
Acara pun sudah selesai, Orang tua Alena sedang menemani Alena di kamar entah apa yang di bicarakan mereka.
Sementara di luar masih sangat ramai dan di sana ada juga Daniel dan juga Aris mereka terlihat dekat dan akrab.
Arka ikut bergabung dengan mereka.
"Daniel kamu ikut dengan saya dua hari lagi ke Amerika!" ucap Arka.
"Baik pak! Saya akan menyiapkan semua nya!" ucap Daniel.
Sebenarnya Arka harus berangkat dengan sekretaris nya namun Sekretaris nya juga harus ada pertemuan mengganti kan Arka di Kerjakan finansial mereka.
Arka berangkat ke Amerika karena dari kemarin-kemarin dia menunda untuk berangkat ke sana, akhirnya dia mempunyai waktu luang karena perusahaan nya di sana sedang membutuhkan nya.
Daniel dengan Sarah sama sekali belum pernah bertemu, Alena juga tidak ada membahas Masalah Daniel kalau dia bekerja di kantor Arka.
Belakangan ini Sarah juga sangat jarang bertemu dengan Alena karena di rumah Alena Sudah ada Orang tua nya.
"Arka! Kenapa kamu Masih asik berbincang-bincang dengan mereka? Bagaimana keadaan istri kamu?" tanya Wijaya yang baru saja keluar dari kamar.
Arka, Daniel dan juga Aris menoleh ke arah Wijaya.
"Di kamar Ada Ibu dan juga Bibi Elsa!" ucap Arka.
"Akhir-akhir ini Ayah melihat kamu terlalu dingin pada istri kamu, dan terlalu mementingkan pekerjaan kamu!" ucap Wijaya.
"Sudah lah ayah itu tidak perlu di bahas, Aku dan juga Alena baik-baik saja!" ucap Arka.
Wijaya menghela nafas panjang.
"Baiklah ayah harap semua nya baik-baik saja, malam ini Ayah akan pulang, Sudah Sangat terlalu lama ayah meninggal kan rumah!" ucap Wijaya karena dia sudah hampir tiga Minggu di sana.
"Kenapa harus malam ini Ayah? Bagaimana kalau aku mengantar kan Ayah?" tanya Arka.
"Tidak perlu! Ayah mempunyai Supir! Lebih baik kamu perhatiin istri kamu, karena dia sangat Butuh kamu di saat-saat seperti ini!" ucap Wijaya.
Arka hanya mengiyakan saja.
Wijaya pun pamit pulang.
"Kalau begitu Saya juga pulang yah Pak, karena ini sudah malam!" ucap Aris.
"Hmm Saya belum selesai membahas pekerjaan dan keberangkatan ke Amerika, Atau jangan-jangan kamu terburu-buru pulang karena Aisyah!" goda Arka.
"Ah bukan pak, hanya saja badan saya butuh istirahat!" ucap Aris. Karena hubungan mereka semakin baik jadi terkadang mereka seringkali bergurau.
"Oke baiklah, saya sudah sangat memaksa kalian untuk bekerja sampai malam seperti ini!" ucap Arka.
Aris pun tersenyum dan dia pamit pulang terlebih dahulu.
"Kalau gitu saya juga pulang yah pak!" ucap Daniel.
__ADS_1
"Tunggu dulu! saya mau menanyakan sesuatu sama kamu!" ucap Arka.
"Ada apa Pak?" tanya Daniel.
Namun tiba-tiba Arka diam.
"Seharusnya aku tidak menanyakan nya karena itu bukan urusan ku!" batin Arka.
"Ah tidak! Kamu boleh pulang! hati-hati lah dan jangan sampai telat datang ke kantor!" ucap Arka.
Daniel pun menginyakan.
Bagaimana dia bisa telat sementara dia tinggal di mes Kantor bersama Karyawan lain nya.
Daniel lebih memilih untuk menabung untuk membeli sebuah rumah di kota dan menggunakan uang sebaik mungkin.
Dan dia juga sekarang sudah bisa mengirim orang tua nya.
Tinggal lah Arka sendiri di ruang tamu.
Dia membuka laptop nya.
Hari semakin malam rumah itu semakin sepi.
Arka yang kerja di ruang tamu pun ketiduran di sofa.
Sementara Alena yang sendiri di kamar tidak bisa tidur.
Perlahan Alena Turun dari kasur.
Dia keluar dari kamar dan melihat keluar Sudah sepi.
"Non Alena! Mau kemana non?" tanya Salah satu pelayan yang hendak mau menyapu.
"Mas Arka di mana yah, apa di bawah masih ada orang?" tanya Alena.
"Tuan muda ketiduran di sofa non, seperti nya dia sangat kelelahan!" ucap pelayan itu.
Alena segera turun ke bawah dan ternyata benar Arka tertidur di sofa.
"Mas! Mas bangun!" ucap Alena membangun kan Arka.
Arka Membuka mata nya dan Melihat Alena.
"Kamu kenapa tidur di sini mas?" tanya Alena.
"Seperti nya aku sangat kelelahan! Kamu sendiri kenapa belum tidur?" tanya Arka.
"Aku gak bisa tidur mas, pinggang ku sangat sakit!" ucap Alena mengeluh.
"Hmm sebaiknya kamu tidur! Kalau begitu aku ke kamar dulu yah, tolong bawakan laptop ku ke kamar!" ucap Arka dan pergi meninggalkan Alena Begitu saja.
__ADS_1
Alena terdiam melihat Tingkah Arka yang semakin hari semakin cuek dan tidak peduli pada Alena.
Alena pun menyusul Arka ke kamar.
"Mas! aku mau ngomong!" ucap Alena Setelah menutup pintu kamar dan melihat ke arah Arka yang tertidur di kasur.
"Mas! Kamu dengar aku gak sih!" ucap Alena sedikit Kesal.
Namun Arka tidak menanggapi nya.
"Hmm seperti nya dia sudah tidur!" ucap Alena.
Akhirnya Alena keluar membawa minyak kayu putih.
Dia masuk ke kamar Tania.
Dan ternyata Tania juga sudah tidur.
Alena pun memilih untuk tidur di kamar Tania dari pada tidur di kamar nya jika melihat Arka dia tidak bisa tidur.
Keesokan harinya Arka bangun. Dia melihat Alena tidak lagi di samping nya namun dia cuek saja bahkan dia langsung masuk ke kamar mandi karena dia harus berangkat ke kantor lebih pagi.
Tidak beberapa lama dia keluar dia melihat di kasur belum ada baju nya karena seperti biasa Alena akan memilih kan dan menyediakan baju yang akan di kenakan Arka.
"Alena kemana sih!" Batin Arka.
Mau tidak mau pun dia harus mencari baju sendiri.
Setelah Sudah rapi namun tiba-tiba handphone nya Berdering dan itu dari sekretaris nya.
Sekretaris nya melaporkan bahwa proyek yang mulai mereka bangun harus di pantau secara langsung karena ini adalah proyek besar.
Dan Arka pun memutuskan agar langsung datang ke lokasi melihat langsung.
"Mas! Kamu kenapa terlihat buru-buru apa kamu tidak sarapan dulu?" tanya Alena yang sedang menata makanan di atas Meja.
"Maaf yah sayang! Aku sarapan di kantor aja karena aku harus ke lokasi proyek aku pagi ini!" ucap Arka sambil mencium kening Alena dan pergi.
"Tapi mas ini udah siap semua!" ucap Alena.
Namun Arka berlalu begitu saja.
"Tante hari ini gak ke kampus kan?" tanya Tania yang mencoba mengalihkan perhatian Alena agar tidak sedih.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***