
Tidak beberapa lama Aris dan Daniel sampai di Perusahaan, Sambil berjalan mereka tetap Bercerita.
"Brak!!!" Tanpa sengaja seseorang menabrak Aris.
"Maaf-maaf kak, saya tidak sengaja!" ucap wanita itu sambil mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan di lantai.
Aris menoleh ke arah perempuan yang menabrak nya itu.
"Lain kali hati-hati!" ucap Aris.
"Aris! Daniel! Kamu ngapain masih di sini!" ucap Rico yang juga baru saja datang.
Mata Rico langsung ke perempuan yang menunduk di depan mereka.
"Ada apa ini! Kenapa tidak pada masuk kenapa malah berkumpul di sini!" ucap Arka yang juga baru saja sampai.
"Kalau begitu Aku permisi yah kak, sekali lagi aku minta maaf!" ucap perempuan itu.
"Tia!" ucap Arka.
Perempuan itu berhenti dia menoleh ke arah Ira yang memanggil nya dia terlihat Terkejut ketika ada Arka di sana.
"Kak Arka!" ucap Tia.
"Saya mau bicara sama kamu jam dua belas nanti! Tunggu saya di cafe dekat sini!" ucap Arka dengan nada datar menatap Tia.
"Baik Kak!" ucap Tia.
Arka pun meninggalkan mereka dan rombongan Rico mengikuti nya.
"Pak! Pak! Bapak kenal dengan wanita itu?" tanya Rico.
Namun Arka tidak menghiraukan nya dia tetap melanjutkan langkahnya.
Rico pun berhenti di depan ruangan Arka.
"Hmm sayang banget aku tidak bisa dapat info wanita itu! sungguh dia tipe gue banget." Batin Rico sambil tersenyum.
"Imut! Bening, polos, sederhana! Aduh siapa sih yang gak tertarik pada dia! Intinya aku harus mencari tahu dia siapa!" ucap Rico dan masuk ke ruangan nya.
Aris di dalam ruangan nya langsung menghubungi seseorang untuk menemani Aisyah di rumah sakit karena dia tidak bisa tenang.
Sementara Daniel menelpon Sarah. Namun tak kunjung di jawab Daniel tidak mau putus asa dia pun menghubungi nya lagi dan lagi.
__ADS_1
Namun hasil nya sama saja Sarah tak kunjung menjawab nya, Daniel pun mengirim kan pesan.
Sarah yang dari tadi sengaja mematikan nada telpon nya karena tidak ingin terganggu karena telponan dari Daniel.
Namun setelah layar handphone nya mati Sarah memeriksa nya sudah ada dua puluh panggilan tak terjawab, dan tiga pesan masuk.
"Assalamualaikum Sarah!"
"Jangan lupa minum obat dari dokter tadi yah!"
"Jangan terlalu banyak fikiran biar bisa cepat sehat!"
Isi pesan dari Daniel.
Sarah tidak membalas apa-apa seketika dia mematikan sambungan telepon nya.
Sementara Arka Baru saja memeriksa laporan yang baru saja di kirim oleh orang suruhan nya untuk terus memantau Sarah.
Di situ sudah lengkap semua nya dari pembicaraan Daniel dengan Sarah Arka sudah tau semua nya.
Jam sudah menunjukkan pukul Dua belas siang lewat Arka baru ingat kalau dia ada janji dengan Tia di cafe.
Arka pun segera keluar dari perusahaan nya Rico yang dari tadi menunggu Arka untuk keluar, dan mengikuti nya bertemu dengan Tia.
"Maaf sudah membuat kamu lama menunggu, saya ada kerjaan di kantor yang tidak bisa di tinggalkan!" ucap Arka sambil duduk di depan Tia.
"Tidak masalah kak, ngomong-ngomong Kakak mau ngomongin apa?" tanya Tia.
"Saya mau tanya sama kamu Siapa yang memberikan surat Nikah sirih itu pada Intan?" tanya Arka.
Tia terdiam dia tidak nyangka kalau itu akan di bahas lagi Mengingat kabar kalau Arka dan Alena Sudah nikah resmi.
"A-aku tidak tau kak!" ucap Tia gugup.
"Saya ulangi sekali lagi! Siapa yang memberikan itu!" ucap Arka dengan nada datar namun sambil menahan suara nya.
"Aku tidak tau kak, kenapa kakak tanyakan itu pada aku, bukan kah surat itu Ayah dan ibu yang memegang nya!" ucap Tia dengan beraninya.
Tiba-tiba Arka memukul meja sehingga semua pelanggan menoleh ke arah mereka Tia juga terkejut, sementara Rico yang melihat nya dari Balik kaca pun heran namun dia tidak bisa mendengar apa percakapan mereka.
"Saya tanya sekali lagi Tia! Jawab dengan jujur! Kalau kamu jujur saya masih bisa berfikir akan berbuat apa pada kamu, namun kalau kamu tidak jujur kamu tau apa yang akan saya lakukan!" ucap Arka menatap Wajah Tia dengan sangat emosi.
Sementara menejer cafe mengusir semua pelanggan nya, karena Dia tidak ingin privasi Arka di tau banyak orang tinggal lah di cafe yang besar itu hanya ada Tia dan juga Arka.
__ADS_1
Tia Sudah Sangat takut.
"Kamu mau jawab atau saya yang mencari tahu nya sendiri!" ucap Arka lagi.
"Baiklah aku akan jujur! Aku yang memberikan surat itu pada Bu intan!" ucap Tia.
Arka mengusap kasar wajah nya.
"Sudah ku duga!" ucap Arka.
"Tapi aku mempunyai alasan! Kakak jangan Marah! Aku Minta maaf!" ucap Tia.
"Apa alasan kamu?" tanya Arka.
"Di saat itu aku tidak sengaja keceplosan untuk mengatakan kalau kakak sudah menikah dengan Alena! Bu intan pemasaran dia mencari tahu semua nya dan dia sudah tau kalau kakak nikah sirih dia memaksa aku untuk memberikan surat itu pada dia, kalau aku tidak memberi kan nya aku akan di pecat!" ucap Tia.
"Hebat kamu yah! Bisa-bisa nya kamu mementingkan urusan kamu sendiri tanpa tau resiko apa yang telah kamu lakukan!" ucap Arka.
"Maaf kan Tia kak, Tia menyelesal!" ucap Tia memohon.
"Asal kamu tau setelah surat itu sampai ke tangan ayah saya semua nya berantakan! Saya hampir berpisah dengan Alena! Kamu sama sekali tidak memikirkan itu, padahal kamu tau jelas bagaimana jalan hidup kami berdua!" ucap Arka.
"Maaf kan Tia kak, aku menyesal!" ucap Tia.
"Sekarang kamu pergi dari hadapan Saya! Saya kecewa sama kamu, kamu tunggu balasan dari saya!" ucap Arka.
Tiba-tiba Tia beranjak dari duduknya dan bersujud di kaki Arka.
"Aku mohon kak Maaf kan aku, aku mohon! aku sudah cukup menderita karena masalah itu di tau ayah, aku tidak ingin lagi mendapatkan hukuman dari Kakak, Tia akan melakukan apa saja yang Kakak mau asal kan Tia di Maaf kan!" ucap Tia sambil menangis.
"Sudah mas! Lupakan saja! Semua nya sudah berlalu!" ucap Alena.
Arka menoleh ke arah Alena yang berjalan mendekati dia.
Arka terdiam bingung kenapa ada istri nya di sini.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***