Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 158


__ADS_3

Arka yang dari tadi mengamati dokter memeriksa Alena sambil khawatir akhirnya selesai.


"Ada apa yang terjadi dengan istri saya Dok?" tanya Arka.


"Selamat yah pak, Istri Bapak hamil! kandungan nya sudah berumur sepuluh hari." ucap dokter itu.


Arka terkejut dengan pernyataan dokter itu begitu juga dengan Alena.


Arka seketika bersujud dan mengucap terima kasih pada Allah, dokter yang melihat itu pun tersenyum.


"Tapi kandungan nya sangat lemah akibat benturan di punggung ibu Alena, Kalau seandainya benturan nya sangat keras janin yang di kandungan ibu Alena bisa meninggal!" ucap Dokter.


"Kami akan menyuntikkan vitamin dan juga memasang infus untuk bu Alena!" ucap dokter itu lagi.


Arka menginyakan dia tidak bisa berkata apa-apa lagi dia sangat senang.


"Terimakasih ya Allah! Engkau telah mengabulkan doa ku!" Batin Alena.


Arka membiarkan dokter memasang infus di tangan Alena. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga dokter dan suster sudah keluar.


Arka mendekati Alena Lalu mencium tangan Alena.


Walaupun hati Alena Sangat senang dia masih teringat apa yang terjadi pada rumah tangga mereka.


"Maaf kan aku sayang! Karena aku kamu harus di rawat seperti nya ini lain kali aku janji akan jaga kamu dan Calon anak kita!" ucap Arka Menatap Alena yang sama sekali tidak melihat nya.


Arka memegang wajah Alena agar menoleh ke arah nya.


Namun Alena lagi-lagi menepis nya.


"Aku tau kamu marah sama aku. Aku minta maaf semua yang kamu lihat itu hanya salah paham saja!" ucap Arka.


"Hm, salah paham apa lagi, jelas-jelas kamu menyuapi dan bermesraan dengan Ajeng di Cafe itu!" ucap Alena.


"Aku minta maaf Alena! Aku janji tidak akan mengulangi itu lagi!" ucap Arka sambil memegang tangan Alena.


"Aku tidak perlu kata-kata kamu Mas, aku kecewa sama kamu!" ucap Alena.


"Jujur saja aku bingung dengan perasaan ku sendiri! Aku gak tau mengapa aku memperlakukan Ajeng berlebihan!" ucap Arka jujur karena semakin dia pendam Semakin merasa bersalah di hati nya.


Alena yang mendengar itu seketika air mata nya keluar namun Arka tidak melihat nya karena dia menunduk.

__ADS_1


"Maaf aku sudah buat kamu kecewa Alena! Aku salah. wajar kamu marah sama aku!" ucap Arka.


"Salah aku sama kamu apa mas?" tanya Alena sambil air mata keluar dari kelopak mata nya.


"Plis jangan nangis! Aku gak bisa lihat kamu nangis kaya gini!" ucap Arka sambil menghapus air mata Alena.


"Justru ini kan yang kamu mau, melihat aku hancur melihat aku sedih dan seakan mengemis-ngemis laki-laki yang sama sekali tidak mencintai aku lagi!" ucap Alena.


"Bukan! Bukan itu yang aku mau. Maaf kan aku, aku menyesali nya aku minta maaf Alena!" ucap Arka dengan tatapan tulus dan bola mata berkaca-kaca.


"Aku tidak butuh permintaan maaf dari kamu mas, aku gak habis Fikir apa yang kamu lakukan di belakang aku." ucap Arka membuang pandangan nya dari Arka.


"Aku masih ingat jelas kalau kamu selalu melarang aku dekat dengan pria lain termasuk Kak Aris! Bahkan kamu marah sama aku, sementara aku dengan kak Aris tidak ada hubungan apa-apa hanya kebetulan ketemu!" ucap Alena.


Arka diam.


"Aku menuruti kata-kata kamu menjauhi kak Aris yang baik sama aku, sementara kamu bermain hati di belakang aku, aku sudah berusaha jadi yang terbaik untuk kamu jadi istri yang baik untuk kamu dan juga aku rela menutup kuping agar tidak terlalu mengambil hati kata-kata keluarga kamu!" ucap Alena.


"Aku tau itu Alena! Aku tau!" ucap Arka.


"Jika kamu tau itu kamu tidak akan melakukan hal yang sangat di luar dugaan aku seperti ini mas, selama ini aku percaya sama kamu, namun apa yang kamu berikan sama aku!" ucap Alena.


Arka terdiam dia tidak bisa lagi berkata-kata karena yang di katakan Alena semua nya benar.


"Aku gak bisa ninggalin kamu sendiri di sini!" ucap Arka.


Alena segera berbalik badan pelan dan membelakangi Arka.


Arka Sangat menyelesali perlakuan nya pada Alena.


"Apa yang terjadi pada diri ku ya Allah, Kenapa aku sangat egois!" batin Arka.


Perlahan dia memegang pinggang Alena dan memijit-mijit nya perlahan karena Alena seperti nya kesakitan.


"Tidur nya jangan seperti itu, berbaring lah dengan telentang!" ucap Arka dengan lembut.


Alena pun karena sakit dia terpaksa mengikuti kata-kata Arka, dengan lembut Arka mengelus-ngelus perut Alena.


Alena Sudah bisa tenang dia memejamkan mata nya.


Namun tiba-tiba handphone Arka Berdering sehingga mata Alena terbuka lagi.

__ADS_1


Arka melihat Handphone nya dan mematikan nya langsung dia menonaktifkan handphone nya agar hari ini tidak ada yang mengganggu nya.


"Maaf!" ucap Arka pada Alena.


Arka mengelus-ngelus lagi perut Alena.


"Aku yakin itu pasti Ajeng!" Batin Alena.


"Sudah tidur! Biar cepat pulih!" ucap Arka.


"Ya Allah ingin sekali rasanya aku mengawas kan tangan nya dari perut ku tapi kenapa tubuh ku menginginkan sentuhan nya!" Batin Alena.


Dia pun menutup mata nya.


Hari semakin siang tiba-tiba Alena terbangun karena perut nya terasa sangat mual.


Arka yang tertidur di kursi meletakkan kepala di atas tempat tidur Alena tiba-tiba terbangun karena mendengar suara muntahan Alena.


"Kenapa?" tanya Arka kaget.


"Perut aku tiba-tiba mual lagi mas, kaya beberapa hari ini aku sudah masuk angin!" ucap Alena.


Arka langsung membantu Alena ke kamar mandi sambil mengangkat infus.


Alena kembali lagi ke tempat tidur.


"Masih mual gak?" tanya Arka.


"Sedikit!" jawab Alena.


Arka pun keluar cari minyak kayu putih setelah dapat dia Balik dan mengoleskan ke punggung Alena dan memijit-mijit nya pelan-pelan.


Arka memanggil dokter. Dan dokter bilang itu karena bawaan janin nya dan semakin hari lebih banyak hal yang akan terjadi di masa kandungan Masih muda.


Alena dan Arka pun paham, Arka meminta obat Agar mual nya sedikit hilang namun kebetulan stok nya lagi habis terpaksa Alena Sementara harus menahan nya, Arka pun mencari nya ke apotek lain.


...----------------...


As***salamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2