
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Namum karena dia tidak ingin makan sendiri dia pun mengetuk pintu kamar Alena.
Sedikit terlambat Alena membuka nya, dan kelihatan nya dia baru bangun.
"Ada apa tuan? ini sudah malam!" ucap Alena dengan suara serak, khas orang baru bangun.
"Saya mau makan!" ucap Arka.
Seketika mata Alena terbelalak dan Melihat jam tangan nya jam sudah hampir menunjukkan jam dua belas.
"Tuan belum makan?" tanya Alena.
Arka pun menggeleng, Alena segera mencuci wajah nya Agar ngantuk nya hilang.
Dan mengambil kan Arka nasi.
Arka pun makan.
Sementara Alena duduk di depan nya menemani nya.
"Kamu gak makan?" tanya Arka.
Alena pun menggeleng.
"Gimana badan kamu?" tanya Arka.
"Sudah mulai sehat Tuan!" jawab Alena.
"Setelah selesai Arka makan dia pun langsung naik ke atas, sementara Alena berjalan ke arah ruang tamu.
"Kamu mau kemana lagi?'" tanya arka.
"Mau nonton Tuan, mata saya tidak ngantuk!" ucap Alena dan berlalu begitu saja ke arah tamu.
"Loh Tuan kok ke sini? pasti tuan capek cepat lah istirahat!" ucap Alena.
"Mata saya juga tidak mengantuk!" ucap Arka dan duduk di samping Alena di sofa panjang.
Mereka pun fokus kelayar Tv.
Tidak beberapa lama mata Alena mulai mengantuk dia menoleh ke arah Arka, ternyata dia sudah tidur.
"Humm, kata nya gak ngantuk! buktinya bisa ketiduran sambil duduk!"' ucap Alena.
Dia pun mengambil Arka bantal dan juga Selimut dan dia kembali ke kamar nya untuk tidur.
__ADS_1
Keesokan harinya Alena terlebih dahulu berangkat ke kantor karena dia harus memeriksa semua laporan yang selama dua hari tidak dia lihat.
Sementara Arka jam sepuluh baru selesai mandi dan langsung turun untuk sarapan sebelum ke bawah dia melihat ke arah pintu kamar Alena.
"Apa gadis itu belum bangun?" tanya Arka.
"Non Alena Sudah berangkat jam setengah delapan Tuan," ucap Pelayan.
Arka pun diam dan dia pun melanjutkan sarapan nya.
Setelah sampai di kantor yang pertama dia cari adalah Sekretaris pribadi nya itu.
Ternyata Alena sedang keluar bersama Aris entah kemana namun Masih urusan pekerjaan.
Hari pun semakin Siang Aris membawa Alena makan siang, sehabis melihat langsung lokasi yang akan di didirikan kerajaan Finansial perusahaan Shengu.
Lumayan sangat jauh Namun Aris menggunakan kecepatan tinggi sehingga membutuhkan waktu tiga j setengah saja.
"Oh iya Pak, sarung Bapak nanti saya akan pulang kan, soal nya masih tinggal di rumah!" ucap Alena.
"Sudah lah untuk kamu saja!" ucap Arka dengan nada datar.
Alena pun terdiam sambil tersenyum, karena dari tadi Arka dan Alena tidak bicara apa-apa selain membahas soal-soal pekerjaan.
Di kantor Arka baru saja menyelesaikan pekerjaan nya dia bertanya pada karyawan jika Alena sudah pulang atau tidak.
Namun Alena tak kunjung Sampai di kantor, tiba-tiba Wijaya datang.
"Kamu lagi apa Arka? bagaimana dengan Urusan Klien?" Tanya Wijaya.
"Hmm, Alena dan Aris sudah sampai di sini?" tanya Wijaya, Arka pun menggeleng.
"Mereka Melihat lokasi yang akan di bangun Finansial," ucap Wijaya.
Arka pun ber oh saja dan masuk ke dalam ruangan nya.
