Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 94


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


selamat membaca 🙂


Alena kaget mendengar pengungkapan Aris.


"Kamu pasti heran kenapa Kakak tidak satu rumah dengan Ayah, selain karena tidak nyaman tinggal di rumah Ayah yang terlalu dingin, Kakak juga lebih dekat berangkat Kerja dari rumah kakak yang sekarang!" ucap Aris.


"Tapi walau seperti itu, Kakak tidak lupa kok siapa yang selama ini menjaga dan merawat serta menafkahi kakak, jika Ayah meminta saya untuk datang, saya akan datang, dan jika dia mengajak saya berbicara saya akan layak nya seorang anak pada Ayah!" ucap Aris.


Alena hanya diam saja sambil mendengarkan cerita Aris.


"Ya udah kalau gitu kita lanjut kerja saja," ucap Aris dan Terlebih dahulu masuk ke ruangan nya.


"Hmm kenapa Sekarang penilaian ku keluarga Pak Wijaya dan Paman sam hampir sama, beda nya Hanya Karena paman terlalu bersifat dingin pada Aris sementara pak Wijaya! Mas Arka lah yang terlalu egois seakan tidak mau membuka pintu Maaf untuk Ayah nya!" ucap Alena.


"Ah sudahlah kalau aku fikir-fikir lagi pasti aku sangat pusing! lebih baik aku Lanjut kerja saja!" ucap Alena segera masuk keruangan nya.


Alena pun segera mengutak-atik laptop nya.


Di tempat lain Arka baru saja selesai rapat dengan klien-klien di Finansial, semua nya berjalan lancar.


Arka Melihat ke arah arloji nya, ternyata sudah hampir jam dua.


Arka pun berniat untuk kembali ke perusahaan Shengu.


"Pak! Pak!" Panggil pria yang mengejar Arka.


Arka pun menoleh ke arah Pria yang mendekati nya.


"Maaf pak saya sudah mengganggu jalan Bapak!" ucap pria itu dengan sopan.


"Ada apa? saya tidak punya waktu banyak!" ucap Arka dengan wajah dingin dan datar.


"Pak Widodo sedang perjalanan menuju ke sini pak! dia ingin bertemu Bapak!" ucap karyawan pria itu.


"Bagaimana membuat pertemuan seperti ini tapi tidak dari persetujuan saya! saya tidak punya waktu untuk bertemu di sini. Jika ingin bertemu katakan lah saya sudah di perusahaan Shengu." ucap Arka.


"Baik lah pak!" ucap pria itu.


Dengan wajah kesal Arka pun segera masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Widodo adalah Pebisnis kaya seperti Wijaya dia adalah teman dekat Wijaya, Perusahaan Wijaya dan Widodo dari Dulu sudah kerja sama.


Mungkin hari ini dia bertemu dengan Arka karena hanya ingin bertemu saja, karena dia sama sekali belum pernah bertemu dengan Arka Setelah Arka yang memimpin perusahaan.


Arka Sudah tau Widodo Siapa karena sudah tercantum nama nya di Berkas-berkas perusahaan yang di pelajari oleh Arka.


Jam sudah menunjukkan pukul Lima, Arka baru saja sampai di Perusahaan.


Jarak Finansial dari Perusahaan lumayan Sangat jauh.


"Huff sialan aku malah terlambat, pasti sekarang Alena Sudah pulang!" ucap Arka.


Arka memilih untuk menghubungi Alena.


"Halo!" ucap Arka setelah Panggilan di jawab oleh istrinya itu.


"Kamu di mana?" tanya Arka langsung.


"Aku sudah di rumah! Kenapa?" tanya Alena.


"Oh tidak apa-apa! aku hanya bertanya saja, aku baru saja sampai di Perusahaan!" ucap Arka.


"Oohh," ucap Alena.


Tiba-tiba Arka mematikan sambungan telepon karena melihat mobil mewah berhenti di belakang mobil nya tepat di depan perusahaan.


