Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 52


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Alena Turun dari mobil, dia melihat para rekan-rekan kerja nya sudah Menatap lain pada nya.


Dan dia pun tau harus apa yang di lakukan nya sekarang, Ekting pun di mulai, Alena sekarang menawarkan diri untuk membawa Tas kerja Tuan muda nya itu.


Arka Pun mengerti, dia pun berjalan dengan Gagah nya memasuki perusahaan Ayah nya itu.


Sementara Alena mengikuti dari belakang, Dan ternyata di Pak Wijaya serta rekan kerja lainnya sudah di Ruangan Meeting menunggu mereka.


Dan kebetulan juga Aris baru saja datang dan menyapa sopan tuan muda nya itu.


Wijaya Melihat ke arah Arka dan Alena yang baru saja datang.


Arka Langsung duduk di kursi kekuasaan nya, karena dia yang akan jadi ketua Meeting kali ini.


Tidak ingin berlama-lama, Karena semua nya sudah lengkap Alena pun membacakan Topik dan Tema Meeting mereka hari ini.


Dua jam Kemudian Meeting pun selesai, dan Aris menentukan Jadwal Meeting selanjutnya karena Hari ini pembahasan mereka belum tuntas.


setelah selesai, Arka tidak banyak protes dia menandatangani yang perlu tanda tangan nya, dan dia pun pamit kembali ke ruangan nya.


Satu persatu pun mereka keluar, sekarang hanya tinggal Alena, Wijaya dan Aris di sana.


Karena Alena dan Aris sedang membahas dan menyiapkan pekerjaan mereka.


"Aris! Saya mau bicara empat mata dengan Alena, Saya mohon kamu tunggu di luar sebentar," ucap Wijaya.


Aris pun mengerti dia pun keluar dan menunggu di depan pintu.


"Maaf yah pak tadi malam saya tidak membalas pesan bapak, handphone saya lobet," ucap Alena.


Wijaya tersenyum.


"Tidak masalah! Mungkin kamu tau juga kan, kalau saya ke rumah kamu dengan Sam!" ucap Wijaya lagi.


"Iyah Pak, saya tau dari Ar!!" tiba-tiba Alena terdiam.


Wijaya Menatap bingung pada Alena.

__ADS_1


"Hmm, maksud saya, saya tau data Pak Aris Pak, dia mengirimkan saya pesan," ucap Alena hampir keceplosan mau mengucapkan Arka.


Untung saja Dua huruf depan Nama Arka dan Aris sama, jadi Wijaya tidak terlalu heran.


"Sudah lah itu tidak perlu di bahas, saya juga tidak ingin tau kamu dari mana, Yang saya ingin tau dari kamu, bagaimana pendapat kamu tentang Arka dengan Clara!" ucap Wijaya.


Alena terdiam, karena dia juga sudah mengatakan kemarin bahwa di tidak bisa memberikan pendapat apa-apa lagi.


"Sekarang saya sudah bingung, Saat ini Arka sudah tidak mau lagi Dekat dengan Clara, sementara Clara sekarang entah ke mana," ucap Wijaya.


"Kalau menurut saya pak, Kalau mereka memang tidak cocok, Tidak perlu di paksakan lagi pak, Kasihan Tuan muda, dia juga ada hak untuk memilih pasangan hidup nya," ucap Alena.


"Kan saya sudah bilang, saya sudah yakin jika Clara yang cocok dengan nya, Clara adalah pengusaha kaya dan sudah terkenal, kurang apa Lagi dia," ucap Wijaya sedikit kesal.


"Saya dengar juga, Sekarang Clara dekat dengan Mantan kekasihnya, Seperti nya tidak ada keseriusan di antara mereka," ucap Alena.


"Kamu tau dari Mana?" tanya Wijaya.


"Saya sudah dengar sendiri dari tuan Muda Pak, Jadi kalau menurut saya, Bapak memasakkan mereka menikah, asam saja membuat beban fikiran bapak," ucap alena.


