
Arka menghela nafas panjang dia harus banyak bersabar menghadapi istri nya.
"Ya udah kita keluar!" ucap Arka.
"Gak usah aku pergi sendiri aja!" ucap Alena sambil mencari Jaket untuk di pakai nya.
"Loh kok malah gitu sih, ya udah ayo buruan aku tunggu di bawah!" ucap Arka.
"Aku gak mau keluar bareng kamu lagi!" ucap Alena.
"Buruan sayang!" ucap Arka.
Sambil cemberut Alena pun mengikuti langkah Arka keluar dari kamar dan turun ke bawah..
Setelah sampai di bawah Alena mencari keberadaan Tania ternyata dia baru saja lari masuk ke kamar pembantu karena melihat Arka turun.
"Panggil kan sekarang dia ke sini!" ucap Alena.
"Baik Non!" ucap Pelayan.
"Tadi cemberut, sekarang kok gak cemberut lagi!" sindir Arka.
"Diam aja deh mas!" ucap Alena, Arka pun langsung terdiam.
Tania pun datang dengan wajah menunduk.
"Tania! Tante mau keluar sama om kamu mau ikut gak, semenjak di sini kamu belum ada keluar ikut kita tok." ajak Alena.
Tania hanya menggeleng saja seakan tidak mau.
Namun Arka ikut juga membujuk sambil minta maaf kepada Tania.
"Tania! Kenalin nama Nam Om Arka! Suami nya Tante cantik ini dan juga Ayah dan Dede bayi yang di dalam perut Tante nya!" ucap Arka sambil menjulurkan tangannya.
"Om Minta maaf yah karena udah bawa Tania ke sini, Tapi gak lama lagi Tania bakalan pulang kok, Nanti Tania juga bakalan ketemu sama Ayah nya Tania!" ucap Arka.
"Ayah Tania gak ada lagi, dia sudah pergi jauh dia gak mau ngerawat Tania dari kecil, hanya Nenek yang perduli sama Tania!" ucap Tania langsung.
Arka dan Alena langsung terdiam berarti selama ini fikiran Tania sudah di kotorin oleh cerita tentang Ayah nya.
"Hmm nanti kamu tau sendiri kok, tapi sekarang om di maafin kan?" tanya Arka lagi.
__ADS_1
"Om gak jahat kok, om bawa Tania ke sini karena tidak ingin Tania bahaya di sana, udah yah Jangan takut sama Om lagi!" ucap Arka sambil memegang pundak Tania.
Namun tiba-tiba Tania Memeluk Arka.
Arka dan Alena terkejut namun Arka langsung membalas nya sambil berjongkok.
"Tania gak pernah peluk laki-laki dewasa Om, Tania Sangat ingin punya ayah dan punya keluarga yang sayang sama aku!" ucap Tania.
Arka pasti paham bagaimana perasaan anak Lima tahun yang berbicara kurang jelas itu namun berbicara dan kebijakan nya sudah anak dewasa.
"Oh iya Tante Cantik ini bilang kalau Tania yang jagain Dedek bayi yang di dalam perut! Om ngucapin makasih yah!" ucap Arka sambil tersenyum.
Tania juga ikut tersenyum, Sementara Alena yang melihat nya juga tersenyum begitu mudah nya Arka mengambil hati anak cantik yang imut itu.
"Sebagai tanda terima kasih, malam ini om bakalan beli apa saja mau Tania;" ucap Arka.
Seketika Tania senang.
Arka pun menggendong Tania agar ikut dengan mereka.
"Ayo sayang!" ajak Arka sambil memegang tangan Alena dan tangan satu lagi menggendong Tania.
Selama di luar Arka tidak melepaskan tangan Tania dan juga Alena, bahkan banyak yang bilang kalau mereka adalah papah Mamah muda.
Tania Sangat Senang Sekali bahkan sudah beberapa kali dia mengucapkan terimakasih kepada Arka dan Alena.
setelah Sudah belanja Alena sangat ingin main-main di trans mart, awalnya Arka tidak mau namun Alena tetap memaksa akhirnya Arka Hanya bisa pasrah.
Di saat bermain tidak berhenti-henti nya Arka mengawasi Tania dan Juga Istri nya bahkan kalau Alena bergerak berlebihan Arka akan melarang nya.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, perut Alena tiba-tiba sakit lagi akhirnya mereka pulang.
"Kan sudah aku bilang, kamu tuh gak boleh main yang kaya gitu!" ucap Arka sambil memegang perut Alena dia juga sangat Khawatir.
"Hmm, itu bawaan si dedek mas!" ucap Alena sambil mengerucutkan bibirnya.
Arka hanya bisa diam saja karena percuma dari tadi dia ngomel.
Setelah sampai di rumah, Mereka pun turun namun ternyata Tania yang duduk di belakang sudah tidur.
Arka pun menggendong Tania ke kamar mereka dan meminta para pelayan mengeluarkan semua belanjaan dari mobil nya.
__ADS_1
Alena yang melihat Arka Sangat perduli pada Tania pun tersenyum.
"Sama Tania yang baru saja kamu kenal bahkan dia anak perempuan yang kamu benci saja kamu sayangi mas, bagaimana kalau anak kamu sendiri!" Batin Alena memerhatikan Arka menidurkan Tania di kasur.
"Bersih-bersih gih, biar punggung nya aku pijitin!" ucap Arka pada Alena yang bengong.
Alena pun langsung ke kamar mandi.
Setelah keluar dia berbaring ke kasur sementara Arka berganti an masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai bersih-bersih, Arka mencari Minyak kayu putih dan mengoleskan ke Perut Serta Pinggang dan juga Punggung Alena.
Sehingga mereka sama-sama tertidur, Alena tertidur di kasur sementara Arka tidur dalam keadaan duduk dan tangan di perut Alena.
Tania terbangun dia melihat hanya ada Alena di samping nya dia mencari keberadaan Arka namun ternyata dia sudah tertidur di samping kasur.
Tania membangun Arka dengan pelan agar Alena tidak terbangun.
Akhirnya Arka naik ke kasur di samping Tania dan memeluk Tania sambil tertidur.
Keesokan harinya Alena dan Arka Sudah Siap-siap mau berangkat ke rumah Wijaya tidak lupa juga Tania di ajak Walau awal nya dia tidak mau.
Setelah sampai di rumah Wijaya ternyata Wijaya kurang sehat namun melihat menantu dan juga anak nya datang dia langsung tersenyum.
Dia juga melihat Tania, dia sudah tau Tania itu siapa namun dia juga tidak Lupa bahkan memangku Tania.
Alena Sangat iba melihat pak Wijaya, keadaan nya sangat jauh beda saat ini bahkan di waktu di urus intan dia jauh lebih sehat.
Arka dan Alena serta Wijaya sangat asik bercerita-cerita bahkan juga Wijaya mau kalau nanti Cucu nya laki-laki jangan sampai bersikap keras kepala seperti Arka.
Seketika Alena dan Wijaya tertawa sementara Arka sudah memasang wajah kesal.
Sudah setengah hari mereka di sana, Waktu nya makan siang mereka pun makan siang bersama.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, , komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***