Jam Tiga sore Alena dan Aris baru saja sampai di kantor, dia Dan Aris masuk sama-sama ke dalam kantor.
Sehingga ada gosib jika mereka mempunyai hubungan khusus karena kedekatan nya.
Alena langsung ke ruangan nya sementara Aris memberikan Laporan pada Wijaya.
Arka sama sekali tidak tau jika Alena sudah pulang dia pun sangat fokus dengan pekerjaan nya.
Hari semakin sore, seperti biasa Jam empat Alena sudah pulang.
Dia pulang menggunakan Ojek online. Wijaya dan Aris pulang bersama ke rumah Wijaya.
Aris juga sangat sering main ke rumah Wijaya yang lumayan jauh dari kantor.
Wijaya sangat menyanyangi Aris karena sifat perduli nya pada Aris melebihi dari Anak nya sendiri.
__ADS_1
Niat nya Wijaya akan mengalihkan perusahaan ke tangan Aris, namun dia tidak mau karena ada yang lebih berhak.
Arka pun langsung pulang setelah semua nya beres dan ada beberapa yang dia kurang paham dan ingin menanyakan pada Alena dia pun membawa itu pulang.
Dia pulang di supirin oleh supir pribadi nya.
Setelah sampai di rumah dia kaget ketika melihat Alena yang sedang menyiram bunga di halaman.
Dia melihat ke arah Alena Begitu juga dengan Alena namun tiba-tiba Arka pergi begitu saja Tampa membalas sapaan dari Alena.
Malam pun tiba seperti biasa Alena akan mengisikan air di bathtub kamar mandi Arka.
Namun tiba-tiba dia Panggil oleh Arka ke ruangan kerja nya.
"Saya kurang paham ini, Tolong kamu jelaskan!" ucap Arka, Alena pun menerangkan nya.
Arka pun paham dan setelah itu dia menyuruh Alena menyiapkan air mandi nya.
Satu bulan kemudian Seperti biasa Alena akan terus sabar kerja dengan Arka. dan juga harus fokus pada kuliah nya.
Setelah pulang kerja Alena menghempaskan tubuhnya di kasur.
"Tidak terasa yah udah mau satu bulan! sabar Alena dua bulan lagi kamu akan berhenti kerja di sini!" batin Alena.
Arka Sekarang sudah sangat fokus dengan perusahaan sehingga sekarang perusahaan semakin maju karena adanya Alena, Arka dan Aris.
Sekarang Wijaya tidak lagi tiap hari ke perusahaan, sekarang dia sudah sangat fokus dengan kesehatan nya.
namun Dia dengan Arka masih saja tetap seperti dulu.
Jika Wijaya menanyakan atau mengajak Arka ngobrol Arka masih saja tetap cuek, dan tidak ingin tau apa-apa tentang ayah nya itu.
Dia juga sedikit lega karena bantuan Alena dia bisa seperti sekarang ini, fokus dengan perusahaan dan tidak akan mendengar ceramah-ceramah dari Ayah nya, Atau dari keluarga nya.
Namun sama saja dia sangat sering mabuk, hampir tiap dia menyanyi di Cafe itu.
Namun untungnya Alena bisa bersembunyi di kamar nya, dan tidak menanggapi Arka yang marah-marah sendiri di rumah nya ketika mabuk.
Yah seperti itu lah, namun Alena tidak pernah lupa dengan kewajiban nya mengurus Arka, dan meladeni nya.
Semenjak Arka sudah sangat paham dan sudah bisa mengendalikan perusahaan serta sekarang kerajaan Finansial itu sudah empat puluh persen siap.
Yayasan yang di luar negeri sudah Arka yang mengendalikan nya,
Sementara perusahaan nya yang di Eropa dan di Amerika baru saja dia pelajari dan ingin mengendalikan itu semua.
Memang dia sangat royal namun uang yang di pakai untuk bersenang-senang adalah uang nya sendiri, hasil dia bernyanyi dan bisa minum serta membayar perempuan yang memuaskan nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***.