
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat terus.
Selamat membaca 🙂
Alena langsung berlari ke kamar nya entah mengapa tiba-tiba hati nya sakit.
"Dasar laki-laki hidung belang!" itu lah kata-kata yang keluar dari mulut Alena.
Dia merasa dirinya sama sekali tidak di hargai oleh Arka,
"Kenapa aku sangat tidak suka di saat wanita itu menyentuh nya!" Batin Alena.
"Aaaaarhh," teriak Alena sambil melemparkan bantal nya ke dinding.
"Tenang Alena! tenang! untuk apa kamu marah seperti ini," Batin nya lagi.
"Dia adalah Tuan mu, hanya sebatas itu tidak ada yang lain, dan juga satu bulan lagi kontrak itu akan habis, dan aku Akan jauh dari Nya," Batin Alena.
"Atau jangan-jangan aku mempunyai perasaan pada nya! Arhhh! Tidak mungkin!.
"Kamu tidak bisa mempunyai perasaan seperti ini Alena, sadar!" ucap Alena sambil muluk-muluk kepalanya.
Sementara di kamar, Arka sudah sangat tergila-gila dengan perempuan bayaran nya itu.
Apa lagi dia yang minum obat kuat sengaja agar dia tidak sadar kalau ada Alena.
Karena tentu kalau dia sadar, dia melihat Alena pasti dia segan dan menghentikan aksinya melampiaskan nafsu nya.
Keesokan harinya Alena sudah selesai masak dan semua nya sudah bersih dia pun mandi dan bersiap-siap berangkat ke perusahaan.
Dia hari ini tidak ingin bertemu dengan Tuan muda nya itu, setelah selesai dia langsung berangkat ke perusahaan di antar oleh supir.
Sementara Arka baru saja bangun, dan melihat perempuan yang di samping nya memeluk erat tubuh nya.
Tiba-tiba Arka mendorong nya.
"kenapa kamu masih di sini! pergilah!" ucap Arka.
perempuan yang masih tidur dengan nyenyak pun terkejut.
Dia tidak ingin banyak protes karena itu adalah kerjaan nya, setelah sudah di bayar dia akan segera pergi.
Arka keluar setelah perempuan itu pergi dia mencari Alena ke kamar nya namun tidak ada dia ke dapur ternyata tidak ada namun semua masakan sudah siap.
Dia pun Sudah tau jika Alena berangkat ke perusahaan.
dia segera siap-siap dan berangkat ke kampus.
__ADS_1
Setelah sampai di kampus dia mencari keberadaan Alena, ternyata Alena sedang di ruangan miting.
Waktu nya makan siang Arka menghampiri Alena yang di ruangan nya.
"Saya mau makan, temani Saya!" ucap Arka dengan nada datar.
Alena menoleh ke arah Arka.
Dia tidak ingin banyak protes dia pun mengikuti Arka di dalam mobil mereka hanya diam saja.
Arka yang sungkan untuk mengajak bicara sementara Alena yang tak ingin berbicara apa pun pada Arka.
"Kenapa aku jadi merasa bersalah seperti ini yah!" Batin Arka.
mereka pun sampai di sebuah cafe dan mesan makanan.
Setelah selesai makan mereka langsung kembali ke kantor, setelah sampai dengan cepat Alena Masuk ke ruangan nya.
"Ikut lah dengan saya ke ruangan, saya mau membicarakan sesuatu!" ucap Arka.
"Saya lagi banyak kerjaan Tuan!" ucap Alena.
"Kamu dengar tidak?" ucap Arka kesal karena Alena melanjutkan langkahnya untuk ke ruangan nya.
Dengan terpaksa Alena pun iku ke ruangan Arka.
"Kamu Jangan salah paham soal tadi malam!" ucap Arka. setelah sampai di ruangan nya.
Malam hari nya Arka terakhir pulang dia sampai di rumah sudah lewat Magrib dia Melihat Alena yang sedang nonton di ruang tamu.
Arka duduk di ruang tamu. sementara Alena tidak memperdulikan nya.
"Kamu marah saya bawa wanita lain ke sini?" tanya Arka.
Alena hanya diam saja.
Tiba-tiba Arka menarik kepala Alena agar melihat ke arah nya.
Alena langsung menepis tangan Arka.
"Tuan apa-apaan sih, ganggu aja!" ucap Alena semakin bete.
"Kamu tuh yang kenapa! saya ngomong tidak kamu perdulikan," ucap Arka kesal.
"Mau ngomong apa lagi Tuan muda! mau ngomongin wanita itu lagi, saya lagi tidak mau mendengar nya!" ucap Alena.
"Saya minta maaf!" ucap Arka.
"Untuk apa?" ucap alena.
__ADS_1
"Saya tau kamu marah karena saya dengan wanita itu!" ucap Arka lagi.
"Saya tidak marah tuan, tapi saya kecewa Ketika tuan bawa perempuan itu ke sini, seakan-akan Tuan tidak menghargai saya di sini, dan melakukan yang tidak wajar di Depan saya!" ucap Alena Berdiri.
Tiba-tiba Arka menarik tangan Alena saat dia hendak pergi.
"Saya tau Saya salah, saya minta maaf. Saya juga tidak sadar jika saya pulang ke rumah dengan wanita itu!" ucap Arka.
"Sudah lah Tuan, tidak ada yang mau di Maaf kan lagi," ucap Alena menghempaskan tangan Arka.
"Tuan minta saya untuk masak, tapi sementara tuan tidak ada menyentuh masakan saya tadi pagi!" ucap alena lagi.
Arka pun Mengingat karena dia terburu-buru ingin bertemu dengan Alena dia lupa sarapan.
"Saya minta maaf, saya tidak sengaja melakukan itu, saya mencari kamu itu lah sebab nya saya tidak makan!" ucap Arka.
Alena pun terdiam.
"Saya janji mulai dari sekarang saya tidak akan menyentuh perempuan lain lagi, asal kamu jangan diam kaya gini," ucap Arka dengan wajah memohon.
Alena menoleh ke arah Arka.
"Baik lah tapi banyak syarat nya!" ucap Alena.
"Katakan! asal kamu jangan mendiamkan saya!" ucap Arka.
"Tuan Tidak boleh memuaskan nafsu Tuan kepada perempuan yang tidak muhrim Tuan! tidak boleh mabuk lagi, dan mencoba untuk menghargai orang lain, sabar dan jangan kasar!" ucap Alena.
"Baik lah saya akan mencoba nya, tapi saya juga ada satu syarat untuk kamu!" ucap Arka.
"Apa?" tanya Alena.
"Menikah lah dengan saya!" ucap Arka.
Tiba-tiba Alena terkejut dia tidak menyangka jika arka mengatakan hal seperti itu.
"Jangan aneh-aneh deh Tuan, menikah itu tidak gampang, dan juga harus di dasari oleh cinta!" ucap Alena.
"Asal kamu tau aku sudah jatuh cinta sama kamu, karena itu lah aku Akan menjaga kamu, dan juga sangat takut Jika kamu marah pada ku, namun kebiasaan ku sangat susah untuk aku tinggalkan!" Batin Arka.
"Kamu tidak ingin saya melampiaskan nafsu pada perempuan lain, satu-satunya cara adalah menghalalkan wanita yang di depan ku sekarang!" ucap Arka lagi.
Alena terdiam, dia tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar yah, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan nya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
terimakasih 🙏***.