
**Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
selamat membaca 🙂
S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S**
Alena pun bertanya pada pelayan tentang Arka dia sedang di mana.
"Tuan muda Arka sedang di mana?" tanya Alena.
"Saya di sini!" ucap Arka yang baru saja turun dan Melihat Alena yang sudah di ruang tamu.
Alena menoleh ke arah Arka yang memasang wajah datar.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Arka sambil mendekati Alena.
"Kamu kenapa gak masuk ke kantor? dan ini kamu sudah rapi kamu mau kemana?" tanya Alena.
"Bukan urusan mu, lebih baik sekarang kamu pergi dari sini!" ucap Arka marah.
"Kamu Masih Marah yah, Aku minta maaf kalau aku ada salah," ucap Alena.
Arka diam, Arka malah memilih untuk pergi dari ruang tamu berjalan ke arah luar.
"Mas! aku mohon jangan seperti ini," ucap Alena mengikuti langkah Arka.
"Masuk ke mobil!" ucap Arka dengan nada datar setelah setelah sudah di depan mobil.
Alena bingung namun dia pun Hanya mengikuti saja.
Dia masuk di bagian samping tempat duduk supir sementara Arka duduk di kursi bagian supir.
"Kamu lihat mereka!" ucap Arka menunjuk kan pelayan-pelayan dan juga pekerja di rumah nya.
"Ada apa?" tanya Alena setelah melihat mereka.
"Kamu sendiri kan yang gak mau hubungan kita ini terbongkar, namun Tampa kamu Sadari kamu sudah hampir membongkar rahasia kita, kamu lihat ekspresi mereka!" ucap Arka.
Alena pun mengerti jujur saja dia sangat Khawatir.
"Aku minta maaf,!" ucap Alena.
"Kamu tidak perlu minta maaf, karena itu lah yang aku inginkan, semuanya terbongkar biar tidak ada yang mencoba menghancurkan hubungan kita!" ucap Arka.
"Aku sama Pak Aris gak ada hubungan apa-apa, kamu percaya lah!" ucap Alena. Namun Arka pun hanya bisa diam.
"Lagian aku gak akan ngomong seperti itu di depan para pekerja itu kalau kamu gak bersifat seperti ini!" ucap Alena.
__ADS_1
"Kok malah nyalahin aku, kamu sendiri ngapain ke sini!" ucap Arka.
"Aku khawatir Mas, Aku nelpon kamu gak kamu jawab, kamu gak juga datang ke kantor, aku kefikiran!" ucap Alena.
"Bukan nya aku tidak kekantor kamu malah bebas dengan Aris!" ucap Arka lagi.
"Ya Allah mas, aku bilang kan aku gak ada hubungan apa-apa sama pak Aris!" ucap Alena.
Tiba-tiba Alena memegang Tangan Arka.
"Aku mohon percaya lah, aku gak bisa tenang kalau kamu marah terus kaya gini!" ucap Alena dengan tatapan sendu ke arah Arka.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Oke baiklah aku akan memaafkan mu, tapi kamu harus janji jaga jarak lah dengan pria-pria lain penggoda seperti Aris!" ucap Arka.
Alena tersenyum dan mengangguk.
Kali ini dia harus mengalah karena perasaan nya juga tidak akan enak jika dia dengan Arka bertengkar seperti nya ini.
Arka pun mencium kening Alena dan Alena Memeluk Arka.
"Kamu mau kemana rapi-rapi kaya gini?" tanya Alena.
"Aku mau berjumpa dengan Paman Sam, kenapa?" tanya Arka.
"Tidak! aku hanya bertanya saja, kalau gitu aku pulang dulu yah!" ucap Alena.
Alena tersenyum dan ijin untuk pulang dia keluar dari mobil Arka setelah menyalim tangan suami nya itu.
Semua nya melihat Alena yang keluar mereka semua penasaran apa yang di bicarakan oleh Alena dan Tuan muda nya.
Namun Alena mengabaikan nya dia pun segera pulang dengan supir.
Arka pun sudah sampai di Cafe Paman Sam dan ternyata di sana sudah ada orang tua Clara.
Mereka pun masuk k sebuah ruangan yang khusus untuk kalangan orang kaya.
"Jadi bagaimana keputusan kamu Arka? Apa kamu sudah m memikir kan nya?" tanya Sam pada Arka.
"Kedatangan saya ke sini hanya ingin bertanya kepada kalian sebagai orang tua dari Clara!" ucap Arka kepada orang tua Clara.
"Saya ingin tau apa alasan kalian ingin sekali kami menikah, bapak dan ibu tidak berfikir jika kamu tidak Cocok, bahkan kami sudah putus komunikasi!" ucap Arka.
"Saya tidak ingin nama baik saya kelak karena pernikahan kalian yang Batal!" ucap bapak Clara.
"Itu bukan Alasan Pak, Justru kalian memikir kan tidak bagaimana kalau kami menikah tapi tidak saling mencintai, bahkan kalau di fikir-fikir, Lebih kelak nama bapak Kalau kami menikah karena terpaksa!" ucap Arka.
"Saya tidak terima ini, kalau saya tau seperti ini saya dari dulu tidak akan menjodoh-jodohkan kalian bahkan kalian sudah tunangan!" ucap bapak Clara.
__ADS_1
"Terserah bapak mau mengatakan apa, namun saya akan mengumumkan pada publik pernikahan kami akan di di batalkan, dan bapak tenang saja karena nama kalian tidak akan tercemar sama sekali!" ucap Arka.
Mereka kelihatan sangat emosi dan segera pergi meninggalkan Sam dan Arka.
"Tuan muda!" ucap Sam.
"Kenapa tuan mengatakan seperti itu, Tuan juga harus memikirkan Nama baik tuan!" ucap sam.
"Bagi saya nama baik akan tercemar jika kesalahan fatal, hanya karena seperti ini saya nama akan jelek, itu tidak mungkin Paman terserah orang lain mau ngomong apa!" ucap Arka.
"Tapi Tuan!" ucap sam khawatir.
"Apa kah paman takut karena ayah, atau karena mereka orang kaya!" ucap Arka.
"Paman tenang saja, Paman akan di bawah perlindungan saya!" ucap Arka.
Mereka pun berbincang-bincang asik sehingga perut Arka kelaparan.
mereka pun memesan makanan yang terbaik di cafe itu.
Sam dan Arka makan bersama mereka kelihatan sangat Dekat bahkan Seperti Ayah dan anak.
Hari pun semakin malam Arka pun pamit pulang.
dia melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Arka memilih untuk ke rumah istri nya.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai, dia melihat pintu rumah Alena yang tertutup.
Arka menelpon Alena Agar membuka pintu rumah nya, Alena pun segera membuka nya.
"Kamu kok udah malam gini baru pulang?" tanya Alena sambil menyalim tangan Arka.
"Biasa lah cerita-cerita dulu sama paman Sam!" ucap Arka.
"Ya udah masuk dulu!" ucap Alena.
"Kamu kok belum tidur?" tanya Arka.
"Aku lagi belajar!" Jawab Alena.
"Oohh, aku sangat letih cariin aku baju kaus sama celana pendek yah!" ucap Arka.
Alena pun mengiyakan.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke, karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***