
Arka dengan berat hati Duduk di samping Alena.
"Nih apa an sih!" ucap Alena sewot membuka masker Arka.
"Mau makan gak?" tanya Alena.
Arka hanya diam sambil memasang wajah kesal.
"Nih kamu makan dulu, aku yakin kamu pasti nagih!" ucap Alena sambil menjulurkan nasi ke arah mulut Arka.
Arka kaget.
"Kok malah diam sih, buka mulut kamu!" ucap Alena.
Sebenarnya Arka tidak mau memakannya namun karena di suapin oleh Alena akhirnya dia mau, dan ternyata dia suka dan memesan satu porsi untuk nya.
Hari pun semakin malam Alena dan Arka Sudah sampai di rumah.
"Oh Iyah, kamu bilang kamu mau ngasi tau sesuatu sama aku!" ucap Arka setelah sampai di kamar.
"Oh iyah mas, aku lupa! Tadi pak Wijaya minta aku lagi tinggal bersama nya, karena aku tidak enak menolak nya aku akhirnya pun mau, dan mulai besok aku tinggal di sana!" ucap Alena.
"Kamu kok asal mau aja sih, kenapa gak ngomong dulu sama aku!" ucap Arka Kesal.
"Mau gimana lagi mas, aku gak mau pak Wijaya sedih lagi!" ucap Alena.
Arka Menghela nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.
"Aku tau kamu pasti tidak mengijinkan nya, tapi pak Wijaya lagi butuh aku, mungkin dengan cara aku menuruti permintaan nya dia bisa pulih dan sehat kembali!" ucap Alena.
"Terserah kamu saja!" ucap Arka dan membaringkan tubuh nya.
"Mas! aku mohon kamu ngerti dong, pak Wijaya sudah banyak membantu aku," ucap Alena mendekati Arka.
"Tapi bukan dengan cara kamu tinggal di sana juga!" ucap Arka.
"Aku juga gak tau apa maksud pak Wijaya! tapi asal kamu tau dia sangat senang ketika kamu memperdulikan kesehatan nya!" ucap Alena.
"Itu hanya karena di depan Pak Widodo saja!" ucap Arka.
__ADS_1
"Hmm aku ngerti mas, cuman dari sekarang kamu harus mulai membuka pintu Maaf kamu sama Ayah kamu!" ucap Alena.
"Sudah lah aku mengantuk, aku mau tidur!" ucap Arka menarik selimut. Alena hanya bisa diam. Suami mana sih yang gak marah istri nya tidak tinggal bersama nya.
Keesokan harinya Alena dan Arka Sudah siap-siap mau berangkat ke tujuan masing-masing.
Arka ke kantor dan Alena ke kampus.
"Aku berangkat duluan yah!" ucap Arka dengan nada layu.
"Kamu masih marah yah?" tanya Alena.
Arka menatap wajah Alena.
"Kamu mikir lah Alena! kamu jangan terlalu egois, karena menuruti keinginan kamu menyembunyikan pernikahan ini, aku yang harus menanggung nya, seakan-akan kamu tidak percaya pada ku! Asal kamu tau aku sangat mencintai kamu aku rela kehilangan apa pun asal jangan kehilangan kamu!" ucap Arka dengan nada datar namun kelihatan emosi.
Alena terdiam sekaligus kaget perkataan Arka.
"Kamu mikir Alena! dan sekarang dengan mudah nya kamu lebih memilih tinggal dengan Mertua kamu sendiri dari pada sama suami kamu!" ucap Arka menatap tajam ke arah Alena.
"Tunggu mas, kamu jangan salah paham dulu, maksud aku bukan seperti itu!" ucap Alena mencoba menenangkan Arka.
"Maksud kamu seperti apa? maksud kamu, selamanya akan mengantungkan hubungan ini kan! Selama ini aku udah berusaha untuk sabar dan selalu mengerti kamu, namun apa! kamu tidak ada kasih respon apa-apa sama aku, tidak ada kejelasan, bertele-tele semua nya!" ucap Arka.