Wijaya pun terdiam.


"Saya minta maaf Karena sangat lancang seperti ini, Dan juga Bapak harus memikirkan Perasaan dan keadaan Tuan muda," ucap Alena dengan sopan. Walau bagi dirinya itu sangat kasar namun dia mencoba untuk menyampaikan nya dengan sopan.


"Kurang Berfikir apa lagi saya dengan keadaan nya, saya sudah memberikan semuanya pada dia, Namun dia tidak pernah sama sekali peduli dengan saya!" ucap Wijaya.


"Baik lah kalau begitu lanjutkan lah pekerjaan mu, Bapak mau istirahat dulu," ucap Wijaya dengan wajah lesu keluar dari ruangan Meeting.


Alena Melihat Pak Wijaya keluar dengan wajah kecewa, dia malah menyesal telah mengeluarkan kata-kata yang sangat lantang pada Bos nya itu.


"Apa aku sangat menyinggung perasaan pak Wijaya yah!" batin Alena, dan Aris pun masuk.


"Pak Wijaya kenapa?" tanya Aris pada Alena.


Alena menaikkan bahu nya.


"Kamu istirahat lah, Ini biar saya yang mengerjakan nya, tinggal sedikit lagi kok," ucap Aris memungut semua Berkas-berkas di atas meja tepat di depan Alena.


"Tapi pak!" ucap Alena.


"Tadi Tuan Muda mencari mu," ucap Aris. Alena Langsung terdiam.


"Pak! Maafkan kelakuan Tuan muda yah, Saya mohon sama bapak agar menyimpan semua rahasia ini," ucap Alena.

__ADS_1


Aris Melihat ke arah wajah Alena yang sangat Khawatir.


"Saya tidak mau terlibat masalah pribadi kalian!" ucap Aris dan langsung keluar dari ruangan itu.


"Hmm, kenapa seperti nya sifat pak Aris tiba-tiba berbeda yah, Atau jangan-jangan karena Arka datang untuk menghajar dia karena aku," Batin Alena tidak enak.


Karena Saat Aris mengatakan tidak ingin terlibat masalah mereka ada aura Dingin, dan wajah kecewa pada diri nya.


Tiba-tiba handphone Alena Berdering dan itu dari Arka, Alena menjawab nya.


"Aku sudah menunggu mu di Luar di mobil ku, segera lah keluar!" ucap Arka setelah panggilan di jawab oleh Alena.


Alena menginyakan saja.


Dia pun segera keluar dan langsung keparkiran mencari mobil Arka.


Dia langsung masuk ke dalam mobil Arka.


"Kamu kenapa?" tanya Arka setelah menjalankan mobilnya jauh dari Perusahaan.


Karena dari tadi Alena hanya diam saja, seperti nya sangat banyak yang di khawatir kan dan banyak Fikiran.


Alena menoleh ke arah Arka.


"Tadi Ayah kamu menanyakan pendapat aku lagi tentang hubungan kamu dengan Clara, Dia masih ingin kamu dengan Clara menikah," ucap Alena.


Arka pun terdiam.


Begitu juga dengan Alena dia pun tidak ingin melanjutkan pembicaraan nya lagi.


Arka mengehentikan mobil nya di Sebuah restoran dia pun mengajak Alena Terlebih dahulu makan siang.


"Sebenarnya Makam Almarhum ibu kamu di mana sih?" tanya Alena.


"Masih sangat jauh!" ucap Arka.


"Kenapa tidak dekat di rumah kamu aja, tidak perlu jauh-jauh jika mau jiarah," ucap Alena.


"Dulu sebelum ibu meninggal, dan sakit nya semakin parah, dia pernah berpesan jika dia sudah tiada dia ingin di makam kan di kampung halaman nya, di tempat pemakaman Almarhum Kakek dan nenek," ucap Arka.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya,


terimakasih 🙏***


__ADS_2