
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Di surat itu tercantum nama Alena dan Arka. Tangan Alena gemetar.
Alena menoleh ke arah pak Wijaya yang sudah menunduk marah. Alena sudah sangat takut dia pun bingung kenapa surat ini bisa sama pak Wijaya setau Alena surat ini pada kepala desa.
"Bapak tidak habis Fikir apa yang kalian lakukan!" ucap Wijaya dengan nada benci.
"Pak! Alena bisa jelas kan ini, Alena mohon bapak jangan marah!" ucap Alena duduk di lantai tepat di dekat kaki Wijaya.
"Kalau kamu bisa jelaskan, tolong jelaskan!" ucap Wijaya.
"Ini gak seperti yang Bapak Fikir kan!" ucap Alena.
"Tidak seperti apa maksud kamu? jelas-jelas ini surat keterangan Nikah Siri dan tercantum nama kamu dan Arka! jangan kamu kira saya Bodoh!" ucap Wijaya Sangat marah.
Alena sudah nangis sambil bersikulutut di lantai, dia seakan bisu dia tidak bisa berbicara Melihat pak Wijaya dia tidak bisa berbicara ini lah yang selamat ini dia takut kan.
"Mas Arka! aku mohon datang lah mas, aku butuh kamu!" Batin Alena sambil terisak.
"Saya tidak mau melihat wajah kamu lagi! kamu keluar dari perusahaan saya dan saya akan mencabut semua fasilitas yang Telah saya berikan, saya kecewa sama kamu, dan jangan salah kan saya jika di luar sana nama kamu kotor, karena kamu telah mengkhianati saya!" ucap Wijaya.
"Tidak pak! saya mohon jangan lakukan itu pak, saya sangat butuh pekerjaan dan pendidikan Pak!" ucap Alena mulai menangis.
"Saya mohon pak, saya minta maaf, tapi ini semua bisa kami jelaskan pada Bapak, tolong dengar kan Alena!" ucap Alena sambil memegang kaki Wijaya.
Wijaya melihat Alena yang menangis untuk pertama kali di hadapan nya.
"Berdiri lah!" ucap Wijaya dengan nada rendah.
Alena menatap ke arah Wijaya, dia pun berdiri dari Duduk nya.
"Saya mau sekarang Arka datang dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya!" ucap Wijaya dengan nada datar.
Alena terdiam sambil menunduk.
"Kamu dengar tidak saya berbicara!" ucap Wijaya.
"Alena hanya mengangguk, Wijaya segera meninggalkan Alena di ruang tamu.
Dia masuk ke kamar nya.
__ADS_1
Tiba-tiba dia marah dia menghancurkan semua barang-barang yang di atas meja dengan kasar dia mengawas kan nya.
"Kenapa aku merasa dihianati oleh anak ku sendiri, apa maksud mereka menikah siri ada hubungan apa mereka!" batin Wijaya.
Dia duduk di samping kasur tepat di lantai sambil mengontrol emosi nya.
Sementara Alena melihat kertas yang ada di atas meja itu, dia membawa nya dan segera keluar mencari taksi dia akan mencari keberadaan Arka.
Di sepanjang perjalanan dia menangis, dia mencoba menghubungi Arka namun tak juga di jawab mungkin Arka Masih marah pada nya.
Tidak beberapa lama akhirnya Alena Sampai di rumah Arka.
Ketua Pelayan langsung menghampiri Alena yang baru saja turun dari mobil.
"Non Alena!" ucap Pelayan itu kaget ketika melihat wajah Alena sudah basah hidung nya sudah merah mata nya sudah mulai bengkak karena menangis.
"Tuan muda mana? hiks hiks hiks." tanya Alena.
"Non Alena Kenapa? Tuan muda belum pulang dari kemarin non." jawab Pelayan itu.
"Arrhg! Mas Arka! kamu di mana?" ucap Alena nangis nya semakin menjadi, dia jongkok sambil menggenggam erat kertas yang ada di tangan nya.