"Cihh, kamu terlalu egois Alena, Egois! sudah hampir satu bulan lebih aku memberi kan kamu waktu, aku serius sama kamu Alena!" ucap Arka lagi.
"Aku tau Mas, aku tau itu, namun!" ucap Alena.
"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi, sebaiknya kamu menuruti kata-kata Ayah, kalau tau seperti ini aku lebih baik membayar perempuan murahan untuk jadi kekasih gelap ku!" ucap Arka.
Tiba-tiba Alena menampar wajah Arka.
Arka memegang pipi nya yang terasa perih dan tersenyum ke arah Alena.
"Aku pamit!" ucap Arka dan masuk ke dalam mobil nya.
Alena Melihat kepergian Arka, mata nya tertuju pada telapak tangan nya.
Air mata telah mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Ya Allah apa yang aku lakukan!" Batin Alena menyesal.
"Kenapa jadi seperti ini, apa benar aku yang terlalu egois, tapi sebenarnya aku juga memikirkan mas Arka, karena Masalah ini sangat lah besar!" ucap Alena.
"Ya Allah kasih petunjuk kepada hamba mu ini," dia Alena.
"Maaf kan aku mas, aku minta maaf, namun kamu juga harus tau kalau aku melakukan ini dan mau tinggal bersama pak Wijaya agar kamu lebih dekat dengan nya, karena kalau aku di sana kamu akan mempunyai seribu alasan untuk kesana sekedar bertemu dengan ku, dan tentunya pak Wijaya akan senang ketika anak yang selama ini ada di sekitar nya namun dirindukan!" ucap Alena.
Dia segera menghapus air mata nya.
"aku harus segera berangkat ke kampus!" ucap nya.
Di mobil Arka, dia terdiam termenung dia mengingat kata-kata yang keluar dari mulut nya pada Alena.
"Aku belum bisa jadi Suami yang baik untuk kamu Alena, kenapa aku merasa gagal jadi iman kamu!" batin Arka.
"Namun di sisi lain kamu meragukan aku, kamu tidak memikirkan perasaan ku, memang selama ini aku tidak terlalu memaksa mu, karena aku Fikir kamu juga akan mengerti pada ku!" Batin Arka.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di kantor, semua karyawan heran yang melihat Arka dengan wajah dingin nya, kembali lagi seperti dulu. Bahkan Arka Marah pada salah satu karyawan karena meletakkan Kursi tidak di tempat nya.
**POV Author...
Sebelum nya Author mau nyapa dulu nih, Assalamualaikum pembaca ku! hayo di jawab yah, awas aja kalau gak di jawab. Hehehehe nanti Author gak update-update.
Cerita nya semakin banyak konflik yah? ya iya lah, nama nya juga cerita! Iyah kan? tapi insya Allah Author akan berusaha membuat pembaca Betah dan setia.
Maka nya buat kalian yang setia nungguin, setia terus yah, Walau menunggu itu membosankan. Hehehehe.
Pokoknya gitu deh, Author Sangat berterima kasih pada kalian semua karena udah mau mampir di sini,
maaf yah terkadang komenan kalian tidak Author baca karena takut ada yang nyakitin hati.
Author sadar kalau novel ini banyak Typo nya.
Oh iya nih satu lagi. Bagaimana puasa Nya? lancar semua kan? yah pasti lancar dongðŸ¤ðŸ¤
Mau tanya dong, udah berapa kali batal puasa nya dan karena apa? nanti Author pasti balas dan juga kalau ada yang mau di tanya tentang cerita atau pribadi Author tulis di kolom komentar yah, author pasti jawab.
Ada lagi nih, author mau Tau dong kalau Kalian saur di bangunin siapa**!
__ADS_1
Jangan di abaikan yah, pokoknya yang mau pernikahan Alena dan Arka baik-baik sai komen di bawah yah.
Terimakasih banyak 🙂