Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 121


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Arka mendekati Alena karena mereka duduk cukup berjarak.


"Entah mengapa aku merasa sangat gugup menjawab pertanyaan Ayah kamu!" ucap Arka.


Alena tersenyum.


"Terimakasih ya mas!" ucap Alena menatap wajah Arka yang memerah.


"Kamu malah senyum-senyum, makasih buat apa?' tanya Arka.


"Terimakasih udah mau buat aku senyum!" ucap Alena.


"Hmm, makasih juga sudah mau hadir dan jadi pendamping hidup ku!" ucap Arka. Alena tersenyum.


"Aku sudah sangat lelah, di mana Kamar kamu kita istirahat!" ucap Arka. Alena pun meminta Arka untuk menggendong Adik nya ke kamar.


Arka meletakkan Niko di tengah-tengah kasur.


"Kamu gak apa-apa kan mas kalau tidur di sini! atau mau cari penginapan?" tanya Alena.


"Emang kenapa?" tanya Arka.


"Di sini sempit, kasur nya juga keras, panas hanya ada kipas gak ada AC!" ucap Alena.


Arka tersenyum.


"Mendingan kamu ganti baju sana, kalau aku berani ke sini dan aku juga harus terima apa adanya!" ucap Arka.


Alena pun keluar dari kamar untuk ganti baju di kamar mandi tidak beberapa lama dia kembali ke kamar ternyata Arka belum tidur.


"Kamu kenapa belum tidur?" tanya Alena Melihat Arka yang sedang memandangi wajah adik nya itu.


"Hmm aku nungguin kamu!" ucap Arka.


"Kamu gak ganti baju?" tanya Alena.


"Gak usah nanti kalau bangun gak enak sama Ayah dan ibu kamu!" ucap Arka.


Alena pun tidur di samping adik nya.


"Ternyata adik kamu sangat mirip yah sama kamu, dia ganteng sama kaya aku!" ucap Arka kepedean.


"Emang kamu ganteng?" tanya Alena.


"Iyah lah, karena aku ganteng maka nya kamu mau!' ucap Arka.


"Aku pengen deh suatu saat nanti kita punya anak dan dia tidur di tengah-tengah di antara kita berdua seperti Adik kamu!" ucap Arka mengelus-ngelus rambut Niko.

__ADS_1


"Amin!" jawab Alena.


"Bikin yok!" ajak Arka.


Seketika mata Alena terbelalak.


"Aku hanya bercanda saja, kamu gak usah tegang gitu!" ucap Arka.


"Kalau kamu punya anak, kamu ingin perempuan atau laki-laki?" tanya Arka.


"Aku mau Cewek!" jawab Alena.


"Kenapa tidak cowok aja?" tanya Arka.


"Yah aku mau nya cewek kan kamu nanya tapi kalau di kasih nya cowok aku juga senang karena itu adalah rejeki," ucap Alena.


"Kalau aku sih ingin nya cowok!" ucap Arka.


"Kenapa?" tanya Alena menatap mata Arka.


"Biar dia bisa gantiin aku jagain kamu dan adik-adiknya nya nanti kalau aku gak ada!" ucap Arka.


Alena tersenyum.


"Udah ah kita tidur saja," ucap Arka.


"Cium!" ucap Alena menunjuk Kening nya. Arka tersenyum dan mencium kening Alena serta ikut juga mencium kening Niko.


Akhirnya mereka bertiga tidur.


Namun tiba-tiba Arka menyadari jika Niko sudah bangun.


"Loh kok udah bangun?" tanya Arka.


"Mau pipis!" ucap Niko.


Arka pun mengantar kan Niko ke kamar mandi ternyata rumah Masih sepi.


Arka keluar dari kamar mandi Masih saja sepi dia kembali lagi ke kamar membawa Niko yang dari tadi diam saja mungkin karena tidak kenal dengan Arka.


"Kenapa sudah jam sembilan seperti ini belum ada yang bangun!" batin Arka mendekati Alena.


"Sayang! Sayang! bangun." ucap Arka sambil menggoyangkan lengan Alena.


Alena pun bangun.


"Kenapa di sini masih sangat sepi, apa ibu dan Ayah mu belum bangun?" tanya Arka.


"Jam tujuh lewat tadi Ibu dan Sarah Sudah berangkat ke sekolah, sementara ayah harus membuka Toko Kue nya!" ucap Alena.


"Loh kamu kok gak bangunin aku, aku kan jadi malu kalau bangun nya kesiangan!" ucap Arka.


"Tadi aku mau bangunin kamu tapi kaya nya kamu nyeyak banget tidur nya sama Niko ya udah gak aku bangunin!" ucap Alena.

__ADS_1


"Hmm, ngomong-ngomong Supir sama Bibi mana?" tanya Arka.


"Oohh Supir Bantuin ayah, kalau Bibi mungkin sedang ada di luar," ucap Alena.


"Oohh ya udah kamu bangun dong, seperti nya Niko masih b belum kenal sama aku, dari tadi dia diam saja!" ucap Arka.


Alena pun duduk dan Melihat Niko yang di pangkuan Arka.


"Tapi ngomong-ngomong kamu udah cocok banget deh jadi Ayah," ucap Alena.


"Udah deh giliran di ajak buat kamu gak mau, mendingan kamu sekarang bikin sarapan aku sama Niko!" ucap Arka karena dia sudah sangat lapar.


Alena pun keluar dari kamar dan menyediakan makanan di depan Arka dan Niko yang duduk di ruang tamu Tampa kursi.


Alena ikut juga Duduk bersama mereka sambil menyuapi Niko.


Setelah selesai makan Tiba-tiba handphone Arka Berdering dan itu dari Ayah nya.


"Tumben Ayah menelpon ku!" batin Arka dia pun menjawab nya.


"Halo Arka bagaimana kalian sudah sampai?" tanya Wijaya.


"Sudah ayah!" Jawab Arka, Arka pun menceritakan semua nya.


Dan akhirnya Wijaya pun memutuskan untuk berangkat hari ini ke kampung Alena, kata nya lebih cepat lebih baik, bagi Arka pun tidak masalah.


Alena Awal nya tidak enak, namun Arka menyakinkan nya, akhirnya Alena pun terdiam.


Arka dan Niko baru saja selesai mandi, Alena memasang baju Niko di pandangi oleh Arka.


"Kami kenapa lihatin aku kaya gitu?" tanya Alena judes pada Arka.


"Kamu udah kaya Mamah muda tau!" ucap Arka.


Alena tidak mau meladeni setelah selesai memasang baju Niko dia juga mandi.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sudah selesai mandi dan sudah sangat cantik.


"Sayang!" Panggil Arka yang masuk ke kamar.


"Aku Bosan di rumah bagaimana kalau hari ini kita berkunjung ke toko kue Ayah mu kita bantu-bantu!" ucap Arka.


"Ya elah Mas, segitu nya mau cari hati calon mertua, bentar lagi ayah akan pulang karena di toko nya sudah ada karyawan Lagian ini sudah jam satu siang Ayah akan pulang makan siang!' ucap Alena.


"Hmm bukan gitu, hanya saja aku bosan di rumah!" ucap Arka.


"Aki harus kuliah mas, apa kamu tidak kerja?" tanya Alena sambil membuka laptop nya.


Arka pun baru ingat, dia segera keluar dari mengambil laptop nya dari mobil. Arka meminta bibi untuk menurunkan barang-barang dari mobil karena di sana sangat banyak oleh-oleh untuk keluarga Alena.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak,


Terimakasih 🙏***


__ADS_2