Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 243


__ADS_3

Daniel melihat ke arah Sarah yang sudah menangis.


"Perempuan itu adalah atasan aku, dia adalah sekretaris di perusahaan Pak Arka yang di Amerika dia datang ke sini karena urusan pekerjaan dan selama dia di sini aku di tugas kan untuk mendampingi nya!" ucap Daniel.


"Mendampingi untuk makan malam berdua!" ucap Sarah.


Daniel mengusap kasar Wajah nya.


"Kamu jangan Salah paham di saat itu aku serba salah, jika kau menolak aku tidak enak!" ucap Daniel lagi.


"Hum, wajar saja jika kakak pergi dengan wanita mana pun bebas karena kakak tidak mempunyai pacar dan sama sekali tidak menjaga perasaan seseorang! Maafkan Sarah yang terlalu berlebih-lebihan!" ucap Sarah menghapus air mata nya.


"Bukan begitu Sarah! Kakak sama sekali tidak ada niatan yang kamu bilang," ucap Daniel.


Namun tiba-tiba Dokter datang memeriksa keadaan Sarah.


Setelah selesai di periksa dokter segera keluar sesudah menjelaskan pada Daniel keadaan Sarah.


Seketika ruangan itu sunyi, Daniel duduk di kursi sementara Sarah tidur menyamping di tempat tidur.


"Maafkan kakak!" ucap Daniel mendekati Sarah.


Sarah sama sekali tidak menggubris nya.


"Sarah! Asal kamu tau selama dua hari kamu tidak bada kabar kakak Sangat khawatir, kakak tidak fokus untuk bekerja, kakak tidak mau kejadian ini terulang lagi!" ucap Daniel.


"Lalu yang selama lima bulan ini Kakak tidak memikirkan aku!" ucap Sarah langsung.


"Aku mohon jangan di ungkit-Ungkit lagi, mulai dari sekarang kamu gak boleh kaya gini lagi, bahkan lambung kamu sakit karena kebanyakan minum!" ucap Daniel.


"Itu bukan urusan Kakak, lebih baik sekarang kakak pergi dari sini!" ucap Sarah mengusir Daniel.


Daniel diam dia menjauh dari tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di kasur.


"Kakak gak akan pergi sebelum kamu sembuh!" ucap Daniel dan menutup matanya karena dia juga sangat lelah Entah mengapa dia sudah tenang ketika di dekat Sarah.


Sarah melihat ke arah Daniel.


Masih ada rasa kesal namun dia mencoba mengingat lagi penjelasan Daniel tentang wanita itu.


Dia memutuskan untuk mencari tau sendiri, karena dia tahu di mana Jeli tinggal.


Di ruangan yang lain di lantai tiga sama dengan Sarah namun nomor kamar yang berbeda.


Dari tadi Aisyah sama sekali tidak mau Makan bahkan berbicara saja dan a seperti orang ketakutan.


Bahkan dia tidak mau melihat Aris sama sekali dia meminta Aris untuk keluar.

__ADS_1


Aris duduk di depan ruangan itu dia sangat merasa menyesal sekali.


Karena hari sudah malam dia masuk ke ruangan itu memastikan Aisyah baik-baik saja dan Sudah tidur.


Dan benar saja Aisyah Sudah tidur.


"Maafkan kakak! Maaf! Kakak khilaf!" ucap Aris sambil menangis di dekat Aisyah.


Dia menyelimuti Aisyah dan dia tidur di Sofa ruangan itu.


Keesokan harinya Clining servis datang untuk bersih-bersih Aisyah terbangun.


Namun dia melihat Aris yang tidur di sofa.


Terlihat kedinginan walau bagaimanapun Aisyah Masih ada rasa Kasihan dia minta tolong pada CS itu untuk membuat selimut yang dia pakai pada Aris.


Tinggal lah mereka berdua di ruangan itu.


Aisyah tidak tahan melihat Aris lama-lama dia membelakangi Aris yang masih tidur dengan lelap.


Badan Aisyah masih lemas, bahkan panas tubuh nya belum turun Aisyah harus di rawat sekitar dua hari.


