
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Mereka berdua segera menyudahi romantis nya dan berangkat ke rumah pak Wijaya karena Alena ada jadwal kuliah sebentar setelah itu dia juga harus kerja.
Di rumah sakit Sarah baru saja bangun dan merasa kan bibir nya sakit sekali.
Dia melihat ke samping nya tepat di tempat duduk rumah sakit itu ada Daniel yang sedang tertidur sambil duduk.
"Maafin Sarah yah kak, karena Sarah lagi-lagi kakak harus nemanin Sarah!" batin Sarah sambil mengelus rambut Daniel yang bersandar ke kasur nya.
Namun tiba-tiba dokter datang.
"Selamat pagi!" sapa Dokter itu berjalan mendekati Sarah yang tiba-tiba melepaskan tangan nya dari rambut Daniel.
Daniel yang mendengar itu pun terbangun.
"Kami akan memeriksa keadaan Mbak Sarah Pak!" ucap suster pada Daniel karena menghalangi suster.
"Silahkan Sus!" ucap Daniel dan berjalan ke arah sofa melanjutkan istirahat nya karena dia masih mengantuk.
"Mbak Sarah Sudah bisa pulang, kalau buat sementara jangan minum beralkohol dulu yah mbak, dan juga jangan terlalu kecapean karena fisik Mbak sekarang lagi lemas!" ucap Suster.
"Terimakasih Dok, suster!" ucap Sarah.
Karena sudah selesai Memeriksa pasien mereka pun segera keluar.
Sarah menatap ke arah Daniel yang terlihat sangat mengantuk dan sangat lelah.
"Bagaimana! apa mau pulang sekarang?" tanya Daniel dengan suara serak.
"Iyah Kak!" jawab Sarah.
Daniel segera masuk ke kamar mandi membasuh wajah nya agar bisa menghilangkan rasa kantuknya.
Setelah selesai di kamar mandi mereka pun segera keluar sebelum keluar Sarah minta di temanin untuk membayar biaya rumah sakit dan menembus obat nya.
Pagi ini Daniel harus mengantarkan Sarah pulang.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka pun sampai di rumah Sarah.
Kali ini Sarah tidak pulang ke rumah orang tua nya dia memilih untuk pulang ke rumah hasil dia sendiri karena tentu nya kalau dia pulang orang tua nya pasti marah pada nya.
"Kakak masuk dulu!" ajak Sarah Setelah turun dari mobil.
"Ah tidak perlu, kakak langsung pulang saja!" ucap Daniel.
__ADS_1
"Wajah kakak sudah sangat kelelahan, masuk dan istirahat lah di dalam!" ucap Sarah.
Daniel Melihat ke arah rumah yang minimalis itu namun kelihatan mewah itu sangat sepi.
"Tenang aja Kak, di sini gak cuman kita berdua kok, aku juga punya pembantu di dalam dua orang!" ucap Sarah seakan mengerti apa yang di maksud oleh raut wajah Daniel.
Daniel juga sebenarnya rasa nya tidak sanggup untuk pulang, kost nya terlalu jauh dari rumah Sarah Daniel akhirnya mau untuk mengistirahatkan tubuh nya di rumah Sarah.
Dan benar saja ada dua perempuan paruh baya yang sedang membersihkan rumah di dalam sana.
Setelah masuk Sarah ijin ke kamar sementara Daniel langsung membaringkan tubuhnya di Sofa panjang milik Sarah.
Di kediaman pak Wijaya. Arka dan Alena baru saja sampai.
Alena dengan tersenyum memasuki rumah besar itu dan diikuti oleh Arka yang memasang wajah biasa saja.
"Assalamualaikum Pak!" sapa Alena Melihat Pak Wijaya yang sedang duduk di sofa.
Wijaya menoleh ke arah Alena dan tersenyum bahagia karena tidak menyangka mereka datang mata nya langsung tertuju pada Arka yang berjalan di belakang Alena.
"Walaikumsalam! kenapa Kalian tidak mengabari kalau mau datang!" ucap Wijaya.
