Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 164


__ADS_3

Arka tidak menjawab dia hanya memandangi Alena.


Alena pun ikut diam karena Arka juga diam namun mulut nya tidak berhenti mengunyah rambutan itu.


"Ngapain kamu dan Aris di restoran itu?" tanya Arka dengan nada datar menatap tajam ke arah Alena.


Karena dari tadi dia berusaha untuk tidak bertanya karena dia takut keadaan Alena Semakin memburuk namun bisa tidak bisa menghilangkan Masalah yang sedang panas di luaran sana.


"Tadi waktu di Kampus kami jumpa! Kebetulan aku mau makan siang namun ternyata kak Aris juga di sana dan dia mengajak aku makan siang sekalian!" ucap Alena dengan jujur.


Tiba-tiba Arka Berdiri.


"Jelasin kenapa kalian bisa pelukan di foto itu!" ucap Arka.


Alena seketika terdiam karena tidak mungkin dia menjelaskan apa yang sebenarnya bisa-bisa Arka marah besar pada Aris telah menyatakan cinta nya langsung pada Alena.


"Jawab Alena!" ucap Arka.


"Kak Aris mengungkapkan perasaannya pada ku mas!" ucap Alena karena dia bingung harus jawab apa lagi mau tidak mau dia harus jujur.


Arka mendengar itu dia langsung mengacak rambut nya.


"Kamu jawab apa?" tanya Arka.


"Aku menolaknya mas karena aku udah punya suami, namun ketika aku hendak pergi kak Aris memeluk aku!" ucap Alena sambil menunduk.


"Kamu ngapain mau ikut dengan dia pergi ke restoran itu, biasa nya kamu makan siang di kantin!" ucap Arka lagi.

__ADS_1


"Aku lagi tidak ingin makan di kantin mas, Entah mengapa aku tidak berselera di sana!" ucap Alena mencoba untuk tenang menanggapi Arka karena dia juga lagi tidak enak badan.


"Lalu kalau kamu bersama Aris kamu berselera untuk makan!" ucap Arka, Seketika Alena Melihat ke arah Arka.


"Kamu ngomong apa sih mas, kak Aris yang memaksa aku untuk ikut dengan nya makan siang sama-sama karena keadaan aku di saat itu sangat pucet!" ucap Alena.


"Alasan! Aku kira selama ini orang lain yang berusaha menghancurkan hubungan kita ternyata kamu sendiri yang mau menghancurkan nya dengan cara kamu dekat dengan bawahan ku dan kamu tau Sekarang berita di luar sana," ucap Arka dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk.


"Kamu jangan sembarangan ngomong yah Mas, aku dengan kak Aris tidak ada hubungan apa-apa! Dan aku sama sekali tidak ada niat untuk menghancurkan hubungan kita!" ucap Alena.


"Seolah-olah sekarang kamu menyalah kan Aris! Sementara kalau kamu tidak mau ikut dengan nya semua nya tidak seperti ini," ucap Arka.


Alena mencoba untuk tenang jangan sampai dia emosi karena keadaan nya tidak stabil saat ini kepala nya saja pusing apa lagi harus debat dengan Arka.


"Kamu gak mampu jawab kan! Dan wajar saja Aris bersifat seperti itu, Ambisi nya untuk memiliki kamu sangat kuat itu semua karena kamu yang memberikan nya peluang dan itu tandanya kamu yang keganjenan pada nya!" ucap Arka karena dia sudah sangat emosi.


"Sadar kamu mas!" ucap Alena sambil mendorong dada Arka bagian kiri.


"Aku sudah berusaha untuk menahan emosi dan kata-kata aku dari tadi namun semakin aku diam, kata-kata kamu Semakin menjadi-jadi mulut kamu dengan seenaknya menuduh ku!" ucap Alena sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya.


"Kamu menuduh ku yang ganjen pada kak Aris! Aku bukan perempuan seperti itu mas, Sekali lagi aku bilang sama kamu aku bukan perempuan murahan yang tidak bisa menghargai kata setia!" ucap Alena sambil menatap mata Arka dengan tajam.


"Sudah jelas di berita itu kalau aku menolak untuk di peluk kak Aris. Bahkan kamu yang bermain di belakang aku yang jelas-jelas aku lihat dengan mata kepala aku sendiri!" ucap Alena.


"Jaga mulut kamu yah, asal kamu tau aku dengan Ajeng tidak ada hubungan apa-apa!" ucap Arka dengan emosi.


"Gak perlu emosi mas, aku gak nuduh kamu punya hubungan kok dengan dia, cuman yang aku tau hanya yang aku lihat!" ucap Alena.

__ADS_1


"Jujur saja mas kali aku sangat kecewa sama sifat kamu, awalnya aku kira kamu akan bisa berubah dengan adanya janin yang ada di perut aku, namun kamu semakin membuat aku ragu sama kamu!" ucap Alena.


"Kamu jangan nyalahin aku! Kamu harus lihat diri kamu salah kamu!" ucap Arka sambil menunjuk Alena.


"Iyah benar apa yang kamu katakan aku harus lihat diri ku dan kesalahan ku, kesalahan ku adalah telah salah memilih pria yang jadi suami aku, dan bodoh nya aku selalu sabar dan juga selalu mengerti sama kamu, bahkan kamu bermain perempuan dan menyewa wanita di luar sana aku diam!" ucap Alena Air mata nya mulai keluar.


"Kemarin aku memang wanita bodoh, aku hanya diam di cap sama keluarga kamu di abaikan sama kamu, tapi sekarang aku tidak lagi perempuan lemah dan bodoh karena aku sadar bahwa laki-laki yang ada di depan aku adalah laki-laki yang bertubuh pria namun berpikiran seperti wanita yang bisa hanya menyalah kan dan menjawab semua kata-kata istri nya!" ucap Alena air mata nya sudah berhasil membasahi pipinya.


Arka yang mendengar kata-kata Alena Seketika dia tersadar dia mendengar kata-kata istri nya itu bagaikan di tampar dengan seribu manusia.


Melihat Air mata Alena keluar hati nya sangat sakit.


Bahkan untuk membuka mulutnya saja dia tidak sanggup lagi kata-kata Alena Terlalu mematahkan kata-kata nya.


"Mulai dari saat ini aku nyerah mas, aku nyerah sama kamu, cukup selama ini aku terlalu bodoh, mungkin kamu melakukan aku seperti ini karena aku adalah keluarga dari orang sederhana sementara kamu orang kaya!" ucap Alena.


"Oke baiklah terserah kamu sekarang mau apa, dan juga mau dengan siapa dan terserah juga mau ngomong dan nuduh aku apa lagi satu yang kamu harus tau kalau aku bukan perempuan yang seperti yang kamu fikirkan!" ucap Alena.


Dia segera mengambil koper besar dia memasukkan baju-baju nya ke dalam walau badan lemas Air mata di pipi dia tetap harus melakukan itu karena itu lah jalan satu-satunya untuk dia bisa tenang dan tidak lagi bertengkar dengan Arka.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Selamat membaca 🙂


__ADS_2