
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Alena masuk ke dalam mobil dengan perasaan takut.
Ternyata di dalam Arka sedang nelpon dengan seseorang sangat serius.
Setelah selesai nelpon Arka Melihat ke arah Alena yang duduk di samping nya sambil menunduk.
"Aku ada keperluan mendadak, segera lah turun!" ucap Arka dengan nada Datar. Alena yang mendengar itu tiba-tiba sedih namun dia tidak banyak protes karena ini juga salah nya Alena segera turun.
Mobil Arka keluar Dari halaman Alena.
"Kenapa mas Arka seperti nya sangat sensitif yah, kenapa dia sangat mudah marah pada ku!" batin Alena.
"Aku sangat sudah sangat senang ingin jalan-jalan, namun formulir itu gagal semua nya!" ucap Alena Mengingat semua bentakan tatapan tajam Arka pada nya.
"Sudah lah aku lagi tidak ingin kemana-mana hari ini," ucap Alena segera masuk ke dalam rumah nya.
Di tempat lain Arka sedang menuju ke rumah Wijaya.
Yang baru saja menghubungi nya adalah Widodo yang meminta nya segera datang.
Tidak beberapa lama akhirnya Arka sampai di sana sudah ada terparkir mobil Alphard putih milik Widodo.
"Selamat siang!" sapa Arka pada orang yang di ruang tamu.
"Siang! ternyata kamu datang juga!" ucap Widodo.
Arka memerhatikan di ruangan itu tidak ada Ayah nya.
"Ayah mu baru saja siap-siap!* ucap Widodo.
"Siap-siap! emang mau kemana?" tanya Arka bingung Mengingat Ayah nya yang kurang sehat.
"Ayah mu mengajak kita makan siang di luar, dia yang meminta saya menghubungi kamu!" ucap Widodo.
Arka pun mengerti dia tidak banyak tanya lagi.
__ADS_1
Akhirnya Jaya Sudah selesai dia melihat Arka yang duduk dalam Samping Widodo.
"Loh kok ada Arka di sini?" tanya Wijaya bingung.
Arka bingung dengan pertanyaan Ayah nya karena Widodo bilang kalau ayah nya lah yang meminta dia datang.
"Aku sengaja menghubungi nya agar makan siang bersama kita, karena banyak juga yang akan kita bahas!" ucap Widodo. Arka pun paham kalau sebenarnya yang mengundang nya adalah Widodo dan bukan ayah nya.
"Kenapa aku malah sangat berharap Ayah yang mengundang aku, kenapa aku malah sedih ketika Ayah tidak menegurku!" batin Arka sambil masuk ke dalam mobil karena mereka akan segera mencari Cafe atai restoran untuk makan siang.
Akhirnya mereka sampai di Restoran mewah, Arka berjalan di belakang Widodo dan Wijaya.
Mereka sangat lah kelihatan berwibawa mereka di sambut hangat dan sopan oleh karyawan Restoran.
Seketika mata Arka Melihat ke arah Perempuan yang baru saja keluar dari restoran itu bersama pria.
Dengan cepat Arka langsung mengejar nya ke arah parkiran.
"Clara!" ucap Arka sambil menarik lengan Clara.
Clara Langsung menoleh ke arah Arka dengan tatapan tajam karena kaget.
"Akhirnya aku bertemu dengan mu!" ucap Arka sambil menatap ke arah Clara berganti an pada pria yang di gandeng oleh Clara.
"Aku mau bicara empat mata sama kamu!" ucap Arka.
"Oke baiklah, aku sudah tau apa yang mau kamu sampai kan!" ucap Clara dan meminta Pacar itu untuk terlebih dahulu pulang.
Clara Mengajak Arka ke arah taman yang sangat tenang suasana nya.
"Katakan apa yang ingin kamu sampai kan, aku tidak butuh waktu banyak!" ucap Clara dengan angkuh nya tidak seperti dulu yang berusaha mendapatkan hati Arka.
"Aku mau pertunangan kita di batal kan!" ucap Arka langsung.
"Tidak masalah! aku juga sudah lama menunggu kata-kata ini dari kamu," ucap Clara sambil membuka tas Nya.
Clara meletakkan cincin di atas meja.
"Dan aku akan mengumumkan pembatalan pernikahan kita di depan umum, aku harap kamu bisa bekerja sama dengan ku!" ucap Arka sambil mengambil cincin itu.
"Mungkin kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang, kemana pun kita melangkah pasti sangat berat karena status kita yang tidak jelas bahkan berdampak pada perusahaan kita!" ucap Arka.
__ADS_1
"Aku tidak ingin banyak basa-basi, kapan! dimana? aku Akan datang dan segera lah kabari aku!" ucap Clara.
"Besok pagi! Aku akan mengundang media dan juga semua yang bersangkutan!" ucap Arka.
"Oke baiklah, aku setuju! lebih cepat lebih baik!" ucap Clara.
Arka tersenyum dan tidak sadar ternyata mereka sudah ada yang memata-matai dari tadi dan mengambil gambar nya.
"Bagaimana dengan orang tua mu, apa mereka tidak akan marah?" tanya Arka.
"Tanpa perlu bertanya kamu mungkin sudah tau mereka Akan marah, namun jika mereka paham kalau cinta itu tidak bisa di paksakan mereka tidak akan keberatan dengan pembatalan ini!" ucap Clara dengan serius.
"Kalau boleh tau kenapa orang tua mu Sangat lah tidak menyukai kamu mempunyai hubungan dengan pacar mu yang sekarang?" tanya Arka penasaran.
"Dia adalah mantan aku. Dulu dia sangat lah tidak mempunyai perasaan dan sangat lah egois sehingga tidak segan-segan untuk selingkuh terang-terangan di depan ku!" ucap Clara, Tampa panjang lebar bercerita Arka langsung paham.
"Tapi akhir-akhir ini dia datang lagi, dia sangat berubah sekarang dia sudah bisa menghargai dan lembut pada ku, dan Tampa sepengetahuan orang lain kami sudah nikah sirih dan aku sedang hamil Satu bulan!" ucap Clara jujur.
Arka Sangat kaget,
tiba-tiba dia teringat Alena istri nya.
"Tapi ini semua cukup lah kita yang tau, jangan sampai ada orang lain!" ucap Clara.
"Baiklah! kalau begitu kami pulang lah, aku juga di sini bersama Ayah dan Teman nya!" ucap Arka.
"Terimakasih! sekarang aku sudah mulai lega karena akhirnya bisa berbagi cerita sama kamu!" ucap Clara.
Lagi-lagi Arka tersenyum. Clara pun segera pergi.
"Aku Fikir Clara orang nya angkuh dan sombong, dan sekarang aku baru sadar karena itu sebab tekanan dari orang tua nya!" Batin Arka sambil tersenyum ke arah Clara yang semakin menjauh.
Arka pun segera menyusul Widodo yang bersama Ayahnya.
"Kamu dengan siapa itu Arka? bukan kah itu perempuan pengusaha kaya itu?" tanya Widodo yang tidak sengaja melihat Arka dan Clara lewat tadi.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya
__ADS_1
Terimakasih 🙏***