Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 112


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,


biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Arka mencari Alena ke rumah nya, Setelah sampai Arka langsung membuka pintu yang kebetulan tidak di tutup oleh Alena saat pergi tadi.


Arka memanggil-manggil nama Alena dan masuk ke kamar namun Alena tidak ada, Arka melihat Handphone Alena yang ada di atas meja kamar.


"Kemana dia!" Batin Arka sambil mengambil handphone Alena.


Arka terdiam dia membuka Handphone Alena untuk pertama kalinya.


Dia melihat panggilan tak terjawab dari nya, dan ada juga notif pesan dari WhatsApp.


Arka penasaran karena ada sembilan Pesan, kebetulan aplikasi Alena tidak terkunci.


Arka membuka nya.


"Maaf yah Alena aku gak bisa nemanin kamu di rumah sakit!"


"Sebenarnya apa yang terjadi Kenapa kami sampai pingsan di jalanan?"


"Aku ada urusan mendadak, jadi aku gak bisa nemanin kamu!"


"Tapi tenang aja besok setelah pulang dari kampus aku akan datang!"


"Kamu cepat sembuh yah," isi sebagian chtan Sarah, karena Sarah pikir handphone Alena berada di tangan pemilik nya.


Arka terdiam seketika tulang-tulang nya lemas mengetahui Alena di rumah sakit.


"Kok bisa Alena di rumah sakit? pingsan!" ucap Arka kaget.


Arka langsung menelpon Sarah melalui nomor Alena.


Namun tak juga di jawab oleh Sarah.


"Dia kemana sih, Kenapa tidak menjawab telepon ku!" ucap Arka.


Arka mencoba untuk keempat kali nya, akhirnya di jawab.


"Halo! ini saya Arka!" ucap Arka Setelah panggilan di jawab.


"Saya tidak kenal kamu! kenapa kamu menelpon kekasih saya malam-malam seperti ini, mengganggu saja!" ucap Pria yang menjawab telepon Arka dan mematikan nya.


Arka terkejut dengan Suara di balik telepon itu dan melihat betul-betul itu adalah nomor Sarah.


"Bukan kah ini nomor Sarah! kenapa pria yang menjawab nya, Kenapa terdengar suara nya sudah tua!" Batin Arka.


"Siapa sayang?" tanya Sarah yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Aku tidak tau! nama nya Alena! namun Suara nya laki-laki," jawab kekasih gelap Sarah.

__ADS_1


Sarah mendengar nama Alena dia langsung mengambil handphone nya, sebenarnya dia kesal pada pria itu yang mengurusi privasi nya.


Sarah menghubungi balik nomor Alena.


Arka melihat handphone Alena yang berdering saat hendak keluar dari kamar berniat mencari keberadaan Alena.


"Kenapa dia menelpon lagi, apa dia akan menuduh ku mengganggu nya!" Batin Arka.


namun lagi-lagi nada dering bunyi. Arka pun menjawab nya.


"Halo Alena! aku minta maaf yah karena tidak menjawab telepon mu tadi! bagaimana dengan keadaan mu, kamu sudah syiuman?" tanya Sarah.


"Ini Arka!" Jawab Arka.


Sarah terdiam.


"Apa mungkin sekarang Arka lagi di rumah sakit menemani Alena!" Batin Sarah.


"Maaf kak, Sarah Fikir ini adalah Alena!" ucap Sarah dengan segan.


"Saya mau bertanya di mana Alena di rawat dan dia kenapa?" tanya Arka.


"Kenapa Arka bertanya pada ku, bukan kah dia Sekarang bersama Alena, dan ini nomor Alena kan!" Batin Sarah sambil memastikan nomor itu.


"Apa kakak sekarang tidak bersama Alena? ini handphone Alena kan?" tanya Sarah.


"Saya tidak bersama nya, saya sedang mencari nya, handphone nya ketinggalan di rumah!" ucap Arka.


"Alena sekarang di rawat di Rumah sakit XXX kak, aku juga gak tau kenapa!" tiba-tiba sambungan telepon terputus Sarah belum selesai ngomong.


Sementara Arka Sudah mengambil langkah seribu untuk ke rumah sakit yang di bilang Sarah.


Dia tidak perduli dengan jalanan yang sangat ramai.


"Kenapa bisa seperti ini, apa yang terjadi pada nya," Batin Arka.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah sakit, dia di sambut hangat dan di berikan sambutan.


"Selamat malam Pak Arka! ada yang bisa kami bantu?" tanya dokter.


"Apa kah benar ada pasien yang datang malam ini ke sini bernama Alena?" tanya Arka.


"Tunggu dulu yah pak, kami cek dulu!" Jawab dokter.


Arka harus sabar dia harus menunggu Walau dia sudah sangat khawatir.


"Benar pak, pasien wanita yang bernama Alena Zahra!" jawab Suster yang datang membawa data-data pasien.


"Di mana ruangan nya?" tanya Arka.


"Mari saya antar pak," ucap perawat.


Arka pun mengikuti langkah perawat itu.

__ADS_1


Kebetulan Dokter dan Suster baru saja keluar dari ruangan yang ada Alena.


"Selamat malam pak Arka! kalau boleh tau ada apa anda repot-repot datang ke rumah sakit ini, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya Dokter sambil membungkuk kan badan nya.


"Pasien yang di dalam adalah Sekretaris saya!" ucap Arka.


Dokter kaget karena dia tidak tau sama sekali.


"Saya boleh menjenguk nya?" tanya Arka.


"Maaf pak, pasien sedang tidak sadar kan diri!" Jawab dokter.


"Dia sakit apa Dok?" tanya Arka.


"Pasien Demam tinggi! magh nya kambuh, kaki kiri nya keseleo dan Kepalanya sedikit terbentur sehingga mengakibatkan dia tidak sadar!" jawab dokter.


"Sungguh tidak masuk akal! apa sebenarnya yang terjadi!" Batin Arka.


"Bagaimana dengan kondisi nya Dok?" tanya Arka.


"Fisik nya sangat lemah, dari tadi di rumah sakit dia belum ada kemajuan seperti nya pasien juga stres sehingga mengakibatkan tubuh nya lemah!" jawab Dokter.


"Terimakasih Dok info nya, saya mau anda memberikan perawatan yang terbaik pada nya!" ucap Arka.


"Baik pak, kami akan melakukan yang terbaik, Bapak Sabar dulu yah, karena pasien belum bisa di jenguk sebelum di pindahkan ke ruang rawat!" ucap dokter.


Arka Hanya menginyakan saja.


"Kalau begitu kami ijin dulu pak!" ucap Dokter mohon diri.


Mereka pun pergi meninggalkan Arka.


Arka terduduk di kursi tunggu.


"Kenapa masalah yang datang pada ku tidak ada ujungnya ya Allah!" ucap Arka mengusap kasar wajah nya.


"Alena! kamu kenapa? apa yang terjadi! kenapa bisa seperti ini!" batin Arka.


Arka mengingat waktu dia marah dan mengabaikan Alena.


"Aku menyesal Alena! segera lah sembuh aku minta maaf!" batin Arka tiba-tiba air mata nya keluar.


Arka memilih untuk menunggu Alena sehingga dia ketiduran di kursi itu.


Jam sudah menunjukkan pukul Tiga shubuh, sudah betapa kali perawat mau pun dokter membangun kan Arka agar pindah ke tempat tidur yang disediakan oleh dokter berhubungan Arka adalah orang terpandang.


Namun Arka tidak mau, Entah Mengapa dia ingin menemani Alena dan sekarang dia ingin memeluk nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2