bisa-bisa ayah nya datang dan menjemput Aisyah.
Sekarang ini Aisyah harus mencari kerjaan paruh waktu untuk menghidupi diri nya sendiri.
Namun Aris tidak tau kalau Aisyah bekerja di sebuah Cafe karena kalau Aris tau dia pasti melarang, namun Aisyah tidak ingin terlalu merepotkan Aris, sudah lebih dari cukup bantuan Aris pada nya.
Setelah selesai menelpon Aris Masuk lagi ke dalam.
"Malam ini Ayah akan tidur di sini Aris! Kamu pulang lah ini sudah malam!" ucap Sam.
"Biar kan Aris saja Ayah!" ucap Aris.
"Besok Ayah tidak ada pekerjaan, kamu besok akan kerja jadi istirahat lah!" ucap Sam lagi.
"Iyah benar kata Ayah kamu! Pulang lah!" ucap Wijaya.
Aris tidak ingin terlalu banyak membantah akhirnya dia pun pergi dari rumah sakit.
Di tempat lain Alena terbangun dan menyadari bahwa adik nya tidak lagi di sana dan hanya ada dia dan Arka.
Alena melihat jam sudah jam delapan Malam.
"Ya Allah Kenapa sampai ketiduran lama sekali!" batin Alena
Dia mengawas kan tangan Arka dari perut nya, namun tiba-tiba Arka terbangun.
"Hmmmm, kamu mau kemana Sayang?" tanya Arka dengan suara serak nya.
"Mau keluar mas, ini sudah malam!" ucap Alena.
Arka bangun dari tidur nya.
"Siapin aku baju yah, aku mau mandi! habis dari kuburan aku belum ada mandi!" ucap Arka.
"Tapi baju kamu ada di dalam mobil mas!" ucap Alena.
"Nanti aku minta Supir nurunin yah!" ucap Arka.
Alena pun menginyakan, Arka keluar dan segera mandi ke kamar mandi yang hanya ada satu di rumah itu.
Alena berjalan ke ruang tamu ternyata sudah sepi, hanya ada Tari, dan juga anak-anak.
"Loh kok udah sepi! yang lain nya Kemana?" tanya Alena sambil duduk di dekat Tania yang hanya diam saja.
Tari menjelaskan kalau adik-adik Faisal sudah pulang sementara ibu dan Ayah nya pergi bersama Faisal dan Dewi ke rumah saudara.
__ADS_1
"Loh kenapa mereka tidak ada kasih tau sama Aku!" ucap Alena lagi.
"Tadi mbak tidur, kelihatan nya sangat Capek jadi tidak tega membangun kan nya!" ucap Tari.
"Kalau Mas Daniel sama Sarah mana?" tanya Alena.
"Mereka baru saja keluar mencari Cemilan!" ucap Tari.
"Ooh, bagaimana hubungan Sarah dengan mas Daniel?" tanya Alena. Tari Tersenyum.
"Kok malah senyum, mbak Nanya nih!" ucap Alena.
"Kalau masalah itu tari gak tau Mbak," ucap Tari.
"Hmm Gitu yah, tapi seperti nya mereka cocok deh, dan sekarang sudah makin dekat saja!" ucap Alena.
"Mereka memang sangat dekat mbak, tapi mana mungkin kak Sarah yang sangat kaya dan cantik mau sama mas Daniel orang yang sangat sederhana belum mempunyai masa depan!" ucap Tari lesu.
"Hus kamu jangan ngomong seperti itu, kalau jodoh gak akan kemana, harta, fisik itu tidak jadi masalah!" ucap Alena.
Tari hanya tersenyum saja.
Namun tiba-tiba dia terkejut karena Arka memanggil namanya sedikit keras.
"Alena!" Panggil Arka dari dalam kamar.
Alena segera ke kamar dan melihat Arka yang sudah selesai mandi.
"Ada apa mas?" tanya Alena.
"Oh iya mas, aku lupa!" ucap Alena dia segera keluar menarik koper ke dalam kamar karena asik Ngomong dengan Tari dia jadi lupa.
Setelah selesai pasang baju Arka meminta Alena untuk menyiapkan dia makan.
Wajar saja jika Arka lebih banyak minta pada istri nya itu, karena dia pasti sangat segan.
Alena membuka tudung nasi dan hanya ada Tumis, orang seperti Arka tentu nya tidak mau makan itu.
"Hmm apa tidak ada yang lain?" tanya Arka sambil memasang wajah lesu. karena dia kurang suka dengan yang berbau Tumis.
"Seperti nya tidak ada mas!" jawab Alena.
Arka memegang perut nya.
"Hmm ya udah aku masakin telur dadar sama ayam goreng yah!" ucap Alena.
"Kamu mana bisa Masak sayang! Yang ada bukan siap masak malah kamu nya mual-mual!" ucap Arka Mengingat Alena yang sangat sensitif dengan bau dapur.
"Jadi kamu mau makan pakai apa?" tanya Alena lagi dia juga sangat tidak ingin masak.
Tiba-tiba Sarah datang dengan plastik besar di tangan nya.
__ADS_1
"Hmm Suami istri lagi ngapain nih di meja makan!" ucap Sarah sambil meletakkan plastik di atas meja.
"Nih Mas Arka mau makan, tapi yang ada hanya Tumis saja, dia paling tidak suka Tumis!" ucap Alena.
"Susah juga yah bawa orang kaya ke desa seperti ini," ucap Sarah.
"Kamu juga gak suka Tumis kan!" ucap Alena lagi.
Tiba-tiba Arka tertawa meledek.
"Ih kamu kok Malah ngomong gitu sih Alena, jadi malu!" ucap Sarah.
"Nih tadi aku sama Kak Daniel beli Pecel Lele di kampung sebelah untuk kalian berdua, karena tadi ibu masak banyak tapi sudah habis sisa nya hanya tumis saja!" ucap Sarah.
Arka segera mengambil nya karena dia sangat lapar.
Sarah hanya bisa geleng-geleng saja.
"Ternyata orang kaya mau Makan masakan di pinggir jalan juga yah!" ucap Sarah lagi.
"Itu resikonya punya istri orang desa!" ucap Alena seketika mereka tertawa.
"Sarah!" Panggil Daniel.
Sarah menoleh ke arah Daniel yang menggendong Niko.
"Handphone kamu bunyi!" ucap Daniel.
Sarah pun mengambil handphone nya yang di letakkan di depan.
Sarah segera menjawab telepon keluar. Sudah bisa di duga Siapa lagi yang nelpon malam-malam seperti ini kalau bukan pria hidung belang.
"Kamu kenapa tidak makan?" tanya Arka Setelah selesai makan.
"Aku melihat kamu Makan kaya orang kelaparan saja sudah Kenyang!" ucap Alena.
"Emang aku lagi lapar Sayang," ucap Arka.
"Ya udah buruan kamu makan!" ucap Arka.
"Suapin!" ucap Alena sambil memasang wajah imut.
"Malu Sayang! Di sini gak cuman kita berdua aja!" ucap Arka.
"Huff, coba kalau di rumah kamu langsung nyosor aja, padahal di rumah juga sangat ramai!" sindir Alena.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***