"Non Alena! tenang dulu, kita masuk dulu!" ucap Pelayan khawatir dengan keadaan Alena.
"Kira-kira Tuan muda kemana bi?" tanya Alena.
"Kak Dirga! Iyah kak Dirga pasti dia di sana!" ucap Alena.
dengan cepat dia meminta supir yang ada Mengantar nya ke Cafe Dirga.
Setelah sampai Alena langsung masuk dan menanyakan Dirga pada kasir dan ternyata Dirga sedang di ruangan nya.
Alena Ijin untuk menemui, sebelum masuk dia terlebih dahulu mengetuk dan di ijinkan masuk oleh Dirga yang sedang ada tamu.
Dia melihat Alena yang keadaan yang sudah tidak baik-baik saja walau Alena tidak menangis lagi wajah nya masih sembab.
Dirga meminta agar Tamu nya keluar sebentar.
"Alena! apa kabar? ada apa kamu tumben-tumbenan ke sini?" Tanya Dirga.
"Duduk dulu!" ucap Dirga sambil mengambil kan air putih untuk Alena yang masih terisak-isak.
"Pak Arka ada di sini?" tanya Alena.
"Arka! dia tidak ada di sini." jawab Dirga heran.
__ADS_1
"Kenapa kamu mencari nya ke sini? bukan kah kamu istri nya atau kenapa tidak kamu telpon dia?" tanya Dirga.
"Sudah Alena coba telpon kak, sudah Alena cari ke rumah nya namun tidak ada di sana!" ucap Alena Mulai menetes kan air mata nya.
"Plis kamu jangan nangis dulu! bukan kah kalian sudah satu rumah?" tanya Dirga.
Alena menggeleng.
"Alena Sudah empat hari tinggal bersama pak Wijaya!" jawab Alena.
"Empat hari yang lalu, Arka iya datang ke sini, Setelah itu kakak Tidak tau lagi, kami juga tidak ada kontekan!" ucap Dirga bingung.
Alena terdiam dia mengusap kasar wajah nya.
"Aku harus cari dia kemana!" ucap Alena sambil terisak-isak.
"Maaf sebelumnya, sebenernya ada masalah apa? kenapa kamu kelihatan sangat sedih dan sangat bingung?" tanya Dirga.
"Mungkin Kakak sudah tau kan kalau hubungan kami sangat tersembunyi dan pernikahan kami tidak ada yang tau, dan tiba-tiba saja Pak Wijaya tau dan surat keterangan nikah ada sama Dia!" ucap Alena.
Dirga Sangat terkejut.
"Ya ampun, sudah dari awal kan kakak bilang kalau ini sangat lah berbahaya, kakak sudah tau betul seperti apa watak pak Wijaya! Sekarang semua nya sudah terlanjur dan Arka menghilang!" ucap Dirga dia mencoba menghubungi Arka ternyata tidak di jawab juga.
"Kalau begitu Alena lanjut cari Arka ke kantor dulu yah kak, terimakasih sudah mau dengerin Alena!" ucap Alena dan segera keluar dari ruangan Dirga.
"Ya ampun Alena! kamu kelihatan sangat terpukul, terlihat Sekali kamu bingung kalau tidak ada Arka!" ucap Dirga kasihan pada Alena.
Alena masuk ke dalam mobil.
Tiba-tiba handphone Alena berdering dan itu dari Daniel.
Alena mencoba untuk tenang dan menstabilkan suara nya.
"Halo Alena! kamu di Mana? Mas lagi di depan rumah nih, dari tadi mas ketuk pintu nya namun tak juga di buka!" ucap Daniel.
"Alena sedang tidak di rumah;" ucap Alena.
"Loh kok gak dirumah, ini buktinya mobil Pak Arka di sini!" ucap Daniel.
"Mobil mas Arka!" batin Alena, dia segera mematikan sambungan telepon dan menyuruh supir agar menuju rumah nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***