"kebetulan saja Pak, Bagaimana keadaan bapak?" tanya Alena sambil menyalim tangan Wijaya.
"Yah beginilah," ucap Wijaya lesu.
"Ini kami bawa Roti sama Buah," ucap Alena pada pelayan yang sedang meletakkan teh di atas meja.
"Bapak dengar kamu pindah Jurusan yah?" tanya Wijaya.
"Iyah Pak, karena nilai Alena turun di bagian Desainer!" jawab Alena.
"Hmm tidak masalah itu, justru sekarang jurusan kamu sudah tepat dan menjanjikan untuk masa depan kamu," ucap pak Wijaya.
"Iyah Pak, tapi itu sangat mahal!" ucap Alena.
"Bapak juga dengar kalau Arka lah yang bayar, kamu tidak perlu memikirkan itu, itu adalah tanda terimakasih perusahaan sama kamu!" ucap Wijaya.
"Terimakasih banyak Pak!" ucap Alena sambil tersenyum.
"Sama-sama! Kemarin kamu bertemu dengan Aris?" tanya Wijaya.
"Tiap hari bertemu Pak," ucap Alena sambil tersenyum.
"Apa dia ada menyampaikan sesuatu?" tanya Wijaya lagi.
"Ada Pak, dia menyampaikan apa niat bapak!" ucap Alena.
"Jadi bagaimana dengan kamu! apa kamu mau tinggal dan menemani Bapak di sini, Bapak Sangat lah kesepian!" ucap Wijaya dengan tatapan sendu.
__ADS_1
Alena menoleh ke arah Arka.
"Bagaimana kalau Tuan muda saja yang tinggal di sini?" tanya Alena.
Wijaya Menoleh ke arah Arka sementara Arka menoleh ke arah Alena.
"Aku tidak bisa! aku sangat sibuk dan juga aku butuh ketenangan!" ucap Arka langsung.
"Hmm Ayah dengar dari Ketua Pelayan kamu, kamu sudah sangat jarang pulang ke rumah, kamu kemana nak?" tanya Wijaya pada Arka.
"Itu bukan urusan Ayah!" ucap Arka langsung Seketika Wijaya terdiam seribu bahasa.
Sementara Alena sudah bingung mau melakukan apa karena tiba-tiba tempat itu jadi dingin ketika melihat wajah Wijaya yang sedih.
"Bapak mengerti kok keadaan kalian berdua, jadi Bapak tidak akan memaksa kamu tinggal di sini, namun sering lah datang untuk bertemu Bapak!" ucap Wijaya.
"Pasti pak, Alena akan meluangkan waktu untuk datang ke sini!" ucap Alena dengan wajah tersenyum.
Akhirnya nya Wijaya mau tersenyum.
"Ngomong-ngomong hari ini kamu tidak kuliah?" tanya Wijaya.
"Kuliah Pak, tapi jam Sepuluh!" jawab Alena.
Wijaya Menoleh ke arah Arka.
"Kalian kok bisa Sama-sama data ke sini?" tanya Wijaya Heran.
"Hmm itu pak, Kemarin kami sudah berencana untuk datang ke sini, jadi Alena datang ke rumah tuan Muda!" ucap Alena dengan gugup.
"Oohh seperti itu," ucap Wijaya.
Alena pun hanya bisa mengangguk tersenyum, sementara hati nya merasa sangat bersalah telah berbohong dan entah sampai kapan seperti ini.
"Bagaimana dengan Clara?" tanya Wijaya pada Arka yang sibuk dengan handphone nya.
Arka menoleh ke arah Wijaya.
"Ayah Fikir kamu akan melaksanakan niat kamu kemarin, namun sampai sekarang kamu masih diam!" ucap Wijaya.
Arka Sangat bingung apa yang di maksud Ayah nya itu.
"Kamu harus ingat, semua keputusan sudah ada di tangan mu, dan juga kamu harus selesai kan masalah ini dalam satu Minggu ini, karena Minggu depan kamu sudah harus berangkat ke Eropa!" ucap Wijaya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***