Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 55


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Alena mendorong tubuh Arka agar melepaskan bibirnya.


"Kamu jangan terlalu gegabah, Aku takut tindakan kita ini salah." ucap Alena.


Arka mengerutkan dahi nya.


"Salah? Salah di Bagian mana nya, kita saling mencintai dan jika ada yang keberatan hubungan kita, itu urusan mereka karena kita lah yang menjalani nya." ucap Arka.


Alena pun terdiam.


"Baiklah. Aku sudah tau apa jawaban mu, Dan tentunya aku tidak menerima penolakan semua resiko akan aku tanggung, asal kamu mau menikah dengan ku," ucap Arka.


"Bagaimana dengan kuliah ku? Keluarga ku aku tidak ingin seluruh kampus dan juga keluarga ku tau rencana kita ini, aku ingin mereka tau di saat waktu yang tepat," ucap Alena.


"Itu semua tergantung pada mu Alena! aku tidak akan memaksakan diri mu untuk mengumumkan pernikahan kita sebelum kamu siap," ucap Arka.


"Baik lah, aku mau menikah dengan mu!" ucap Alena langsung.


Arka Langsung Menatap Wajah Alena dengan mata berbinar-binar.


"Kamu serius?" tanya Arka sambil memegang tangan Alena.


Alena tersenyum sambil mengangguk.


"Aku yakin pilihan ku tidak salah, dan Tuan muda ku adalah Jodoh ku." Ucap Alena sambil tersenyum.


Arka tersenyum dan langsung memeluk tubuh Alena.


"Terimakasih Alena!" ucap Arka sambil mengelus rambut Alena dan mencium pucuk kepala Alena.


Mereka pun menyudahi berpelukan nya, Karena badan sangat penat Dan hari pun semakin gelap Alena pun ijin ke kamar nya.


Saat di perhatikan Di dalam rumah itu hanya ada Dua kamar, Kamar itu satu Telah di tunjuk oleh Suprapto untuk kamar Arka.


"Kamu tidur lah dengan ku!" ucap Arka.


"Tidak perlu! aku bisa tidur sendiri!" ucap Alena menolak.

__ADS_1


"Di sini hanya ada dua kamar, yang itu kamar mendingan Nenek dan kakek. Dan tidak ada yang boleh menempati nya."


"Dan ini adalah kamar khusus untuk tamu, apa kamu mau tidur di luar?" tanya Arka.


Alena memerhatikan Sekeliling nya terlihat sangat sepi dan Mengingat rumah ini tidak ada yang menempati dia pun Seketika merinding karena berfikir yang aneh-aneh.


Arka meninggal kan Alena begitu saja yang sedang berfikir di luar. namun dengan cepat Alena langsung menyusul Arka masuk ke dalam rumah itu.


Arka Melihat Alena yang masuk dan memasang wajah Cemberut.


Arka tersenyum tipis.


"Sudah lah kamu tidak perlu cemberut seperti itu, kamu mandi lah!" ucap Arka.


"Hmm, Kenapa aku selalu terjebak di situasi seperti ini sih dengan Arka," Batin Alena.


"Ngapain Masih Berdiri di situ? Segera lah mandi dan sholat!" Suruh Arka.


"Bisa nya Nyuruh doang, dia nya aja gak sholat!" Batin Alena.


"Tapi kan aku gak ada bawa baju sehelai pun selain yang di badan ku, Aku Fikir kita akan jiarah saja dan tidak tau kalau kita akan sejauh ini," ucap Alena.


"Kamu mandi lah terlebih dahulu, aku akan mengambil baju dan semua nya dari mobil!" ucap Arka karena sebelumnya dia sudah menyiapkan semua nya.


"Aku sudah membeli kan mu baju! kamu mandi lah terlebih dahulu, tidak ada banyak Tanya!" ucap Arka dan langsung keluar dari Kamar.


"Untung aku cinta sama kamu Arka, kalau tidak aku udah pulang dari tadi, perasaan kamu selalu tegas dan Datar banget ngomong sama aku," ucap Alena dan masuk ke kamar mandi dengan hati kesal.


Arka sudah mengeluarkan semua Barang-barang dan memasukkan ke kamar.


Tiba-tiba Alena membuka pintu dan Mengeluarkan Kepalanya saja mengintip keluar.


Dia melihat Arka yang baru saja membuka Tas besar milik nya. Arka yang menyadari jika pintu kamar mandi terbuka namun hanya sedikit saja, dia melihat Alena.


Alena pun menyengir malu.


"Kamu ngapain seperti itu? Nyengir-Nyengir tidak jelas aku tidak tertarik dengan Gigi kuning mu itu!" Ucap Arka dengan wajah datar.


Alena Langsung menutup mulutnya.


"Perasaan aku baru gosok gigi deh, lagian Gigi ku tidak kuning!" rutuk Alena dalam hati.


"Aku boleh Minta tolong gak?" tanya Alena.

__ADS_1


"Hmm, katakan lah!" ucap Arka sambil fokus mengeluarkan baju nya.


"Aku lupa bawa handuk dan juga aku tidak bawa baju sama sekali," ucap Alena dengan rasa malu.


Arka langsung paham dia mengambil handuk untuk Alena dari Paper bag. dan memberikan pada Alena.


"Makasih Calon suami ku!" ucap Alena sambil tersenyum genit dan menutup pintu kembali.


Tiba-tiba Arka yang dari tadi Murung, mendengar kata-kata Alena dia langsung tersenyum.


Tidak beberapa lama Alena pun keluar dengan lilitan Handuk di dadanya.


Arka Melihat Alena keluar Dia menelan Air liur nya ketika melihat bodi Alena yang sangat bagus serta rambut di ikat tinggi agar tidak basah dan juga kulit putih nya membuat nya semakin cantik.


"Apa liat-liat?" tanya Alena menutup dada nya dengan bantal kamar itu.


Arka langsung mengalihkan pandangannya.


"Lain kali jangan coba untuk menggoda ku, aku sama sekali tidak tertarik, Cepat lah gunakan baju mu!" ucap Arka dengan nada datar.


"Siapa yang meng....."


Kata-kata Alena tidak dia lanjutkan karena ada yang mengetuk kamar pintu kamar mereka dan juga kedengaran Sangat ramai di luar.


Arka dan Alena Terkejut.


Alena segera memasang baju atasan dan masih mengunakan handuk, sementara Arka yang bertelanjang dada membuka Pintu kamar itu.


Arka terkejut ketika melihat banyak sekali warga yang masuk ke dalam rumah nya dan sangat ribut, ada yang memaksa mereka keluar.


"Pak Arka! Jangan mentang-mentang Bapak di sini orang kaya jadi sesuka bapak membawa perempuan ke rumah ini yang bukan mahram, kami tidak ingin kampung kami ini jadi tempat perjinahan, kami tidak ingin nama kampung kami ini jadi jelek karena kedatangan Bapak dan perempuan itu ke sini!" ucap Salah satu bapak-bapak yang mengalungkan sarung di leher nya.


Mereka menarik Arka dan Alena yang kebingungan dan ketakutan keluar dan berkumpul di halaman bersih itu.


"Maksud para bapak-bapak semua nya apa? saya tidak mengerti!" ucap Arka sama sekali tidak paham.


"Sudah lah Pak, Bapak tidak perlu pura-pura tidak tahu, Bapak kumpul kebo kan dengan perempuan ini, dia bukan istri bapak!" ucap Pria yang bertubuh tinggi serta dengan wajah kedesa- desa an.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2