
Perlahan Alena keluar dari dalam mobil dengan badan Lemas mata yang sudah sembab.
Ibu dan Ayah nya segera memeluk Alena mencoba menguatkan Alena karena mereka tau betapa sayangnya Alena sama Nenek nya.
Alena berjalan dengan orang tua nya ke dalam melihat Nenek nya yang terbujur kaku di tengah-tengah rumah nya sedang di bacakan Yasin.
Di sana sudah ada Elsa dan juga suami nya. Sarah, Tari Daniel dan juga Toni Sudah ada di sana dari tadi membaca kan Yasin.
Air mata Alena Seketika keluar dengan deras dia menyentuh wajah Nenek nya sambil berdoa di dalam hati.
Kelihatan sekali dia berusaha untuk tidak meratapi nenek nya itu.
Sementara Arka duduk di samping Alena di samping jenajah dan juga Tania dia tidak lupa berdoa untuk Nenek Alena.
Tiba-tiba Alena memeluk erat tubuh Arka menahan tangisnya.
Arka terus menguat kan Alena di sana pun semua orang sangat lah sedih.
Arka menghapus air mata Alena, Setelah sudah kering Alena mencium kening nenek nya.
Tidak ingin lama-lama lagi jenajah di mandikan, dan Alena serta Cucu nya yang lain juga ikut kecuali Daniel bahkan Sarah pun ikut mengganti kan Daniel.
Setelah selesai mandi dan di pasang kan kain kafan, almarhum Nenek di doakan dan di bacakan Yasin setelah selesai jenajah di antar ke makam.
Alena tidak berhenti menangis sama seperti keluarga yang lain nya, dan juga Elsa yang sangat menyesali perbuatannya selama ini yang tidak perduli pada orang tua nya itu.
Dia sangat terpukul sekali bahkan dia terlihat sangat kacau, dia tidak bisa tenang.
Saat jenazah di masuk kan Alena tiba-tiba pingsan, sementara Elsa memanggil nama ibu nya itu.
"Ibu! Ibu!!! Maaf kan Elsa Bu!" jeritan Elsa.
Tangis semua orang Seketika pecah.
Sementara Alena Sudah di aman kan di masuk kan ke dalam mobil di bantu oleh Sarah dan di ikuti oleh Tania.
Sementara Arka kembali lagi ke pemakaman dia juga tidak enak meninggalkan begitu saja, Alena pun di serahkan pada Sarah.
Sarah Sangat khawatir, dengan keadaan teman nya Itu.
Sementara dia melihat Tania yang tidak henti nya meletakkan minyak di hidung Alena.
"Nama kamu siapa dek?" tanya Sarah pada Tania.
Tania menoleh.
"Tania Tante!" jawab Tania.
" Hmm kamu jangan manggil Tante yah, Panggil kakak saja! Kamu Siapa nya Alena? Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Sarah.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Alena terbangun dan memanggil Nenek nya.
"Kamu tenang dulu Alena! Kamu harus tabah dan iklas Alena!" ucap Sarah.
"Nenek! Nenek jangan pergi!" ucap Alena lagi-lagi dia menangis. sambil membuka pintu mobil mau keluar.
Namun tiba-tiba perut nya sakit.
"Auh!" jerit Alena.
Sarah dan Tania panik.
"Kenapa Alena?" tanya Sarah.
"Perut aku sakit lagi!" ucap Alena.
"Terus aku harus apa Alena? Aku bingung!" ucap Sarah.
"Mas Arka! Panggil mas Arka!" ucap Alena sambil menahan sakit.
Sarah segera turun dari mobil memanggil Arka.
Sementara Tania sudah bingung dia memasang wajah khawatir dan juga takut.
Alena menoleh ke arah Tania yang duduk di depan sambil melihat nya.
Tiba-tiba Tania menangis.
