Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 240


__ADS_3

Aris Ijin pada Arka pulang terlebih dahulu, Arka pun menginjinkan nya.


Setelah sampai di rumah Aris ternyata mereka sudah sampai Terlebih dahulu, Aisyah juga ada di sana. Aris terlihat sangat gugup sekali.


Mereka membicarakan masalah Perjodohan Aisyah dan juga Aris dan tidak Habis pikir ternyata mereka datang untuk membatalkan perjodohan itu.


Itu semua permintaan Aisyah pada keluarga nya walau pun keluarga nya tidak setuju kali ini ayah Aisyah tidak ikut karena kalau dia ikut semua nya akan kacau.


Sam melihat ke arah Aris yang terdiam.


"Bagaimana dengan kamu Aris?" tanya Sam.


Aris menoleh ke arah Sam dan menoleh ke arah Aisyah Serta keluarga nya.


"Ini sudah keputusan bulat kami berdua Om, untuk apa kami terus memaksakan diri sudah berapa lama kamu kenal namun tidak ada perkembangan, dari pada di ujung nya berantakan lebih baik sekarang di lurus kan!" ucap Aisyah.


Aris menoleh ke arah Aisyah dia tidak akan mengira kalau Aisyah akan mengatakan seperti itu.


"Kalau itu sudah keputusan kalian, kami orang tua bisa apa! Mungkin kalian tidak lah jodoh!" ucap Sam.


Mereka berbincang-bincang sementara Aris hanya diam saja hati nya Begitu sakit dengan apa saja yang dia dengar.


Karena hari semakin Malam keluarga Aisyah pun pulang sementara Aisyah pulang lebih lambat karena menunggu Ojek online yang tak kunjung datang.


Sam melihat ke arah Aris yang dari tadi diam terpaku dengan raut wajah datar seperti seseorang yang berfikir keras namun kelihatan sedih di Mata nya.


"Aris! Di luar masih ada Aisyah! Ayah kasian pada nya seperti nya dia menunggu jemputan!" ucap Sam.


Aris menoleh ke arah Sam dia bangkit dari duduknya ini kesempatan nya untuk berbicara dengan Aisyah.


Dia melihat ke arah Aisyah yang berdiri di Depan teras menunggu.


Aris memberanikan diri untuk mendekati Aisyah.


"Kamu pulang pakai apa?" tanya Aris.


Aisyah menoleh ke arah Aris.


"Dengan ojek online kak!" Jawab Aisyah sambil menunduk.


"Batal kan saja! Biar kakak yang nganterin kamu, lagian sudah malam gak baik kamu pulang sendiri sekalian Kakak juga mau pulang!" ucap Aris.


"Tidak perlu kak, sebelum nya makasih namun ojek nya sebentar lagi sampai! kalau Kakak mau pulang! pulang lah terlebih dahulu!" ucap Aisyah.


Dan ternyata benar saja gojek nya sudah sampai, Aris mendekati mobil pesanan Aisyah. Memberikan beberapa lembar uang dan mobil itu pun pergi.

__ADS_1


"Kakak kenapa meminta nya untuk pergi?" ucap Aisyah.


Aris mendekati mobil nya dan membuka pintu nya.


"


"Pulang dengan kakak! Ada yang mau Kakak bicarakan sama kamu!" ucap Aris dengan tatapan dingin.


"Tidak ada lagi yang mau di bicarakan kak, semua nya sudah jelas!" ucap Aisyah.


Namun tiba-tiba Aris menarik tangan Aisyah dan masuk ke dalam mobil.


Aisyah kaget namun tenaga Aris Sangat lah kuat dia memasang wajah datar namun sangat mengerikan.


Aisyah berontak dan hendak keluar dari mobil namun tiba-tiba Aris mengunci pintu mobil nya.


Sam yang mendengar jeritan Wanita pun segera keluar namun di luar tidak ada siapa-siapa dia mengira dirinya salah dengar.


