
Di tempat lain Aris baru saja sampai di tempat Sarah.
Aris menanyakan keadaan Alena dan ternyata Alena Sudah tidur karena lelah menangis dan tidak ingin berbicara dengan siapapun.
Karena Aris tidak tega meninggalkan Alena tanpa dia lihat sendiri kalau Alena baik-baik saja Aris ijin sama Sarah kalau malam ini dia akan menginap di rumah Sarah.
Sementara Arka Sudah pusing mencari keberadaan istri nya, begitu juga dengan Daniel.
Mereka berhenti di sebuah Warung kopi yang tidak jauh dari rumah Wijaya.
Mereka saling bertukar fikiran Mengingat-ingat Alena kemana. Sementara Daniel bingung mau ngasih saran apa dia tidak tau apa penyebab nya dan dia juga kurang tau kemana saja Alena.
Tiba-tiba Arka teringat Alena dengan Sarah.
"Oh iya dia dengan Sarah tadi! Aku yakin sekarang dia masih dengan Sarah!" ucap Arka dengan senang nya akhirnya dia bisa menemukan istrinya.
Namun seketika dia terdiam.
"Loh kenapa malah diam pak, mari kita segera ke rumah Sarah!" ucap Daniel.
"Saya tidak tau rumah nya, bahkan nomor telepon nya saja saya tidak tau!" ucap Arka lesu.
"Saya punya nomor Sarah pak!" ucap Daniel.
"Percuma! Karena tidak mungkin dia memberi tahu di mana mereka Sekarang!" ucap Arka.
"Kita coba saja dulu pak, saya akan mencoba untuk membujuk Sarah!" ucap Daniel.
Daniel pun segera menghubungi Sarah.
Ternyata Sarah menjawab nya dengan cepat perlahan Daniel menceritakan apa yang terjadi dan saat ini dia bersama Arka.
Karena Sarah juga kasihan pada Arka yang sudah capek-capek mencari ke sana kemari akhirnya dia pun memberikan alamat rumah baru nya pada Daniel.
Arka dengan sangat senang dia mengemudi dengan laju takut Alena pergi lagi.
Rumah Sarah cukup jauh.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Sarah tepat jam dua belas malam.
Arka melihat mobil Aris yang terparkir di depan rumah Sarah.
Dia masuk dan melihat Aris sedang berbincang-bincang dengan Sarah.
Seketika Aris Berdiri Melihat Arka.
__ADS_1
"Ngapain Bapak ke sini?" tanya Aris langsung.
"Seharusnya saya yang bertanya kamu ngapain di sini, saya ke sini karena ingin menjemput istri saya!" ucap Arka.
"Alena tidak ingin di ganggu mendingan bapak segera pergi dari sini!" ucap Aris.
"Apa hak kamu melarang saya!" ucap Arka Marah.
Sarah segera memisahkan mereka berdua dari pada ribut.
"Kalian jika ingin berantem di sini mendingan pada pulang deh," ucap Sarah seketika mereka berdua diam.
"Yang di katakan Kak Aris benar Kak, Alena tidak ingin di ganggu!" ucap Sarah pada Arka.
"Oke baik saya tidak ingin mengganggu nya tapi saya mau menunggu dia di sini!" ucap Arka.
"Tidak masalah, itu tergantung sama kakak aja!" ucap Sarah.
Akhirnya Mereka semua diam Arka memilih tidur di sofa menahan emosi Melihat Aris.
Namun Aris tidak ingin juga jadi pelakor penghancur hubungan rumah tangga Alena dia pun pulang dia juga ingin Arka menyadari kesalahannya karena itu lah dia seakan-akan Bersifat egois karena dia tidak ingin wanita yang sangat di cintai nya tersakiti.
Sarah pun mengantar kan Daniel dan juga Aris ke depan.
Dia kembali masuk dan ternyata Arka Sudah tertidur pulas di sofa.
Dia pun masuk ke kamar yang ada Alena dan ternyata Alena tidak tidur dia melihat ke arah jendela yang terbuka.
"Alena! Kamu kok belum tidur?" tanya Sarah.
Alena menoleh ke arah Sarah.
"Kenapa ada Mas Arka di sini Sarah?" tanya Alena ternyata dari tadi dia melihat Arka di luar.
"Hmm itu, kamu tenang dulu niat aku baik, tidak mungkin kalian selama nya berselisih paham dan jika kamu sudah tenang kamu bisa bicarakan baik-baik dengan nya!" ucap Sarah.
Alena Diam.
"Sudah lah tidak perlu di fikirin lagi, mendingan kamu istirahat, besok ada kuliah kan!" ucap Sarah sambil berbaring di atas tempat tidur.
Alena pun ikut berbaring dia sangat ingin melupakan apa yang terjadi namun tidak bisa, hati nya Begitu sakit mendapat penghianatan dari Arka.
Keesokan harinya Alena bangun shubuh dia ingin sholat namun Sarah tidak punya mukena dan dia juga tidak ada bawa mukena dia pun ijin ke masjid terdekat Karena di sana sudah pasti ada mukenah.
saat dia keluar dia melihat Arka yang tertidur di atas s sofa.
__ADS_1
"Melihat wajah nya saja aku sangat sedih ya Allah!" Batin Alena dengan pelan-pelan dia melewati Arka.
Dia jalan kaki mencari masjid.
karena tidak mungkin dia mengganggu Sarah tidur.
Tidak jauh dia menemukan masjid di sana Alena berkeluh kesah sambil menangis dengan cara itu dia bisa lega.
dia ketiduran di masjid sampai jam delapan, dia bangun dan langsung memesan ojek online untuk pulang ke rumah nya dia tidak ingin kembali ke rumah Sarah mau pun ke rumah suaminya.
Sementara di tempat Sarah, dia baru saja bangun dan melihat Arka yang duduk di teras rumah.
"Loh Kakak kok masih disini ?" tanya Sarah.
"Apa Alena Sudah bangun? di mana dia?" tanya Arka langsung.
"Alena! Shubuh tadi dia sudah pergi!" ucap Sarah.
"Kemana? kenapa kamu tidak bilang sama Saya!" ucap Arka.
"Aku gak tau kak, dia hanya ijin ke masjid saja." ucap Sarah.
"Huff, dia pasti sengaja menghindari aku!" ucap Arka.
"Wajar saja jika Alena menghindari Kakak, kalau Saran Aku sih lebih baik kakak biar kan dulu dia sendiri dan menenangkan diri!" ucap Sarah.
"Bagaimana saya bisa membiarkan dia, saya tidak akan bisa tenang!" ucap Arka.
"Lalu! apa kakak bisa tenang selama ini dekat dengan sekretaris Kakak itu!" ucap Sarah dengan lancang.
"Saya tidak dekat dengan nya, kami hanya sebatas sekretaris dengan bos!" ucap Arka mencoba untuk membela diri.
"Apakah itu wajar kalau bos perhatian dengan sekretaris berlebihan, bahkan sampai menyuapi nya di depan ramai orang!" ucap Sarah lagi.
"Berbicara dengan kamu sama saja membuat saya pusing!" ucap Arka dan segera pergi.
"Maaf kak, sebenarnya kakak baik tapi Teman saya telah kakak sakiti maaf jika aku ikut campur!" ucap Sarah melihat kepergian Arka.
Maaf yah up nya selalu telat, Author sedang sakit, jangan pernah berpaling dan doain juga Author cepat sembuh.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