Alarm Aris berbunyi tepat di jam 8 pagi dia terbangun dia menoleh dan mematikan handphonenya dia menoleh kearah Aisyah yang sedang tidur menyamping membelakangi Aris.


Aris Melihat selimut yang di pakai oleh Aisyah Sudah ada di bada nya.


Aisyah menoleh ke arah Aris namun membuang pandangan nya lagi.


"Hari ini kakak ke kantor! Kamu gak apa-apa kan Sendiri!" ucap Aris dengan lembut.


Aisyah mengangguk tanpa menoleh ke arah Aris.


Aris tidak banyak bicara lagi karena dia takut Aisyah kurang nyaman.


"Ya udah kalau gitu Kakak berangkat yah!" ucap Aris sambil meletakkan selimut di dekat kaki Aisyah dan pergi.


Aisyah menoleh ke arah pintu.


"Aku tidak pernah berfikir kalau Kakak akan seperti itu," ucap Aisyah Mengingat semua perlakuan Aris padanya.


Di tempat lain Daniel bangun terlebih dahulu dari Sarah dia menunggu Sarah sampai bangun baru dia akan berangkat kerja.


Akhirnya Sarah pun bangun.


"Kamu udah bangun?" tanya Daniel.


Sarah tidak menjawab.

__ADS_1


"Kakak berangkat kerja! kamu gak apa-apa kan Sendiri sebentar! kakak janji setelah pulang dari kantor kakak akan ke sini, kamu jangan macem-macem!" ucap Daniel.


"Sebaiknya kakak tidak perlu Balik ke sini lagi, lebih baik Kakak pergi dengan wanita itu!" ucap Sarah.


Daniel Menghela nafas nya.


"Ya udah Kakak berangkat! kamu jaga diri baik-baik cepat sembuh!" ucap Daniel dan segera pergi.


"Aku yakin dia tidak akan balik lagi ke sini, dia sama sekali tidak menghiraukan aku berbicara tentang perempuan itu!" ucap Sarah Kesal.


Saat Daniel baru keluar dari ruangan rawat Sarah dia melihat Aris yang hendak masuk ke lift untuk turun.


"Tunggu!" ucap Daniel dan berlari ke arah lift.


"Daniel! Kenapa kamu ada disini?" tanya Aris.


"Sarah sakit!" ucap Daniel.


"Loh kok bisa? Bukan nya kemarin kamu cerita kalau Sarah menghilang tanpa kabar, apa kamu sudah ketemu dia?" tanya Aris..


"Panjang ceritanya! Kamu sendiri lagi jengukin siapa?" tanya Daniel.


"Aisyah sakit! dia demam tinggi!" ucap Aris dengan lesu.


"Kok bisa secara kebetulan yah, rawat nya sama-sama di sini!" ucap Daniel.


"Hmm Sebenarnya aku sudah melihat Sarah kemarin di sebuah Hotel dekat sini, dia memesan Banyak minuman ke kamar nya saat seseorang mengantarkan nya aku melihat Sarah di balik pintu itu namun aku tidak terlalu peduli karena aku juga lagi ada masalah!" ucap Aris panjang lebar.


"Aku yakin kamu lagi ada masalah, kamu bisa cerita sama aku!" ucap Daniel walau dia penasaran dengan Sarah namun dia yakin kalau teman sekaligus atasan nya itu tidak baik-baik saja.


Aris pun menceritakan semua nya, Daniel marah dengan sikap Aris namun dia mencoba menasehati.


Gantian juga dengan Daniel dia menceritakan apa yang terjadi namun Aris menyalahkan Sarah karena sudah salah paham.


Daniel hanya diam saja. Mau bagaimana pun Sarah sebenarnya harus Bertanya dulu setidaknya mencari tahu begitu kata Aris.


Namun Daniel menyangkal lagi dia malah menyebut Aris pandai mengomentari orang lain padahal dia tidak melihat dirinya sendiri.


Di sepanjang perjalanan mereka membahas masalah mereka karena Aris menumpang ke mobil Daniel demi bisa curhat.


----------------


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2