Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 118


__ADS_3

***Like, komen dan vote sebanyak-banyak.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S***


Arka Memeluk Alena yang berdiri hendak menyusul nya dengan wajah bingung Menatap Arka.


"Aku yakin aku tidak salah untuk memilih kamu, akhirnya ayah menyetujui hubungan kita!" ucap Arka.


Alena tersenyum dia pun merasa kan apa yang di rasakan oleh Arka saat ini, menurut dia hari ini diri nya wanita yang sangat bahagia dan beruntung.


"Aku mau kita segera menjumpai orang tua kamu!" ucap Arka.


Alena terdiam dia pun duduk di sofa.


"Aku takut mereka gak setuju mas karena aku masih kuliah!" ucap Alena sedih.


"Aku yang akan menyakinkan mereka, dan kamu adalah tanggung jawab aku sepenuh nya!" ucap Arka dengan serius sambil menggenggam tangan Alena.


"Aku belum yakin mas, apa lagi aku sudah pindah jurusan, aku takut Setelah kita menikah kuliah ku akan terganggu!" ucap Alena.


"Kamu harus yakin sama aku," ucap Arka.


"Kalau niat kita baik tidak akan ada yang susah!" ucap Arka.


Akhirnya Alena pun pasrah dia hanya bisa berdoa saja.


"Apa tidak berlebihan kalau Pak Wijaya datang menemui keluarga ku mas?" tanya Alena.


"Itu kemauan Ayah, bukan kita yang minta!" ucap Arka.


Alena hanya mengangguk saja.


"Lalu bagaimana dengan kuliah ku mas, aku saja sudah dapat surat teguran karena sudah banyak sekali Libur, dan ketinggalan pelajaran!" ucap Alena.


"Kamu banyak banyak banget sih yang di pikirin, itu masalah gampang, seperti biasa kamu kan bisa belajar online, kamu Jangan terlalu fikirin itu!" ucap Arka.


"Hmm oke deh mas!" ucap Alena.


"Tuan muda! makan siang sudah tertata rapi di atas meja!" ucap Pelayan.


Alena dan Arka makan siang bersama, Arka tetap harus membantu Alena berjalan karena kaki nya belum sembuh total, Arka baru saja menghubungi tukang pijit ternyata bisa nya hanya sore.


Setelah selesai makan siang Arka dan Alena melaksanakan sholat Zhuhur.


"Apa kamu ngantuk?" tanya Arka pada Alena.


Alena menggeleng.


"Sebenarnya aku sudah sangat bosan hanya di kamar saja aku ingin jalan-jalan!" ucap Alena sambil meletakkan tangan nya di atas paha nya.

__ADS_1


"Eh cincin kamu mana sayang?" tanya Arka ketika melihat jari Alena kosong.


"Hmm aku simpan di dompet aku mas!" ucap Alena.


"Kok di cabut?" tanya Arka.


"Aku menghindari pertanyaan pak Wijaya saat tinggal bersama nya!" ucap Alena.


"Hmm, sekarang dompet kamu di mana?" tanya Arka.


"Di rumah pak Wijaya mas!" ucap Alena.


Arka segera menghubungi supir yang mengantar kan pak Wijaya agar pulang membawa tas Alena.


"Sekali lagi aku marah kalau kamu buka yah!" ucap Arka.


Alena hanya tersenyum saja.


Mereka pun nonton tv sambil berbaring di atas kasur.


Alena sangat senang entah mengapa dia sangat nyaman bisa berbaring di samping Arka.


Hari pun semakin sore, tas yang di minta Arka sudah datang Arka segera memasang kan Cincin di tangan Alena.


"Eh ini surat keterangan Nikah kita mas!" ucap Alena Melihat kertas yang di saku tas itu.


"Seperti nya ayah sengaja agar kita yang menyimpan nya!" ucap Arka.


"Tapi kalau di fikir-fikir ini siapa yang memberikan pada pak Wijaya!" ucap Alena.


Mereka berdua pun kebingungan, namun tiba-tiba dan lagi-lagi Suara ketukan pintu mengganggu mereka.


"Masuk!" ucap Arka kesal.


"Tukang pijit nya sudah datang Tuan!" ucap Pelayan.


"Suruh dia masuk!" ucap Arka.


Ibu-ibu yang sudah tua itu pun masuk.


"Mana yang sakit non, biar saja lihat!" ucap ibu itu pada Alena.


Alena menunjuk kan kaki kiri nya.


"Ini hanya keseleo sedikit saja, biar saya urut sebentar!" ucap ibu itu.


Ibu itu mengurut dengan hati-hati, namun belum apa-apa Alena sudah berteriak kesakitan, walau kelihatan pelan namun sangat lah sakit mungkin karena sakit.


Akhirnya nya selesai juga, Arka Mengantar kan ibu itu keluar mengucapkan terimakasih dan memberikan upah.


Dia kembali lagi ke kamar ternyata Alena Sudah tertidur.


Arka mengelus-ngelus rambut Alena dan mencium kening Alena.

__ADS_1


Arka Melihat laptop nya yang terletak di atas meja yang sudah hampir seminggu tidak di buka nya.


Karena dia juga penasaran apa yang terjadi dengan perusahaan akhirnya dia membuka nya.


Dan betapa terkejutnya dia melihat laporan-laporan yang kurang lengkap serta banyak yang komplen serta banyak masalah lain nya.


Arka Melihat ke arah Alena.


"Biasa nya aku selalu mendapat laporan dari Alena! itu semua tidak ada masalah dan sekarang semua nya berantakan!" Batin Arka.


Arka mulai memperbaiki memeriksa semua nya.


Tiga jam di depan laptop Arka mulai lelah dan tidak terasa hari sudah gelap.


Arka menutup laptopnya dia melihat ke arah Alena yang masih tidur.


"Sayang! sayang! bangun! udah Magrib nih!" ucap Arka dengan lembut membangun kan Alena.


Namun Alena hanya bergeliat saja.


Tidak merespon sama sekali Arka yang berusaha membangun kan Nya.


Karena Alena tidak mau bangun Arka pun membiarkan nya Arka pun segera mandi terlebih dahulu.


Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar mandi namun Alena belum bangun.


Arka akhirnya ikut berbaring di samping Alena.


Tiba-tiba Alena Membuka mata nya, sementara tangan nya memeluk tubuh Arka.


"Kamu Wangi banget!" puji Alena dengan suara serak.


"Suami Siapa dulu dong!" ucap Arka sambil tersenyum.


"Kamu bangun dong, ini udah malam tau, kamu belum mandi!" ucap Arka.


"Aku tidak mau meninggalkan kasur yang sangat nyaman ini mas, besok saja aku mandi!" ucap Alena Malah menenggelamkan wajah nya di dada Arka.


Arka pun tidak mau protes dia lebih memilih memeluk istrinya itu.


Keesokan harinya, Alena terlebih dahulu bangun.


Dia melihat Arka yang masih tertidur di samping nya, alena tidak mau membangun kan nya karena masih jam Enam pagi.


Alena turun dari kasur.


"Ternyata kaki ku sudah tidak sakit lagi!" Batin Alena mencoba berjalan tanpa ada pegangan. Dia sangat senang.


Alena Sangat ingin masak untuk suami nya, Alena turun ke bawah.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.

__ADS_1


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya,


Terimakasih 🙏***


__ADS_2