"Kak! Kak! Turun kan Aisyah!" ucap Aisyah di dalam mobil terlihat sangat takut dan menangis.


Dia sama sekali tidak berani menatap wajah Aris.


"Turunkan aku Kak! Aku mohon!" bujuk Aisyah.


Aisyah dengan berani nya menarik tangan Aris agar berhenti namun tiba-tiba Aris menepis tangan Aisyah memberhentikan mobil dengan tiba-tiba.


"Hiks! hiks! hiks! Ku mohon kak lepaskan aku, aku takut!" ucap Aisyah sambil mencoba membuka Mobil namun tak bisa.


Aris menatap tajam ke arah Aisyah.


"Aisyah!" Panggil Aris dengan suara datar namun sangat menakutkan bagi Aisyah.


"Aisyah! Lihat aku!" ucap Aris.


"Aku mohon kak lepasin aku," ucap Aisyah.


Tiba-tiba Aris lagi-lagi menarik tangan Aisyah agar menoleh ke arah nya.


"Apa maksud kamu mengundang semua keluarga kamu dan membatalkan semua perjodohan ini!" ucap Aris.


"Bukan kah ini yang Kakak mau, kakak sama sekali tidak mencintai Aku, bahkan aku yang merasa sakit karena telah mencintai orang yang salah!" ucap Aisyah.


"Kenapa kamu begitu ego! Di saat aku mulai memperbaiki semuanya, dan aku ingin kita baik-baik saja bahkan aku sudah mengungkapkan perasaan aku sama kamu, dan di saat itu juga kamu membuat keputusan dengan sendirinya!" ucap Aris dengan tatapan tajam ke arah Aisyah.


"Plakk!!! tangan lentik Milik Aris sudah mendarat di pipi kiri Aris.

__ADS_1


"Kakak jangan hanya menyalahkan aku. Selama ini Kakak ke mana! bahkan dengan seenaknya Kakak berikan aku harapan palsu dan masih bisa nya mengatakan kalau Kakak belum bisa move dari Alena!" ucap Aisyah.


"Aisyah kamu harus tau apa yang aku rasakan sekarang! Aku mencintai kamu tulus dari hati ku, dan aku tidak mau semua nya di batal kan begitu saja!" ucap Aris.


"Aku juga tau kalau kamu sangat mencintai kakak, mari kita perbaiki semuanya, ini hanya salah paham kita saling memaafkan satu sama lain!" ucap Aris.


"Maaf kak! Kakak telat mengatakan ini, selama ini aku sudah mencoba untuk Sabar berharap Kakak akan peka namun ternyata tidak!" ucap Aisyah.


"Awal nya aku sangat mencintai Kakak namun di saat itu aku bodoh namun sekarang aku sudah tidak mencintai kakak!" ucap Aisyah.


"Arghhhh! Jangan berbohong kamu Aisyah!" ucap Aris dengan nada tinggi sambil memukul stir mobil nya.


Aisyah Terkejut.


Aris melajukan mobilnya dengan sangat cepat.


"Kakak mau bawa Aisyah ke mana! Aisyah mau pulang!" ucap Aisyah Sudah Sangat takut karena jalan yang di jalani Aris bukan jalan mau pulang.


Aris sama sekali tidak menjawab pertanyaan Aisyah dia tetap fokus pada jalanan.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah hotel yang terlihat sudah sepi.


Aisyah sangat takut Aris Menatap Aisyah.


Aris meminta Aisyah untuk turun namun Aisyah tidak mau.


Lagi-lagi Aris menarik tangan Aisyah masuk ke dalam gedung itu.


Aisyah Sudah Sangat takut dia tidak tau apa yang Akan di lakukan Aris pada nya.


Aris sudah hilang kesadaran nya dia tetap memaksa Aisyah masuk dan memesan kamar hotel.


Arka mendorong Aisyah ke kasur.


Aisyah Sudah berfikiran macem-macem dia menangis meminta ampunan dari Aris.


...----------------...


***Assalamualaikumkakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih t***

__ADS_1


__ADS_2