
Like, Komen dan Vote sebanyak-banyak nya.
Selamat membaca 🙂
Alena menoleh kearah Arka.
"Ya udah malam ini kalian nginap di sini aja, di sana ada di kamar kosong, boleh kalian pakai," ucap Alena.
"Terimakasih Non, nona sangat baik!" ucap Supir itu.
tiba-tiba Arka menahan tangan supir itu saat dia hendak pergi.
"Saya tidak mau nginap di sini, kita pulang saja, seperti nya hujan nya sudah reda!" ucap Arka.
Aris menoleh ke arah Arka dan supir itu pun bingung.
"Apakah Tuan tidak mendengar jika hujan semakin deras?" tanya Supir itu.
"Saya tidak perduli! saya tidak ingin di sini, kita harus pulang, ayo Aris!" ajak Arka Berdiri dari Duduk nya.
"Bagiamana kita pulang tuan, mobil kita bocor!" ucap Aris.
"Pinjam saja dulu sama perempuan ini!" ucap Arka.
"Saya tidak mempunyai kendaraan!" jawab Alena kesal, karena melihat tingkah Arka yang sangat keras kepala.
Seketika Arka terdiam, dia juga bingung harus apa, karena supir pribadi nya hanya satu, dan juga mau memesan gojek Handphone nya ada di dalam mobil.
"Udah lah Tuan muda, anda sudah bersin-bersin dan di luar sana hujan, lebih baik anda dengan teman Anda ini menginap tidur saja dulu di sini!" ucap Alena.
Akhirnya dia pun mau tidak ada jalan lain lagi, dia pun mengikuti langkah Aris dan supir nya itu.
"Ini kamar untuk Tuan, kami akan di sini!" ucap Aris pada Arka.
Arka pun membuka pintu, Seketika mata nya terbelalak melihat kasur santai yang di lantai cukup untuk satu orang saja, dan ada kipas angin kecil.
"Saya tidak mau di sini! antar saya pulang!" ucap Arka.
"Ada apa tuan?" tanya Aris melihat ke arah dalam.
Dia pun sudah bisa menebak nya, kasur itu lah penyebab nya.
Alena mendekati mereka.
"Ada apa lagi Tuan?" tanya Alena.
"Kamu iklas gak sih ngasi tempat tidur, itu apaan!" ucap Arka.
__ADS_1
Alena pun menoleh ke arah kasur itu.
"Itu kasur santai pak, nyaman kok, bersih!" ucap Alena.
"Nyaman apa? melihat nya saja saya tidak selera, bisa-bisa saya gak bisa tidur!" ucap Arka.
"Terserah Anda saja lah, saya ngantuk saya mau tidur, jika ingin Pergi, pergi saja, anda terlalu banyak protes, belajar menerima apa ada nya sekali-kali!" ucap Alena dan meninggalkan Arka, Aris dan supir itu.
"Berani benar nih perempuan! ini saudara aku sendiri saja aku tidak berani berkata kasar, sementara dia sekretaris pribadi nya," Batin Aris.
"Tapi Bagus juga sih, kalau seperti ini, tuan Arka perlahan-lahan akan mengerti dan bersifat dewasa," Batin Arka lagi.
"Dasar Wanita Mata duitan!" ucap Arka saat Alena mengajak anak-anak perempuan itu.
Alena menoleh ke arah Arka.
"Jangan sembarangan ngomong yah!" ucap alena.
"Tidak perlu mengelak lagi, saya lihat kok Waktu Ayah memberikan uang yang sangat banyak pada mu!" ucap Arka.
Alena terdiam, semakin dia melawan Arka, semakin emosi nya bertambah.
"Udah deh Kalau tidak ingin di sini, anda bisa pergi! saya juga tidak memaksa anda untuk di sini! saya tau anda anak orang kaya, tidak perlu mengatai orang lain sesuka hati Anda!" ucap Alena.
Alena langsung pergi begitu saja ke atas. siapa sih yang gak sakit hati di kata-katai.
Keesokan harinya, Alena bangun untuk melaksanakan sholat subuh nya bersama anak-anak perempuan itu.
Mengingat hari ini dia tidak ada jadwal kuliah dan juga dia tidak ke kantor, tugas nya hanya menjumpai paman Sam saja.
Dia pun turun ke dapur untuk memasak sarapan pagi untuk diri nya sendiri.
Tiba-tiba mata nya menangkap sesosok laki-laki yang duduk di luar.
"Pak Aris!" Batin Alena.
dia mengira jika mereka sudah pergi tadi malam, namun ternyata tidak.
Alena mendekati Aris.
"Selamat pagi pak! bapak kenapa di luar?" tanya Alena karena masih gerimis.
"Pagi!" jawab Aris menoleh ke arah Alena.
"Subhanallah! nih perempuan cantik banget rambut di ikat seperti itu," batin Aris, karena Alena mengikat rambut nya tinggi dan memakai baju tidur.
"Bapak ngapain di sini?" tanya Alena lagi karena Aris tiba-tiba diam.
__ADS_1
"Astagfirullah! Sadar Aris, sadar!" batin Aris.
"Eh Saya sedang menunggu Gojek, Namum dia sangat lama!" Jawab Aris.
"Untuk siapa? biasanya di sini hanya ada taksi pagi-pagi, gimana kalau cari taksi saja!" ucap Alena.
"Untuk Tuan Arka, seperti nya dia kurang enak badan!" ucap Aris.
"Oohh, ya udah nanti saya suruh teman saya ke sini, Bapak masuk dulu saya buatin kopi, pasti tadi malam masuk angin!' ucap Alena.
Namum Aris hanya diam saja.
"Percuma Bapak nungguin di luar kedinginan seperti ini, sangat tidak mungkin kalau ada pak, kaya Bapak baru tau tempat ini saja!" ucap Alena.
Aris pun menyerah dia pun masuk dan duduk di ruang tamu, sementara supir nya baru Saja bangun.
Alena pun datang membawa Tiga gelas kopi panas.
"Tuan Arka mana?" tanya Alena.
"Seperti nya dia Demam non, dia menggigil sepanjang malam!' jawab supir itu.
Sebelum bikin kopi, Alena sudah terlebih dahulu menghubungi Sarah untuk datang ke sini.
Alena menghampiri Arka di temani oleh Aris.
dan benar saja jika Arka sedang menggigil.
Alena pun mengambil jaket nya yang paling tebal, dan memasang ke badan Arka di bantu oleh Aris.
Tidak beberapa lama akhirnya Sarah Sampai, Aris dan supir membopong Arka ke mobil Sarah.
Sarah yang melihat pria-pria ganteng mata nya langsung melotot Namum Alena melarang Sarah untuk baper Dulu.
supir pribadi itu pun melaju kan mobil ke arah rumah sakit, sementara Alena dan Sarah ikut, sarah duduk di depan sementara Alena duduk di dekat Arka.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai, Arka langsung di periksa.
Arka pun di kasih obat penenang agar bisa terlebih dahulu untuk istirahat.
Sarah di suruh oleh Alena pulang karena dia tau Alena ada jam kuliah, Aris sudah berangkat bekerja.
Tinggal lah Alena menemani Arka Sendiri di rumah sakit. Supir nya sudah pergi memperbaiki mobil yang Bocor Ban.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏🙃***.