
Setelah selesai makan Mereka pun melanjutkan perjalanan nya, di dalam mobil tidak ada percakapan sama sekali, kedua nya fokus mendengar kan musik yang di pasang di mobil itu.
Sudah Dua jam di dalam mobil namun tak juga sampai-sampai, Akhirnya Alena pun tertidur.
Sementara Arka Masih fokus dengan jalanan, Sebenarnya dia sudah sangat capek, namun tidak mungkin dia istirahat dulu, karena masih jauh perjalanan nya.
Dia tidak ingin membawa supir, karena dari dia tidak ingin ada orang lain di antara mereka berdua saat ini, karena itu dia rela lelah untuk menyupir Sendiri.
Hari pun semakin sore, Namun mereka tak kunjung Sampai, Karena Arka merasa Pinggang nya sangat pegal dia pun berhenti di warung kecil.
Alena yang merasakan mobil berhenti dia pun tetbangun.
"Apa kita sudah sampai?" tanya Alena sambil memerhatikan sekeliling di luar mobil dan sudah kelihatan jika Mereka seperti sudah di sebuah kampung dan jalanan pun tidak lagi aspal.
Arka tersenyum melihat wajah kaget Alena.
"Belum Sayang! Masih butuh Waktu setengah jam lagi, Kita di sini Ngopi dulu, Aku sangat capek!" ucap Arka.
Alena pun mengerti dia mengikuti Arka berjalan ke arah warung kopi itu.
"Hmm, lihat pemandangan di sini, jadi keingat kampung halaman ku," Batin Alena sambil memerhatikan Para petani yang baru saja pulang dari ladang karena hari semakin sudah Sore.
"Buruan! Kamu mau minum apa?" tanya Arka yang melihat Alena terdiam di depan warung sambil memerhatikan pemandangan sore di sekitar warung itu.
"Aku ikut aja!" ucap Alena.
Arka pun memesan yang bisa melepaskan dahaga nya, Yang ada di sana hanya ada Jus dan Teh es yang dingin, Dia pun memesan Jus Alpukat dua.
Alena duduk di samping Arka, berhubung kursi nya hanya satu dan itu khusus untuk dua orang, mau tidak mau dia pun harus berdekatan dengan Arka.
Menunggu pesanan Alena hanya diam saja, sementara Arka sibuk dengan handphone nya.
"Kok jadi Canggung tiba-tiba yah," Batin Alena.
Dan tidak beberapa lama pesanan pun datang.
"Mas, Mbak, ini pesanan nya!" ucap ibu-ibu pemilik warung sambil meletakkan minum di atas meja.
Alena tersenyum.
"Makasih yah buk!" ucap alena.
"Kalau boleh tau, kalian dari mana mau kemana? seperti nya bukan orang sini, pasti orang kota yah!" ucap ibu itu.
"Iyah buk, kami dari kota ke sini mau jiarah!" ucap Arka.
__ADS_1
"Oohh! jauh sekali jiarah nya mas, Emang di sini keluarga nya siapa?" tanya Ibu itu lagi.
"Nek Rati Buk! apa ibu kenal?" tanya Arka.
"Oohh almarhum Nenek Rati! Ibu sangat kenal dengan dia, beliau sangat baik di sewaktu hidup, kalian mau jiarah ke makam nya?" tanya ibu.
"Iyah Buk, sekalian juga jiarah ke makam ibu saya!" ucap Arka.
"Atau jangan-jangan, kamu Cucu Almarhum nenek Rati, anak dari Dewi?" tanya ibu itu.
Arka mengangguk.
"Ya Allah, kamu sudah besar yah, pasti kamu di kota sangat sukses, Ibu kalau tidak salah pernah melihat kamu di tv tapi lupa- lupa ingat," ucap ibu itu terkekeh.
Arka hanya tersenyum, sementara Alena hanya mendengar kan saja.
"Ini Istri Mas?" tanya Ibu itu lagi.
Arka menoleh ke arah Alena, sementara Alena langsung melihat ke arah ibu itu.
"Emang seperti nya aku kaya istri nya yah," Batin Alena.
"Calon Buk!" ucap Arka sambil tersenyum.
"Oohh, Sangat cantik! Wajar saja Pengusaha kaya ini tertarik dengan mu," ucap ibu itu sambil mencubit pipi Alena, Alena hanya tersenyum saja.
Tiba-tiba Alena langsung mencubit pinggang Arka sehingga dia mengeluh kesakitan sambil mengelus pinggang nya setelah ibu itu pergi.
"Kamu kenapa?" tanya Arka memerhatikan wajah Alena yang cemberut.
"Kamu ngapain ngomong sama ibu itu kalau aku calon kamu," ucap Alena.
"Lah apa salahnya? Kan Emang benar, Salah nya di mana coba?" tanya Arka.
"Kamu pura-pura lupa atau gimana sih, udah jelas dia kenal sama ayah kamu, bagaimana kalau dia cerita sama ayah kamu, Atau sama warga kampung sini," ucap Alena.
"Ayah tidak akan pernah datang ke sini, dia hanya peduli dengan Istri pertama nya!" ucap Arka.
Alena Heran apa yang di maksud oleh Arka.
"Maksud kamu apa? Istri pertama? Siapa itu?" tanya Alena.
"Sudah lah tidak perlu di bahas!" ucap Arka.
Melihat raut wajah Arka berubah dia pun tidak bertanya lagi, walau sekarang dia sangat penasaran.
__ADS_1
Karena Arka sudah tidak lelah lagi, mereka pun melanjutkan perjalanan nya.
Alena memerhatikan Arka yang dari tadi diam.
"Kamu kenapa liatin aku kaya gitu?" tanya Arka sambil terus fokus pada jalanan karena jalanan di kampung sangat sempit dan juga sangat ramai anak-anak main di jalanan.
"Kamu cocok deh kalau di panggil dengan sebutan mas!" ucap Alena.
"Udah deh kamu jangan ngada-ngada, aku tidak suka!" ucap Arka.
"Kan panggilan nya sopan sih," ucap Alena.
"Aku gak Suka, terlalu Kampungan sekali!" ucap Arka.
Alena tersenyum.
Alena memerhatikan ke luar, ternyata sangat banyak sawah dan sangat indah di pandang Ketika sore seperti ini.
"Apa Kita Masih jauh lagi?" tanya Alena.
"Masih jauh lagi, masih sekitar tiga jam lagi!" ucap Arka.
"Jauh banget sih, terus bagaimana kita jiarah malam-malam," ucap Alena protes.
Arka pun mengehentikan mobil nya di sebuah rumah bagus, namun kelihatan nya sepi, hanya ada penjaga rumah saja Yang sedang di depan Rumah itu.
"Ini rumah siapa? Kata nya kita masih jauh, kok malah berhenti sih," ucap Alena.
"Turun lah, Kita sudah sampai!" ucap Arka dengan nada datar.
"Tapi tadi kata kamu Tiga jam lagi!" ucap Alena.
Arka tidak menghiraukan nya dia meninggal kan Alena di dalam mobil.
Alena sangat kesal, karena dia di bohongi.
"Salah aku di mana sih, dari tadi dia selalu diam, dan giliran dia tanya Jawab nya gak serius," Batin Alena.
Dia turun dari mobil dan Melihat Arka yang berbicara dengan Laki-laki di depan rumah itu.
"Kalau tau seperti ini, aku tidak akan mau ikut dia ke sini, udah badan aku Capek banget jauh lagi, di cuekin," ucap Alena menyesal ikut dengan Arka.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***.