Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 125


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Walau pun Arka masih jengkel dengan Alena masalah tadi malam, namun dia harus melupakan itu dan jujur saja dia sangat bahagia dia merasa telah berhasil memiliki Alena dan dia sangat senang keluarga nya menerima istri nya itu.


Begitu juga dengan Alena walau dia deg-degan namun dia juga sangat senang Mereka pun bertukar cincin.


Setelah cincin terpasang semua nya bertepuk tangan Begitu juga warga yang berkumpul di luar ikut menyaksikan acara lamaran Alena.


Arka tersenyum dia memegang erat tangan Alena.


Mereka berfoto-foto dan juga salah satu keponakan Arka ada foto grafer.


Waktu nya bersalaman dengan orang tua.


Alena pun menyalim tangan kedua orang tua dan lanjut pada calon mertua nya itu.


"Terimakasih Pak!" ucap Alena tersenyum ke arah Wijaya.


"Bapak yang terimakasih sama kamu, Kalau tidak ada kamu mungkin Bapak tetap jadi Wijaya yang Egois dan angkuh!" ucap Wijaya.


Alena tersenyum dia pun melanjutkan Salam-salaman dengan yang lain nya.


"Ngomong-ngomong Calon Bibi aku yang ini cantik banget yah!" ucap salah satu ponakan Arka yang cewek mungkin tidak jauh beda umur nya dengan Alena.


Setelah itu mereka membicarakan kapan pernikahan Alena dan Arka di laksanakan.


Pak Wijaya menyimpulkan lebih cepat lebih baik, dan Faisal bilang semua nya tergantung Alena dan Arka.


Dan akhirnya pernikahan mereka di laksanakan dua Minggu lagi setelah Arka dan Alena pulang ke Jakarta bersama keluarga Alena semua nya.


Karena pernikahan mereka akan di gelar di rumah pak Wijaya.


Mereka sangat senang karena semua nya setuju dengan keputusan itu.


Hari pun semakin sore Warga Mulai bubar, sementara di rumah Alena masih sangat ramai.


Keluarga pak Wijaya tidak langsung pulang namun mereka akan menginap satu atau dua hari di kampung itu, namun karena tidak muat di rumah Alena dan juga tidak ada kasur berlebih terpaksa harus menyewa penginapan sederhana yang ada di sana.


Dan sekarang di rumah hanya tinggal pak Wijaya dan paman Sam, untung saja ada kamar kosong yang di Siap kan untuk pak Wijaya dan paman Sam.


Faisal dengan Wijaya serta Sam di ruang tamu bercerita-cerita.


Sementara Alena masuk ke kamar ibu nya karena di ajak.


"Ada apa ibu. mengajak ku ke sini?" tanya Alena Heran.

__ADS_1


"Tidak ada! ibu hanya ingin tanya apa kamu sedang hamil?" tanya Dewi.


Alena terdiam.


"Boro-boro mau hamil buk, bercocok tanam saja belum pernah!" Batin Alena.


"Alena belum hamil buk!" jawab Alena.


"Hmm ibu kira kamu hamil badan kamu lebih gemukan!" ucap Dewi.


"Itu tandanya Alena senang hidup dengan mas Arka!" ucap Alena. Dewi pun tersenyum.


"Ya udah kamu yang sabar yah, kalau udah rejeki pasti kamu hamil ibu juga ingin cepat punya cucu!" ucap Dewi.


"Hmm doain aja yah buk," ucap Alena sambil tersenyum.


"Dengar-dengar dari Bibi kamu kalau Daniel sama Tari di Jakarta juga yah!" ucap Dewi, Alena hanya diam.


"Apa kamu tidak pernah kontekan dengan Daniel?" tanya Dewi lagi.


"Sebenarnya Alena dan Mas Daniel di sana sangat lah sering bertemu, tapi dengan Tari Alena belum pernah berjumpa!" jawab Alena.


"Oohh bagus deh kamu masih dekat dengan Daniel! Semoga sifat nya tidak seperti Ibu nya!" ucap Dewi.


Alena pun hanya mengangguk saja.


"Ibu minta Sama kamu, dan mohon sama kamu, untuk selalu turut pada suami mu berbakti pada nya," ucap Dewi.


"Di dalam sebuah hubungan itu pasti ada konflik nya dan kamu harus sabar menghadapi itu, satu sama lain kalian harus mengerti karena tentunya kalian pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, dan jadi lah Suami istri yang saling melengkapi!" ucap Dewi.


Tiba-tiba Alena memeluk ibu nya itu.


"Terimakasih ibu! Alena akan terus Mengingat kata-kata ibu!" ucap Alena.


Dewi tersenyum dan mengelus punggung Alena.


"Kamu juga harus sopan dan berbakti pada Bapak mertua kamu, kamu harus memperlakukan dia layak nya ayah kamu seperti kamu memperlakukan Ayah kandung mu, karena dia lah jadi ayah buat kamu di sana!" ucap Dewi.


Alena pun mengangguk.


"Ya udah kamu istirahat gih," ucap Dewi pada Alena.


dia pun keluar dari kamar.


Hari sudah malam mereka baru saja selesai makan malam.


Tidak beberapa lama berbincang-bincang masing-masing mereka istirahat di kamar masing-masing.


Alena terlebih dahulu masuk ke kamar bersama Niko. Arka menyusul Alena.

__ADS_1


Dia memerhatikan Alena yang sibuk dengan Handphone nya sambil berbaring sementara Niko sudah tidur.


Alena yang menyadari Arka sudah masuk ke kamar dia segera mematikan handphone nya dan duduk.


Arka duduk di pinggir kasur di depan Alena.


"Kamu Marah yah masalah tadi malam?" tanya Alena.


Arka menoleh ke arah Alena.


"Sedikit! Tapi ya udah lah," ucap Arka.


"Aku minta maaf yah udah ninggalin kamu tidur duluan!" ucap Alena.


"Gak apa-apa!" ucap Arka.


"Ya udah kalau gak marah kamu gak usah cemberut gitu!" ucap Alena.


Arka pun senyum.


"Tadi Pak Aris kok gak datang yah!" ucap Alena.


"Kata Paman dia tidak mau ikut karena dia kerja!" ucap Arka, Alena pun ber oh saja.


"Ya udah Tidur aja mas!" ucap Alena.


Arka naik ke kasur dan memindahkan Niko ke pinggir dan meminta Alena di tengah.


Alena tersenyum dengan kelakuan Arka yang menepuk-nepuk kasur sambil tersenyum-senyum nakal.


Alena langsung tidur di samping Arka dan memeluk Arka menenggelamkan wajah nya di dada bidang Arka.


Tidak beberapa lama akhirnya Alena tertidur dengan nyenyak di lengan Arka.


Keesokan harinya Keluarga Faisal membuat acara kecil-kecilan untuk merayakan kebahagiaan nya dan memberikan orang sekampung makan.


Dan ternyata sangat ramai yang datang dan memberikan selamat pada keluarga Alena dan juga keluarga Arka.


Kedua keluarga itu sangat lah bahagia bahkan orang kota yang melihat sajian makanan acara itu pun penasaran dan sangat ingin menikmati.


Faisal sudah mencoba membujuk Elsa datang ke acara itu namun tak juga dia mau dan hanya suami nya yang datang.


Sementara Nenek Alena belum bisa keluar dari rumah sakit, Alena pun belum bisa menjenguk nya karena nenek Alena belum di ijinkan untuk di jenguk.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2