
Arka memasang wajah Cemberut karena Arka tidak mau menyuapi nya.
"Ya udah kalau kamu gak mau nyuapin aku, aku bakalan mogok makan!" ucap Alena sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
"Ya ampun Alena, baru saja beberapa Minggu kamu hamil, sudah sangat bertingkah aneh-aneh, bagaimana mau sembilan bulan!" Batin Arka.
"Huff, ya udah sini aku suapin!" ucap Arka.
"Aku gak mau lagi, aku gak Mood!" ucap Alena.
"Tadi kata nya mau di suapin, Sekarang aku udah mau loh, cepat buka Mulut nya!" ucap Arka sambil menyendok kan nasi ke arah mulut Alena namun Alena tidak mau membuka mulutnya.
"Sayang! Makan dong!" ucap Arka mencoba membujuk dan harus sangat sabar.
Alena menggeleng dia malah cuekin Arka dia membuka Handphone nya.
Arka berusaha terus membujuk Alena agar makan.
"Alena makan sedikit saja! Kalau tidak kamu akan sakit dan juga anak kita kalau kenapa-kenapa gimana!" ucap Arka.
"Aku gak lapar lagi! Nanti kalau aku lapar aku Akan makan!" ucap Alena.
"Kamu mau nya gimana sih Alena! Tadi minta di suapin sekarang udah aku suapin, hanya karena aku bilang malu saja kamu langsung mogok Makan kaya gini!" ucap Arka dia sudah sangat kesal dengan Alena.
Alena Terkejut karena tiba-tiba nada suara Arka meninggi dengan nada Marah.
"Kamu kok Marah sih mas!" ucap Alena sambil menunjuk kan wajah nya yang sudah mau menangis.
"Bagaimana aku tidak marah, aku gak ngerti kamu mau nya apa, kalau kamu gak Makan kaya gini yang susah gak cuman kamu aja!" ucap Arka lagi.
"Tapi aku gak lapar mas, kan aku udah bilang aku Akan makan kalau sudah lapar!" ucap Alena.
Sementara Sarah dan juga Tania yang mau kedapur tidak jadi karena mendengar Arka dan Alena berdebat.
"Ah sudahlah terserah kamu saja," ucap Arka sudah sangat kesal dia meninggal kan Alena yang sudah menangis di meja Makan.
Arka masuk ke kamar dan membuka Laptop yang selalu di bawa nya.
Sarah mendekati Alena yang menekuk kepalanya di kedua tangan nya di atas meja.
"Ada Apa Alena! Kenapa kalian bisa berdebat?" tanya Sarah dengan pelan sambil mengelus bahu Alena.
Namun Alena hanya diam saja.
Tari yang mendengar perdebatan Arka dan Alena dari kamar pun hanya diam saja.
Sarah memanggil Tari dari kamar karena Alena menangis.
"Udah dong Alena! Kamu jangan nangis kaya gini, Nanti kalau ibu lihat gimana!" ucap Sarah.
__ADS_1
Tari hanya bisa melihat saja, wajar saja Alena menangis karena dia pasti terkejut karena bentakan Arka tadi.
"Kamu mendingan makan deh, ini sudah malam kamu belum ada makan malam!" ucap Sarah.
Sarah pun mendongak kan Kepala Alena dan ternyata Wajah Alena sudah merah karena Nangis.
"Huff, ternyata Teman aku yang dulu kuat gak pernah nangis walau masalah besar menimpanya namun sekarang hanya masalah kecil saja kamu menangis, Sangat lemah!" ledek Sarah sambil menghapus air mata Alena.
"Mas Arka bentak aku Sarah!" ucap Alena sambil terisak.
"Yah iya lah dia bentak kamu, siapa suruh kamu banyak tingkah, udah jelas dia baik hati mau nyuapin kamu, eh kamu nya ada segala acara ngambek!" ucap Sarah.
"Ihh, kamu kok malah bela mas Arka sih," ucap Alena kesal.
"Udah Tante! Jangan Nangis lagi Tante buruan makan, nanti telat makan Tante bisa sakit lagi!" ucap Tania sambil memegang tangan Alena.
Alena menoleh ke arah Tania. Dia segera menghapus air mata nya dan tersenyum terpaksa.
"Tuh anak kecil aja tau, Suami kamu Marah karena dia gak mau kamu sakit!" ucap Sarah.
"Tapi gak harus di bentak!" ucap Alena.
"Huff, sudah lah masalah kecil saja bisa jadi besar gimana kalau ibu dan Ayah tau apa kamu tidak malu!" ucap Sarah.
"Ya sudah aku sama Tari ke depan dulu, seperti nya mereka sudah datang kamu buruan makan dan segera cuci Muka agar tidak kelihatan nangis!" ucap Sarah.
"Makan yah Tante!" ucap Tania sambil tersenyum.
Alena membalas dengan tersenyum.
"Tapi Tante gak selera makan nak!" ucap Alena.
"Makan sedikit saja Tante, kasihan Om-om kalau Tante sakit pasti nya om-om tidak bisa tidur!" ucap Tania.
"Ya ampun Kenapa semua orang membela si tukang marah itu sih, kan aku yang sedih!" batin Alena.
akhirnya Alena memaksakan diri untuk makan sedikit saja.
Setelah selesai makan Alena ke kamar mandi untuk cuci muka dan setelah itu dia ikut bergabung dengan keluarga nya di depan.
"Bagaimana keadaan kamu Alena?" tanya Elsa.
"Sudah baikan kok bik," jawab Alena sambil tersenyum.
Alena Melihat ke arah Ayah nya yang hanya diam saja, terlihat jelas jika dia sangat sedih namun Alena bisa apa.
"Suami kamu mana Alena? kenapa dia tidak keluar?" tanya Dewi.
"Seperti nya dia di kamar sedang kerja buk," jawab Alena ngasal.
__ADS_1
"Karena hari sudah sangat larut malam Tania tertidur di pangkuan Alena karena Teman main nya Niko dan juga Sarah Sudah tidur di kamar.
Untuk malam ini Elsa, Suami nya dan juga Daniel menginap di rumah Alena.
"Ya udah kalau gitu kamu istirahat lah ke kamar Alena! Kasihan Tania!" ucap Dewi.
Alena menginyakan dia pun minta tolong Daniel Mengangkat tubuh Tania ke kamar.
Setelah di kamar Daniel meletakkan Tania di kasur dan Melihat Arka yang sangat serius dengan laptop nya.
"Daniel!" Panggil Arka.
Daniel pun mendekati Arka.
"Apa kamu mengerti tentang seperti ini, apa kamu bisa membantu saya membuat nya!" ucap Arka.
Dan ternyata Daniel bisa.
Karena harus banyak yang di buat Arka Minta Tolong dan ternyata Daniel bisa.
Sementara Alena dan juga Sarah, Tari serta Dewi dan juga Elsa Sangat asik berbincang-bincang di luar.
Satu jam kemudian semua nya sudah selesai.
"Saya tidak meragukan lagi kemampuan kamu Daniel! Kamu bisa bekerja di kantor saya Tampa review!" ucap Arka.
Seketika Daniel tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Arka Sangat puas dengan pekerjaan Daniel.
"Terimakasih banyak pak, kalau begitu saya pamit keluar dulu!" ucap Daniel.
"Apa malam ini kamu akan menginap di sini?" tanya Arka.
"Iyah pak!" jawab Daniel.
"Oohh bagus lah!" ucap Arka
Daniel pun segera keluar.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂***
__ADS_1