Arka memerhatikan siapa yang turun dari mobil itu.


"Selamat Sore Tuan muda Arka!" sapa Pria paruh baya berbadan tinggi dan Gemuk.


"Selamat sore! dengan siapa yah?" tanya Arka dengan wajah penasaran.


"Mungkin ini adalah pertama kali bertemu namun kita sudah saling mengenal, kenal kan saya Widodo!" ucap Widodo sambil menjulurkan tangannya pada Arka.


"Oohhh pak Widodo! senang bertemu dengan anda!" ucap Arka Memasang wajah ramah dan menjabat tangan Widodo.


"Kenapa bisa sore-sore seperti ini menjumpai saya?" tanya Arka.


"Sebenarnya kami sudah dari pagi berangkat, namun kebetulan tempat tinggal Bapak juga sangat jauh!" ucap Widodo.


"Oohh Begitu maaf saya harus mengoper bapak ke sini, kebetulan ada yang harus saja selesaikan!" ucap Arka berbohong karena dia hanya ingin bertemu dengan istri nya saja.


"Tidak masalah! bagaimana kalau anda meluangkan waktu sedikit untuk minum kopi di Cafe yang tidak jauh dari sini, agar kita enak ngobrol nya!" ucap Widodo.

__ADS_1


"Oh tidak masalah pak, mari! Dengan mobil saya saja!" ucap Arka.


Mereka segera mencari Cafe yang tidak jauh dari Perusahaan.


"Hmm seperti nya hari ini aku akan telat bertemu dengan istri ku, tapi tidak masalah Lebih baik aku selesai kan dulu pertemuan dengan pak Widodo karena ini menyangkut perusahaan;" Batin Arka.


"Sudah sangat lama Bapak tidak ke sini, Sangat banyak yang berubah!" ucap Widodo setelah sampai di Cafe mewah.


Arka Hanya membalas dengan senyuman saja.


"Bapak sangat tidak menyangka ternyata anak satu-satunya Wijaya mengambil alih semua bisnis dan perusahaan Wijaya!" ucap Widodo.


"Dan Bapak sudah dengar kalau semenjak di tangan kamu perusahaan semakin sukses bahkan itu sangat ber efek pada perusahaan Bapak juga, bapak sangat berterima kasih pada mu!" ucap Widodo.


"Ah bapak bisa saja, ini sudah hal biasa di dunia perbisnisan," ucap Arka.


"Justru selama jadi pebisnis Bapak Sangat salut dan sangat bangga pada mu, Tuan muda Arkanja sakan!" ucap Widodo.


"Bagaimana kabar Ayah mu?" tanya Widodo.


"Sekarang Ayah kurang sehat, sudah lama juga dia tidak bisa keluar dari rumah!' ucap Arka.


"Kasihan sekali, bapak akan menjenguk nya besok saja!" ucap Widodo.


"Bagaimana dengan kamu! bapak dengar kamu akan menikah dengan Clara pengusaha Kaya itu!" ucap Widodo.


"Pernikahan kami seperti nya akan gagal, karena tidak ada kecocokan di antara kami!" ucap Arka.


"Oohh, kalau tidak ada kecocokan dari awal bagus nya sih seperti itu!" ucap Widodo.


"Bagaimana kalau kamu kenalan sama putri pertama saya!" ucap Widodo.


"Dia Sekarang lagi di Amerika, dia jadi sekretaris di Perusahaan Ayah mu di sana!" ucap Widodo.


Arka kaget karena selama ini dia tau karena dia juga tidak pernah ke Amerika.


"Saya sekarang lagi tidak ingin dekat dengan wanita Pak, karena saya ingin fokus dengan pekerjaan saya dulu!" ucap Arka.


"Maksud saya kamu kenalan dengan dia bukan menjodohkan, saya ingin dia bergaul dengan orang yang sangat cerdas seperti kamu!" ucap Widodo.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


terimakasih 🙏***


__ADS_2