
Di tempat lain Dirga baru saja datang menemui mantan istri nya itu.
Namun kali ini tidak bisa langsung berbicara hanya bisa melihat dari jauh saja Melihat intan di dalam sana dia juga merasa iba.
Sementara intan di dalam dia sangat sedih, dia sangat menyesali perbuatannya dia tidak berhenti nya berdoa agar di berikan keajaiban Kepada nya.
Tidak lama Dirga di sana dia memutuskan untuk pulang.
Intan yang melihat Dirga pun pergi dia bertambah sedih.
"Aku menyesali perbuatan ku, bahkan aku melukai hati orang lain demi ego dan dendam ku yang tidak jelas!" batin intan.
Hari semakin sore Arka dan Alena pamit pulang, Alena yang mengajak Arka agar pulang.
Setelah di dalam mobil Tiba-tiba Arka Memeluk lengan Arka.
Arka bingung.
"Kamu kenapa Alena?" tanya Arka yang sudah duduk di kursi mobil.
"Dari tadi anak kamu pengen di peluk mas, cuman karena ada ayah aku jadi malu!" ucap Alena.
Alena semakin mempererat pelukannya pada lengan Arka dan juga tangan Arka satu lagi di perut nya.
"Alena! Alena!" ucap Arka.
"Apa sih mas, aku masih mau meluk kamu!" ucap Alena.
"Ada Tania sayang! Malu dong!" ucap Arka sambil menelan kan suara nya
Tiba-tiba Alena melepaskan pelukannya dan Melihat ke belakang, melihat Tania yang duduk dengan santai di belakang Alena hanya bisa nyengir karena sudah malu.
Arka tersenyum ke arah Alena.
"Mas aku mau belanja baju di Mall!" ucap Alena.
Arka terdiam dia menatap wajah Alena dia seakan tidak percaya Alena yang mengatakan itu.
"Kamu gak dengar yah mas, aku mau belanja kok kamu malah ngelihatin aku kaya gitu!" ucap Alena.
"Yakin kamu mau belanja? Tumben?" tanya Arka.
"Apa gunanya uang kamu banyak kalau bukan istri dan calon anak kamu yang ngabisin!" ucap Alena dengan nada suara lain.
Arka hanya menggeleng saja.
__ADS_1
"Kenapa jiwa royal papah harus turun sama kamu sih nak, kalau ngajak nya hari libur gak apa-apa, ini udah sore seperti ini!" Batin Arka.
"Mas! Buruan dong kamu kenapa sih bengong Mulu, kamu lagi ada masalah?" tanya Alena.
"Oh enggak kok, tapi kita belanja nya harus sekarang yah?" tanya Arka lagi.
"Iyah mas," jawab Alena sambil tersenyum.
Kalau ada mau nya dia tersenyum manis, coba kalau lagi ngambek wajah nya saja Takut di pandang!" Batin Arka
"Ayo dong mas," ucap Alena lagi sambil menatap wajah Arka.
"Tapi gak bisa Besok yah, aku harus kerja sayang!" ucap Arka sambil memegang pipi Alena.
"Aku mau nya sekarang mas, aku gak mau besok!" ucap Alena.
"Huff, ya sudah kita berangkat sekarang!" ucap Arka.
Arka pun melajukan mobilnya ke arah salah satu Mall terbesar di kota itu.
Setelah sampai Alena mengajak Tania dan juga Arka.
Alena bukan nya membeli baju untuk dia Malah untuk Tania dan juga Arka.
Dan juga dia tidak lupa beli untuk Alisa.
Arka hanya bisa diam sambil memerhatikan istri nya itu, namun Alena terlihat sangat senang Arka juga melihat nya senang dan juga baju pilihan Alena pada nya Sangat lah bagus-bagus dan juga cocok dengan nya.
Hari semakin malam Alena merasakan lapar dia mengadu pada Arka.
Arka pun mencari kan sebuah restoran yang Bersih untuk istri nya itu.
Sementara di tempat lain Sarah baru saja pulang dari masjid bersama Tari.
Selama tinggal di rumah Alena dia seringkali ikut dengan tari ke masjid untuk sholat berjamaah dan juga belajar mengaji dan guru nya di sana Daniel.
"Mau ikut?" tanya Daniel yang lewat pakai motor dia juga baru pulang dari masjid.
"Gak usah Mas, rumah udah dekat kok, mendingan mas langsung pulang aja ibu sama ayah udah nungguin pasti!" ucap Tari.
"Ya udah Mas duluan deh!" ucap Daniel.
"Aku duluan dulu yah Sarah!" ucap Daniel. Sarah hanya tersenyum saja.
Sarah Sudah dua hari ini tinggal di rumah Alena karena ada tetangga yang komplain karena Sarah di kira tidur di rumah Daniel saat itu di waktu orang tua Daniel Belum pulang sementara di saat itu masih sore.
__ADS_1
Daniel tidak ingin membuat masalah Semakin besar, dia pun meminta Sarah tidur di rumah Alena namun terkadang Elsa meminta agar Daniel menjemput nya ke rumah Alena.
Elsa dan Faisal sekarang sudah akrab, Elsa sudah minta maaf kepada Faisal karena dia sadar atas kesalahannya bahkan Faisal tidak pernah membenci nya.
Elsa Sangat beruntung mendapatkan Kakak seperti Faisal, dan semua itu berkat Daniel yang meminta mereka akur dan juga tari Sudah baikan dengan orang tua nya namun dia lebih nyaman di rumah Alena
Setelah sampai di rumah Tari dan Sarah menyiapkan makan malam keluarga.
Di situ juga Sarah menyampaikan kalau Besok Sore dia sudah pulang ke Jakarta lagi.
Mereka semua kaget karena sangat cepat Sarah pulang, mereka sudah sangat dekat dengan Sarah apa lagi dengan Tari, dia sudah sangat akrab dengan Sarah.
Sementara Arka dan Alena baru saja pulang ke rumah.
Arka Melihat ke samping nya ternyata Alena Sudah tertidur di kursi mobil.
Arka Melihat ke belakang ternyata Tania juga sudah tidur padahal baru jam delapan malam.
"Ini akibat kecapean nih, pada tergeletak semua!" ucap Arka.
Arka turun dari mobil dia memanggil pelayan agar menggendong Tania ke kamar.
Sementara dia menggendong Alena ke kamar.
Arka pun segera mandi karena badan nya terasa lengket.
Selesai mandi dia melihat ke arah kasur yang biasa nya sudah sedia baju yang mau di kenakan tapi kali ini tidak ada karena Alena tidur.
Arka membuka lemari namun tiba-tiba mata nya tertuju pada jilbab, gamis dan juga mukenah yang tidak asing baginya.
"Bukan kah ini pemberian Aris pada Alena di saat pernikahan dulu!" ucap Arka memegang jilbab itu.
Dia menoleh ke arah Alena.
"Alena bilang kalau ini sudah dia sumbangkan, tapi kenapa Masih ada di sini!" Batin Arka lagi.
Namun dia tidak mau terlalu memikirkan nya karena semakin di Fikir kan nya dia bisa Salah paham dia pun segera memasang baju.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***