
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu 🙏.
**Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin semua nya.
Kalau Author ada salah di maafin yah.
kalau ada yang mau ngucapin minal aidzin walfaidzin tulis di kolom komentar ya.
Biar rame 🥰
Selamat membaca 🙂**
Alena terlebih dahulu masuk ke dalam mobil setelah pamitan sementara Arka di panggil oleh Tante nya.
"Kamu duluan aja ke mobil yah!" ucap Arka ketika mendengar panggilan Tante nya. Tidak lupa Arka memberikan kunci mobil.
Alena tersenyum dan meninggalkan Rombongan keluarga Arka dengan perasaan sedih.
Arka berbicara dengan serius pada Tante nya.
Sementara Alena baru saja masuk ke dalam mobil tiba-tiba kaca mobil di ketuk oleh Aris dari luar.
Alena Mengingat Waktu Arka Marah dan bilang kalau dia tidak suka melihat Aris dekat dengan nya.
"Kak Aris mau ngapain yah!" Batin Alena dia pun menurunkan kaca mobil.
"Ada Apa Kak?" tanya Alena.
"Nih buat kamu!" ucap Aris sambil tersenyum. Menjulurkan paperbag berukuran sedang.
"Ini apa kak?" tanya Alena.
"Jilbab! Kamu pakai yah." ucap Aris sambil tetap tersenyum walau Alena sama sekali tidak tersenyum.
"Makasih yah kak, Alena pasti pakai kok, kalau gitu Alena tutup lagi yah Kaca nya!" ucap Alena takut Arka salah paham.
"Hmm tunggu dulu!" ucap Aris menghentikan niat Alena menutup kaca.
"Jangan sedih yah!" ucap Aris.
Alena diam seakan Aris tau kalau Alena lagi Sedih.
"Senyum Dong! Biar tambah cantik!" ucap Aris sambil membuat jari nya di bibir nya.
Alena Seketika tersenyum karena Aris memasang senyum paksaan sehingga terlihat lucu.
"Nah gitu dong, kalau gitu aku pulang duluan yah. Assalamualaikum!" salam Aris.
"Walaikumsalam!" jawab alena dan segera menutup Kaca.
Dia melihat paper bag dan membuka nya dan ternyata isi nya jilbab pasmina warna abu-abu.
__ADS_1
"Kenapa yah kak Aris sama yang sekarang beda banget dulu dia sangat cuek sementara sekarang dia sangat peduli sama aku, bahkan dia tau aku lagi Sedih, seingat aku di waktu Tante Arka bahas kehamilan dia tidak ada di sana!" Batin Alena.
Seketika dia terdiam dan memasang wajah sedih sambil mengelus perut nya.
Seketika air mata nya menetes.
"Ya Allah berikanlah kepercayaan untuk kami!" batin Alena.
Namun tiba-tiba Arka masuk ke dalam mobil dia melihat Alena yang langsung menghapus air mata nya.
Arka mengambil Tisu dan memberikan pada Alena.
Arka hanya diam dan segera melajukan mobil pulang ke rumah.
Setelah sampai di rumah Alena Segera melaksanakan sholat isya Begitu juga dengan Arka.
"Kamu jangan ambil hati yah kata-kata Tante aku tadi!" ucap Arka sambil memegang tangan Alena yang duduk termenung di atas kasur.
Alena menoleh ke arah Arka.
"Aku yakin kamu juga ingin kan punya anak! Tapi kamu tidak enak untuk menyampaikan nya sama aku!" ucap Alena.
Arka diam.
"Aku perempuan yang tidak bisa melengkapi keluarga kita, aku bodoh!" ucap Alena Seketika nangis nya pecah.
"Husss, jangan ngomong seperti itu! Bukan kah kamu yang ngomong kalau suatu saat nanti kita sudah di percayai Allah pasti akan di berikan, kamu harus percaya itu mari kita memantas kan diri!" ucap Arka sambil memeluk menguatkan istri nya itu.
"Sudah lah kamu jangan terlalu fikirin itu lagi, bisa-bisa kamu sakit!" ucap Arka.
Alena diam dia terus menangis di dada suami nya itu.
Keesokan harinya.
"Loh kamu mau kemana sayang? Kok udah rapi aja?" tanya Arka yang baru bangun dan melihat Alena Sudah rapi karena hari ini hari Minggu.
"Setelah aku fikir-fikir kata Tante kamu benar, kita harus periksa ke dokter mas!" ucap Alena.
Arka Seketika duduk dari tidurnya menatap ke arah Alena.
"Kamu ngomong apa sih sayang! Kan aku udah bilang jangan di ambil hati!" ucap Arka.
"Tapi mas aku gak tenang, aku kefikiran terus kita harus memeriksa nya, kamu segera lah Siap-siap!" ucap Alena.
Arka Berdiri dan mendekati Alena.
Arka memegang pundak Alena dengan kedua tangan nya menatap mata Alena tajam-tajam.
"Aku yakin tidak ada yang salah di antara kita berdua, kita hanya bisa berdoa dan menunggu nya, setidaknya kita sudah berjuang!" ucap Arka menyakinkan istri nya itu.
"Aku gak percaya itu mas, kita harus segera ke rumah sakit!" ucap Alena.
__ADS_1
"Plis Alena! Aku mohon sama kamu jangan fikirin kata-kata orang lain, buktinya selama ini kita baik-baik saja kan!" ucap Arka.
"Itu hanya di mulut kamu aja mas, aku tau kalau kamu juga ingin punya Anak dari darah daging kamu sendiri!" ucap Alena.
"Iyah benar! Semua Suami pasti menginginkan itu tapi aku tidak pernah egois inti nya kita berjuang dan banyak berdoa sama Allah!" ucap Arka.
"Enggak mas! Kita harus segera periksa!" ucap Alena tetap ingin periksa juga.
"Kamu keras kepala banget sih, kamu bisa gak dengar kata-kata aku kali ini," ucap Arka mulai kesal.
"Aku gak tenang mas, aku gak bisa tidur!" ucap Alena karena malam ini dia tidak bisa tidur hanya memikirkan kata-kata Tante nya itu.
"Oke baiklah kalau kamu tidak percaya dengan kata-kata aku," ucap arka langsung mengambil kunci mobil nya dan segera turun.
Arka berangkat dengan baju tidur nya ke rumah sakit.
Selama di perjalanan mereka hanya diam saja setelah Sampai di rumah sakit mereka langsung di periksa.
Menunggu hasil nya butuh waktu panjang.
Sehingga mereka di sana hampir tiga jam.
Arka dan Alena di panggil keruangan dokter.
Alena membaca sendiri hasil tes nya dan ternyata mereka berdua normal tidak ada yang mandul semua nya sehat.
Alena seketika terdiam.
Mereka segera pulang dari rumah sakit.
"Kamu masih tetap tidak percaya dengan kata-kata aku!" Ucap Arka di dalam mobil.
"Aku tidak habis pikir kenapa aku sampai saat ini belum hamil!" ucap Alena.
Arka menghentikan mobilnya. Lalu dia memegang tangan Alena.
"Suatu saat nanti akan ada malaikat kecil di sana!" ucap Arka tersenyum sambil menunjuk perut Alena.
Arka pun mencium kening Alena.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah setelah sampai di rumah Arka langsung mandi sementara Alena membantu para pelayan di dapur menyiapkan makanan yang tadi pagi belum sempat sarapan.
...----------------...
Assalamualaikum warahmatullaahi wabarokatu.
Terimakasih sudah mau mampir dan berkunjung ke novel ini.
Jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak.
__ADS_1
Terimakasih 🙏