Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 126


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Sudah dua hari Keluarga Arka di kampung Alena dan Siang ini mereka akan segera pulang ke Jakarta.


"Terimakasih banyak yah Pak Sudah mau menerima keluarga kami di sini!" ucap pak Wijaya.


"Ah Biasa saja pak, saya juga terima kasih Bapak Sudah mau jauh-jauh datang ke kampung kamu yang kecil ini!" ucap Faisal.


"Kalau begitu kami berangkat dulu yah pak, Buk!" ucap Wijaya.


"Baik lah, lain kali mampir dan singgah lah ke rumah kami ini," ucap Faisal.


Mereka pun bersalaman, sementara Arka akan tinggal di sini cukup lama.


Keluarga Arka telah berangkat banyak juga tetangga yang ikut melihat kepergian keluarga Arka.


Mereka pun berkumpul lagi ke dalam rumah.


dan berbincang-bincang.


Satu Minggu Kemudian Arka dan Alena di kampung, semua nya berjalan normal namun sangat lah banyak warga luar atau dalam yang sengaja untuk meminta foto dengan Arka mau pun Alena.


Sementara di Jakarta semua nya sudah heboh karena kabar Arka akan menikah dua Minggu lagi.


Rumah Arka Sangat sering di datangi wartawan.


Dan Kantor Pun sudah sangat heboh dan sangat tidak habis Fikir kalau sekretaris dan pemilik perusahaan itu akan menikah.


Aris sedang sibuk di ruangan nya pun mencoba untuk melupakan berita yang di baca nya.


namun tidak bisa.


"Ya Allah! Kenapa aku seperti ini, aku percaya pada mu ya Allah kalau itu memang tidak jodoh ku maka engkau sudah menyiapkan yang lebih baik!" Batin Aris.


Seketika air mata nya menetes.


"Entah mengapa aku sangat mencintai Alena, namun aku hanya bisa mengaguminya tidak bisa memiliki nya aku sudah salah mencintai seseorang!" ucap Aris.


Sementara di tempat lain Alena dan Arka sedang menuju ke rumah sakit di mana tempat nenek nya di rawat.

__ADS_1


Walaupun tidak bisa masuk sekedar melihat dari jauh saja sudah bisa mengobati Rindu Alena.


Setelah sampai di rumah sakit Alena memerhatikan Nenek nya yang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit itu.


"Sudah sangat lama Nenek di sana! kapan Nenek akan sehat dan berkumpul lagi sama kamu seperti dulu!" ucap Alena sambil meneteskan air mata nya.


"Aku rindu Nenek, Maaf Alena baru bisa pulang dan datang ke sini nek, tapi Alena selalu berdoa agar Nenek cepat sembuh!" ucap Alena.


Sudah cukup lama mereka di rumah sakit, karena hari sudah semakin sore mereka pun pulang.


Sudah dua Minggu Alena dan Arka di kampung dan sekarang waktunya Arka dan keluarga Alena berangkat ke Jakarta.


Faisal membawa keluarga dekat nya saja, dan karena bujukan Alena akhirnya Elsa mau ikut karena Alena bilang kalau Daniel akan datang ke acara pernikahan nya.


Mereka pun berangkat tiga mobil sementara di mobil Arka hanya ada Arka, Alena Supir dan juga pelayan serta ada juga Niko yang tidak jauh dari Alena.


Acara pernikahan Arka sudah Tujuh puluh persen siap, Arka mengatur semuanya dengan baik dan di bantu juga dengan Wijaya.


Acara nya sangat lah besar dan mewah.


Karena Lima hari lagi acara akan di laksanakan.


Surat-surat semua nya sudah siap hanya tinggal resepsi.


Semenjak terbongkar nya hubungan Alena dan Arka, Wijaya tidak pernah lagi masuk rumah sakit bahkan sakit nya sudah sangat jarang kumat.


Arka membawa mereka semua ke rumah nya dan di perlakukan dengan baik terutama mertua nya.


Mereka sudah istirahat di kamar masing-masing.


Begitu juga dengan Faisal serta istri dan anak nya.


Arka dan Alena baru saja pulang dari rumah pak Wijaya karena mereka di minta pak Wijaya ke sana sekedar memeriksa dekorasi acara pernikahan.


Sementara Elsa satu kamar dengan yang lain nya.


Elsa keluar dari kamar karena ingin minum.


"Alena Sangat beruntung bisa mendapatkan suami kaya raya!" ucap Elsa sambil memerhatikan Rumah Arka.


"Eh Bibi! belum tidur?" tanya Alena yang baru masuk dan melihat Bibi nya duduk di ruang tamu.


Elsa Melihat ke arah Alena namun tiba-tiba Alena melepas lengan Arka yang dari tadi di gandeng nya karena tidak enak di lihat Bibi nya itu.

__ADS_1


"Bibi belum ngantuk!" ucap Elsa.


"Mas kamu duluan aja yah, aku nanti nyusul!" ucap Alena sama Arka, walau dengan wajah sedikit kesal karena Elsa, Arka pun menuruti kemauan istri nya itu.


Alena ikut duduk di dekat Elsa.


"Makasih yah bik udah mau ikut ke sini!" ucap Alena.


"Hanya karena ingin bertemu dengan Daniel dan Tari saja!" ucap Elsa dengan judes.


"Hmmm, besok saja yah ketemu mas Daniel di acara pernikahan kalau tidak mungkin sekarang karena dia sangat sibuk!" ucap Alena.


"Kenapa kamu tau sibuk atau enggak!" ucap Elsa.


"Hanya tebakan Alena saja bik, apa kah Bibi tidak pernah menghubungi mereka?" tanya Alena.


Elsa diam.


"Mas Daniel biasa nya Ketemu sama Alena siang bik!" ucap Alena lagi.


"Bibi kadang bingung dengan anak Bibi sendiri!" ucap Elsa dengan wajah sedih serta suara yang sangat Sedih.


"Seperti nya Daniel dan Tari telah menukar nomor telepon mereka, Bibi selalu mencoba menghubungi mereka namun tidak bisa," ucap Elsa.


Alena kaget dengan penjelasan Bibi nya itu.


"Bibi hanya ingin mendengar suara mereka dan juga Bibi kangen mereka!" ucap Elsa.


"Begitu juga dengan Daniel, Bibi ingin dia menjaga Tari di luar sana, tapi dia tidak bisa di hubungi, bahkan salah satu di antara mereka tidak ada yang ingin menghubungi Bibi!" ucap Elsa.


"Sabar yah bik, tapi Alena yakin di balik itu semua ada alasan nya, Alena akan berbicara pada Daniel kalau Bibi ingin berjumpa!" ucap Alena.


"Jangan bilang Bibi di sini, Bibi yakin dia tidak akan datang!" ucap Elsa.


"Ya udah, biar saja kalian berjumpa di acara pernikahan nanti, yang sabar yah bik, ya udah Bibi istirahat gih!" ucap Alena.


Elsa Pun segera masuk ke kamar nya lagi.


"Huff, wajar saja jika mas Daniel dan Tari menghindari ibu nya sendiri kalau Bibi masih belum bisa mengubah sifat Nya!" Batin Alena. Alena juga naik ke atas untuk menyusul Suami nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2