
Setelah selesai makan mereka pun tidur lagi, akhirnya Alena bisa tertidur dengan nyenyak setelah di pijitin oleh Arka.
Pagi hari nya, Tari dan juga Sarah baru saja selesai sholat shubuh, Tari keluar dari kamar untuk Masak ke dapur namun betapa terkejutnya dia melihat meja kompor sangat kotor.
Banyak nasi yang berserak dan juga kulit bawang di mana-mana.
"Kenapa kamu terdiam Tari?" tanya Sarah pada Tari yang berdiri terdiam.
Sarah melihat Melihat ke arah pandangan Tari.
"Ya ampun! Ini pasti kerjaan Alena dan juga kak Arka!" ucap Sarah karena dia sempat mendengar ada yang ribut-ribut di dapur.
"Hmm kalau kamu hanya memandangi nya saja itu tidak akan bersih, ayo kita bersihkan cepat, dan segera masak sarapan!" ucap Sarah.
"Iyah Mbak!" jawab tari mereka pun segera bersih-bersih.
Namun Alena sudah bangun karena mendengar ribut dan dapur.
Dia masuk ke dapur dan Melihat Sarah dan Tari yang sedang sibuk Masak.
"Kalian sedang masak apa?" tanya Alena dengan suara khas bangun tidur.
"Eh mbak udah bangun! Nih kami lagi masak sarapan!" ucap Tari.
"Hmm rajin banget sih!" puji Alena sambil melangkah kan masuk mendekati mereka.
Namun tiba-tiba dia mual mencium aroma bawang yang di kupas oleh Sarah.
"uweekk, uweekk uweekk!" Alena berlari ke kamar mandi.
Sarah khawatir dia pun mengikuti ke kamar mandi.
"Kamu gimana sih Alena! Kalau gak bisa masuk ke dapur yah gak usah ke dapur!" ucap Sarah.
Mual Alena tak kunjung berhenti sehingga ibu nya terbangun.
Dia melihat Alena mual-mual dia mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan ke punggung Alena.
Akhirnya Alena sudah lumayan mendingan.
"Kamu kalau bisa jangan cium-cium aroma dapur dulu yah, kasihan kamu nya!" ucap Dewi.
Alena pun di bantu oleh ibu nya Duduk di ruang tamu.
"Kenapa yah buk Alena Sangat sensitif sama aroma dapur dan juga bau yang aneh-aneh!" ucap Alena.
"Itu wajar Sayang karena kamu lagi hamil Muda, dulu ibu lebih parah dari kamu!" ucap Dewi.
"Tiap pagi ibu mual, selama hamil muda itu ibu sangat sering menangis bahkan sangat manja sekali, tiap hari menahan sakit dan juga kalau tidak di pijitin sama Ayah kamu, ibu tidak akan bisa tidur!" ucap Dewi.
"Hmm ternyata yang aku alami sama seperti yang ibu alami!" ucap Alena Lesu.
"Kalau ibu lagi ngidam waktu hamil kamu selalu minta nya yang aneh-aneh, yang gak ibu suka saja bisa ibu Minta!" ucap Dewi lagi.
"Wajar saja jika kamu merasa sangat sakit saat ini karena anak pertama!" ucap Dewi lagi.
__ADS_1
Alena hanya mendengar kan saja.
"Ya udah kalo gitu ibu bangunin Adek kamu dulu!" ucap Dewi.
Alena pun menginyakan.
Namun ternyata Tania juga sudah bangun.
"Tante! Di panggil sama om-om!" ucap Tania.
Alena berdiri dia pun masuk ke kamar dan melihat Arka yang masih tidur di kasur namun mata nya sudah terbuka.
"Ada apa mas?" tanya Alena.
"Pinggang aku sakit banget sayang! Pijitin Bentar dong!" ucap Arka sambil memegang pinggang nya.
Mungkin dia pegal selain kerja dia pasti nya lelah dan semalaman harus berjaga untuk mijitin Alena.
Alena tidak menolak dia mengambil minyak urut di atas meja.
Tidak lupa Alena menutup pintu dan meminta Arka Membuka baju nya.
Untuk pertama kalinya Alena memijit Arka.
"Ternyata pijitan kamu enak juga yah!" ucap Arka.
"Hmm Siapa dulu dong!" ucap Alena Sombong sambil tersenyum.
"Seperti nya kamu masuk angin sama kecapean deh mas!" ucap Alena.
"Ini semua demi kamu dan calon si buah hati aku rela capek dan juga begadang untuk kamu!" ucap Arka.
"Iyah aku tau," ucap Arka.
Tidak beberapa lama akhirnya Alena sudah selesai memijit Arka.
Arka memasang baju nya lagi.
"Selamat pagi anak Papah! Kamu di dalam lagi apa?" tanya Arka sambil mengelus perut Alena.
Alena tertawa.
"Dia belum jadi manusia sayang! Dia belum bisa ngapa-ngapain!" ucap Alena.
"Hmm hanya basa-basi aja sayang! Tapi ngomong-ngomong aku suka kamu manggil aku sayang!" ucap Arka sambil tersenyum nakal.
Alena juga tersenyum.
Arka tergoda pada Alena yang tersenyum manis serta wajah nya yang cantik Membuka Arka ingin menerkam nya.
Arka perlahan mencium bibir Alena namun tiba-tiba Alena melepas kan nya.
"Maaf mas bukan nya aku menolak, tapi di sini bukan waktu yang tepat!" ucap Alena.
Arka tersenyum.
__ADS_1
"Kamu sangat takut jika orang lain curiga atau mengetahui nya!" ucap Arka.
"Ya iyalah mas, malu!" ucap Alena sambil menunduk kan kepala nya.
Arka mengelus rambut hitam panjang dan lembut milik Alena.
Dan Arka mencium kening Alena.
"Aku mencintai kamu sayang!" ucap Arka menatap serius wajah Alena.
Alena tersipu malu.
"Aku juga cinta sama kamu mas!" ucap Alena.
Arka memeluk Alena.
"Hmm mendingan sekarang kamu mandi deh mas, perut aku mulai gak enak lagi nih!" ucap Alena.
Arka segera melepaskan pelukannya.
"Plis jangan mual lagi! Aku akan mandi!" ucap Arka menarik handuk dan keluar.
Alena tersenyum dia pun segera menyiapkan baju untuk Arka.
Waktu nya sarapan pagi sama-sama di ruang tamu mereka semua kelihatan sangat kompak.
"Apa kamu akan pulang hari ini juga Sarah?" tanya Elsa.
"Iyah buk!" jawab Sarah.
"Kenapa harus secepat itu," ucap Elsa.
"Sarah harus kerja juga buk, kalau ada waktu lain kali Sarah main ke sini lagi!" ucap Sarah sambil melirik ke arah Daniel yang fokus dengan makanan nya.
"Apa kamu tidak pulang bareng kita saja Sarah?" tanya Alena.
"Makasih Alena! Tapi hari ini aku harus pulang!" ucap Sarah.
"Ooh ya udah kalau gitu! nanti ke loket dengan kami saja;" ucap Alena.
"Gak usah Alena, kamu harus istirahat gak boleh kecapean loket dari sini cukup jauh biar kak Daniel aja!" ucap Sarah.
Alena pun mengerti apa maksud Sarah akhirnya dia pun mengiyakan.
Hari semakin siang Sarah Sudah berpamitan dengan keluarga Daniel.
Dia sangat senang bisa kenal dengan keluarga baik seperti keluarga itu.
Bahkan dia merasa jauh lebih tenang saat tinggal dengan mereka namun dia juga harus Balik ke Jakarta.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like', komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***