Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 116


__ADS_3

***like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂.


S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S***


Hari pun semakin sore Daniel pamit pulang karena dia harus kerja. Nia sangat penasaran apa yang akan di sampaikan oleh Daniel, namun tidak mungkin dia bertanya di depan Arka dia pun membiarkan Daniel pergi.


Arka mengantarkan Daniel keluar, dan kembali ke kamar rumah sakit.


"Kalau boleh tau Daniel kerja di Club mana?" tanya Arka pada Alena saat baru saja sampai di ruangan.


"Kenapa tidak kamu tanya langsung pada mas Daniel!" ucap Alena.


"Tadi aku lupa untuk bertanya, maka nya aku tanya kamu!" ucap Arka. .


"Aku gak tau Mas Daniel di Club mana, walau di kasih tau nama nya pun aku tidak akan mengerti karena aku tidak tau bentuk club!" ucap Alena.


Arka pun terdiam.


"Emang kenapa mas?" tanya Alena.


"Kalau tidak salah aku pernah melihat nya di salah satu Club!" ucap Arka.


"Iyah kan kamu pernah ke Club dia, bahkan dari mas Daniel aku mendapat kan Video waktu kamu mabuk!" ucap Alena jujur.


"Oohh ternyata dari Daniel! pantesan saja, berarti dia kerja di Club itu!" Batin Arka.


"Mas!" Panggil Alena.


"Hmm!" ucap Arka sambil menoleh ke arah Alena.


"Aku pengen ke kamar mandi!" ucap Alena.


"Ya udah ayo aku Bantuin!" ucap Arka karena kaki Alena Masih sakit kepala nya pun masih pusing-pusing.


Alena pun berjalan sambil mengalungkan tangan nya di leher Arka.


"Ya Allah mas Arka Wangi banget!"' Batin Alena sampai-sampai jantung nya berdegup kencang.


Arka pun menunggu di depan pintu Alena di dalam kamar mandi, Setelah selesai Arka Membantu Alena ke tempat tidur.


"Apa kamu gak mau sekalian mandi?" tanya Arka.


"Apa aku bau yah mas?" tanya Alena karena tumben-tumbenan Arka berkata seperti itu.


"Bukan gitu! Ini kan udah sore, sekalian aja kamu mandi biar badan nya gak lengket- lengket," ucap Arka.

__ADS_1


"Nanti aja mas, aku tolong sama suster!" ucap Alena karena tidak mungkin dia mandi sendiri.


"Kan ada aku, ngapain harus nunggu mereka!" ucap Arka.


Seketika mata Alena melotot.


"Mentang-mentang aku sudah mulai sembuh Mas Arka mau mencoba menjahili ku!" Batin Alena.


"Gak usah mas, aku juga lagi tidak ingin ke mandi!" ucap Alena.


Arka pun tidak mau memaksa Alena.


Hari pun semakin malam Alena baru saja selesai mandi di bantu Suster.


Suster sudah keluar Arka pun menyuruh Alena untuk makan, setelah selesai makan dokter datang.


"Selamat malam pak/buk!" sapa dokter.


Dokter memeriksa keadaan Alena dan menanyakan keluh Alena apa dan juga perkembangan kesehatan nya bagaimana.


Alena sudah mulai membaik, badan nya sudah terasa ringan, kepalanya sudah tidak pusing lagi, panas nya sudah turun hanya kaki nya saja yang buat susah untuk melakukan suatu hal.


Karena itu seperti nya harus di bawa ke tukang pijit.


"Bagaimana keadaan nya dok?" tanya Arka.


"Bu Alena sudah bisa pulang besok pagi, saya harap Malam ini tidak ada keluhan lagi! Dan jangan terlalu banyak berfikir!" ucap dokter.


Dokter pun ijin untuk keluar.


"Akhirnya besok aku pulang juga!" ucap Alena senang.


"Iyah! kamu gak usah banyak fikiran dulu atau harus makan yang banyak, biar cepat sembuh!" ucap Arka.


Setelah itu mereka pun Sholat isya berjamaah.


Keesokan harinya di pagi hari Suster sudah datang membuka Infus Alena.


Alena merasa lega dan sangat senang.


"Nanti dokter akan datang ke sini memberikan resep obat yang akan di tebus dan akan memeriksa Ibu nya!" ucap Suster.


Arka dan Alena pun tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya dokter datang dan memeriksa keadaan Alena.


Semua nya sudah membaik, dokter pun memberikan resep lembaran obat yang harus di tebus ke kasir baru bisa pulang.


Arka pun segera ke kasir.

__ADS_1


Mereka keluar dari rumah sakit di Bantu oleh supir Arka serta orang suruhan nya untuk membawa barang-barang banyak yang di dalam.


Sementara Arka mendorong alena pakai kursi roda.


"Kamu mau pulang ke rumah aku atau ke rumah kamu?" tanya Arka.


"Seperti nya aku harus mencari kost-kostan lagi deh, aku tidak mau pak Wijaya Marah karena aku tinggal di rumah itu lagi!" ucap Alena.


"Jangan bahas itu dulu deh, mendingan kamu tinggal di rumah aku saja, karena kamu adalah tanggung jawab aku!" ucap Arka.


"Aku gak Mau!" ucap Alena.


"Kamu jangan buat aku marah! kamu itu masih istri aku jadi kamu harus mendengarkan kata-kata aku!" ucap Arka.


"Tapi mas!" ucap Alena lesu.


"Kamu gak usah pikirin itu, aku yang akan tanggung jawab, dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah meninggalkan kamu!" ucap Arka memeluk tubuh Alena.


"Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Arka.


Di depan rumah sudah sangat banyak Pelayan yang berkumpul mau menyambut kedatangan Arka dan Alena.


Arka Langsung membawa Alena ke kamar nya.


"Kenapa di sini mas, aku di kamar aku dulu saja!" ucap Arka.


"Aku gak ingin punya istri banyak tanya dan pembangkang!" ucap Arka sambil menggendong Alena ke kasur.


"Kamu harus banyak istirahat dulu," ucap Arka sambil mengelus pucuk kepala Alena.


"Kamu terkadang galak terkadang baik, bingung aku menilai sifat kamu!" ucap Alena langsung.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu, cukup yang kamu tau kalau aku sangat mencintai mu!" ucap Arka dan berbaring di samping Alena.


Alena tersenyum.


"Tempat tidur ini sangat nyaman, tentu nya kamu akan sangat betah untuk istirahat, badan ku sudah sangat sakit selama empat hari tidur di kursi, akhirnya aku bisa juga tidur di sini!" ucap Arka.


"Hmm Makasih yah mas udah mau nemanin aku, dan rawat aku!" ucap Alena.


"Itu adalah tugas aku sebagai suami!" ucap Arka sambil mencium kening Alena dan memeluk sambil berbaring.


Tidak butuh beberapa lama akhirnya Arka tertidur lelap, begitu juga dengan Alena, mungkin mereka terlalu lelah.


Sementara di luar supir dan pelayan yang lain nya sedang mengeluarkan barang-barang dari dalam mobil.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,


terimakasih 🙏***


__ADS_2