Dia menjulurkan tangannya untuk memeluk anak cantik berumur lima tahun itu, seperti nya Tania Sangat Takut dari tadi jika terjadi apa-apa pada Alena.
Namun tiba-tiba Arka datang.
"Kenapa Sayang? kata Sarah perut kamu sakit lagi!" ucap Arka.
Arka memegang perut Alena, wajah Alena sudah sangat pucet.
"Aku sudah bilang sama kamu, jangan terlalu di pikirkan Alena! Ini jadi nya!" ucap Arka dia mengambil obat Alena dan memberikan nya pada Alena agar sakit nya hilang.
"Gimana penanaman nya sudah siap mas?" tanya Alena
"Belum! Apa kamu mau turun?" tanya Arka lagi.
"Enggak mas, aku tidak sanggup, aku tidak ikhlas!" ucap Alena.
Arka pun mengerti.
"Hmm ya udah kamu di sini aja yah, aku ikut Mereka lagi tidak enak jika di tinggal di sana sangat ramai!" ucap Arka.
Alena menginyakan, Arka pun segera keluar karena merasa istri nya sudah mulai membaik.
__ADS_1
"Tania!" Panggil Alena.
Seketika Tania memunculkan diri nya dari balik kursi mobil itu.
"Sini!" ucap Alena sambil menepuk paha nya.
Tania dengan cepat ke arah Alena dan duduk di pangkuan Alena.
"Perut Tante gak sakit lagi!" ucap Tania sambil memegang perut Alena.
Alena tersenyum sambil menggeleng.
"Tante jangan sedih! Tania gak mau lihat Tante nangis!" ucap Tania sambil mengelus pipi Alena karena Masih kelihatan wajah sedih Alena walau dia sudah tersenyum.
Tiba-tiba Alena memeluk tubuh kecil Tania.
"Tante sangat sayang sama nenek Tante! Dia seperti jadi ibu kedua untuk Tante, dia sangat baik dulu waktu ibu Tante kerja dia yang selalu jagain Tante!" ucap Alena curhat.
"Tania tau kok Tante, Tania juga sayang sama Nenek Tania bahkan dia melebihi seperti ibu Tania sendiri, bukan dia yang melahirkan Tania tapi dia yang selalu ada buat Tania, bahkan ibu Tania saja sangat jarang bertemu dengan Tania!" ucap Tania lagi.
Alena terdiam dia melepaskan pelukannya.
"Yang sabar yah nak, kamu sekarang boleh kok anggap Tante sebagai ibu kamu, Tante sayang banget sama kamu!" ucap Alena.
"Apa Tante mau punya anak seperti Tania yang selalu pembawa sial!" ucap Tania.
"Loh kok malah ngomong gitu sih, kamu itu adalah anak baik, pintar penyayang lagi!" ucap Alena.
"Mamah Tania selalu bilang kalau Tania lagi ada salah dia pasti dia bilang kalau Tania anak pembawa sial!" ucap Tania.
Alena terdiam dia bingung harus ngomong apa lagi.
"Ya Allah begitu tega nya kamu intan pada anak sekecil dan sepolos ini, bahkan kamu bisa benci karena takdir mu, tapi tidak dengan cara menyakiti hati anak mu sendiri!" Batin Alena.
"Mulai dari sekarang kamu gak boleh berfikir seperti itu yah, Tante gak suka denger nya, mulai dari sekarang kamu boleh anggap Tante seperti Mamah kamu!" ucap Alena lagi.
Tania hanya diam saja.
Alena iba melihat Tania dia jadi kefikiran Alisa yang sudah jadi anak yatim piatu.
"Kenapa anak sepolos mereka ini bisa merasakan sakit nya kehidupan!" Batin Alena dia memeluk Tania.
"Dan kenapa juga kenyataan yang pahit ini aku terima ya Allah, Begitu cepat kau memanggil Nenek!" Batin Alena lagi-lagi Air mata nya keluar.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***