
Hari semakin shubuh Arka bangun.
Dia bangun dari tidur nya dan merasa tangan nya seperti di tahan dan ternyata Alena sedang memegang tangan Arka agar Arka Terus menyentuh perut nya.
Arka melihat ke arah Alena dan Melihat perut Alena.
perlahan dia menarik tangan nya dan tersenyum.
Dia mengelus perut Alena.
"Jadi ngerepotin Mamah yah nak!" bisik Arka.
Arka turun dari kasur dan masuk ke kamar mandi untuk whudu.
Arka keluar dari kamar mandi dan Melihat Alena yang duduk di atas kasur sambil memasang wajah cemberut.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Arka sambil mendekati Alena namun Alena langsung turun dan masuk ke kamar mandi.
"Ya Allah segitu nya kah Alena marah sama aku," Batin Arka.
Dia segera melaksanakan sholat shubuh dan Alena pun segera sholat.
Mereka sudah selesai sholat, Arka menoleh ke arah Alena yang mengambil handuk.
"Kamu hari ini jangan kuliah dulu yah!" ucap Arka pada Alena.
"Gak bisa mas, hari ini aku ada persentase!" ucap Alena.
"Tapi kan itu bisa di undur, kamu harus lihat keadaan kamu!" ucap Arka.
"Aku tetap mau kuliah!" ucap Alena.
"Jangan!" ucap Arka dengan pelan.
Namun Alena tiba-tiba mual saat hendak masuk ke kamar mandi melewati Arka, dia masuk ke kamar mandi sambil mual-mual.
Arka dengan cepat mencari minyak kayu putih dan menggosok punggung Alena dengan minyak itu.
"Tuh kamu sangat susah di bilangin! Kamu istirahat aja duku di rumah!" ucap Arka.
Alena pun jalan pelan ke kasur karena badan nya tidak enak.
Alena Melihat Arka yang sibuk mencari obat mual Alena.
"Kenapa aku masih belum bisa melupakan kejadian itu ya Allah! Kenapa Sangat membekas di hati ku!" Batin Alena.
__ADS_1
Arka memberikan obat pada Alena.
"Masih mual?" tanya Arka sambil memegang perut Alena.
Alena pun hanya menggeleng saja.
"Hari ini aku ke kantor yah! Tapi aku pulang nya sedikit terlambat kamu gak apa-apa kan?" tanya Arka.
"Dan ingat gak ada pulang kampung Sebelum kamu sembuh total!" ucap Arka. Namun Alena lagi-lagi diam karena dia merasa jengkel juga karena dia hamil muda dia mau ngapain aja gak bisa apalagi badan nya kurang enak.
Arka memegang kepala Alena dengan kedua tangan nya.
"Kalau aku lagi ngomong di lihat dong, hargain aku suami kamu!" ucap Arka.
Tiba-tiba Alena menepis tangan Arka.
"Bagaimana aku bisa menghargai kamu sebagai suami aku kalau kamu tidak pernah selama ini menghargai aku!" ucap Alena.
"Maksud kamu?" tanya Arka heran.
"Cihh, sekarang kamu bahkan pura-pura tidak tahu dan seakan lupa apa yang terjadi, kamu sekarang baik pada ku belum tentu bisa mengobati hati ku yang terluka!" ucap Alena.
Arka diam dia tidak ingin menjawab apa kata-kata istri nya itu karena dia memang merasa dirinya bersalah.
"Asal kamu tau mas sifat Bosan itu hanya sementara, namun jika kamu menunggu seseorang karena bosan percaya lah suatu saat nanti kamu akan menyesal!" ucap Alena.
Alena melihat Arka yang tertunduk sambil diam.
"Aku juga tau pasti kamu mau meninggalkan aku karena aku belum bisa ngasih kamu anak kan!" ucap Alena.
Arka menatap Alena dan segera memegang erat tangan Alena.
"Itu sama sekali tidak ada terlintas di fikiran ku, aku sangat mencintai kamu, dan tidak ada kata meninggalkan di hidup aku buat kamu!" ucap Arka.
"Sudah lah aku sama sekali tidak percaya dengan kamu, terkadang kata Sarah ada benarnya juga kalau laki-laki hanya ingin enak nya saja!" ucap Alena.
Arka tetap diam namun dia langsung memeluk Alena.
"Aku tau kamu masih marah sama aku, tapi perlahan aku akan mengobati hati kamu yang terluka karena aku!" ucap Arka.
Arka melepas pelukan nya.
"Aku mandi dulu!" ucap Arka dia masuk ke kamar mandi Sementara Alena terdiam duduk di pinggir kasur.
Dia sengaja membuka Handphone nya karena ingin chatan dengan Sarah namun Tampa sengaja dia melihat rambutan di instan Story teman nya yang lain.
__ADS_1
Entah mengapa dia jadi sangat ingin makan rambutan dia mencoba untuk memesan gojek namun tidak ada yang bisa karena tidak musim rambutan jadi sedikit sulit untuk mencari nya.
"Liatin apa?" tanya Arka.
Alena hanya menoleh saja pada Arka yang sedang memasang baju kerja nya.
Alena turun ke bawah dia ingin membuat susu dan sarapan pagi untuk nya namun dia kefikiran juga suami nya walau Alena Masih Marah pada nya namun kewajiban nya harus tetap dua lalukan.
Arka keluar dari kamar dan melihat Alena yang di dapur dia ikut juga masuk ke dapur.
Dia memakan dan minum sarapan buatan istri nya itu.
Karena sudah jam sembilan Arka berangkat ke kantor.
Sementara Alena yang melihat Arka Sudah pergi dia segera mandi dan berangkat ke kampus karena dia tidak bisa menghindari persentase nya kali ini.
Setelah sampai di kampus dia terus menahan mual nya dan juga tidak enak badan nya.
Namun dia masih tetap teringat dengan rambutan tidak berhenti juga dia bertanya pada teman-teman nya di mana ada jual rambutan namun satu pun tidak ada yang ingat.
Hari semakin siang persentase pun sudah selesai karena badan Alena Sudah lemas dia pun ke kantin untuk makan siang.
Namun tiba-tiba dia pusing ketika mencium aroma dapur kantin itu dia pun mengurungkan niatnya untuk makan di kantin.
"Ya Allah nak kenapa kamu terlalu menyiksa Mamah!" ucap Alena sambil memegang perut nya.
Dia keluar dari kampus dan lagi-lagi dia melihat Aris yang mengantar wanita yang sama waktu Alena Melihat dari lantai atas.
"Alena!" sapa Aris dan mendekati Alena.
"Assalamualaikum!" salam Aris setelah Sudah dekat Alena.
"Walaikumsalam!" jawab Alena.
Sebenarnya Alena ingin bertanya pada Aris siapa perempuan itu namun dia tidak enak juga terlalu ikut campur dan ingin tahu apa lagi orang nya sedikit tertutup.
"Kamu mau kemana? kenapa wajah kamu terlihat pucet apa kamu sakit?" tanya Aris.
"Ah enggak kak, mungkin hanya kecapean saja turun dari atas, nih mau cari makan keluar!" ucap Alena.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like komen dan vote sebanyak-banyak.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂***